Rabu, 29 Oktober 2025
Sabda Kehidupan
Rabu 29 Oktober 2025
Lukas 13:24 (Luk 13:22-30)
”Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat._
Menjadi Pejuang Iman Yang Sejati
Hidup adalah perjuangan terus menerus. Sejak awal kehidupan kita, perjuangan selalu mengawali setiap tahapan hidup. Secara biologis oleh relasi intim suami istri, terjadilah proses pembuahan antara sel telur ibu dan sel sperma ayah. Dari jutaan sel sperma hanya satu yang dapat membuahi sel telur ibu. Yang satu itu adalah kita, karena kita telah terlahir ke dunia.
Itu berarti, kita telah mengawali hidup ini dengan perjuangan untuk meraih kemenangan dan terlahir sebagai pemenang.
Perjuangan kita berlanjut dari tahap bayi, masuk ke kanak-kanak, remaja, dewasa dan seterusnya. Semuanya adalah proses perjuangan terus menerus untuk melangkah ke tahap selanjutnya dalam hidup, meninggalkan zona nyaman dan memasuki tahapan yang lebih tinggi dan lebih dewasa. Demikian halnya dengan sekolah. Dari TK, SD, SMP, SMA dan seterusnya.
Hal yang sama berlaku untuk perjuangan iman meraih keselamatan kekal.
Sebagaimana kita harus meninggalkan zona nyaman dalam setiap tahap pertumbuhan demikian juga kita harus meninggalkan zona nyaman dalam proses beriman agar kita kuat berakar, terus bertumbuh dan berbuah.
Yesus melatih kita untuk kuat berjuang dengan tabah dengan cara memberi kita salib kehidupan yang harus kita pikul. Bagaikan prajurit yang harus dilatih memikul beban di pundak dan senjata di tangan, demikian Yesus melatih kita menjadi prajurit Kerajaan Allah yang harus berperang melawan kejahatan dan godaan Iblis, terutama yang ada dalam diri sendiri.
Kita harus berjuang melawan cinta diri, egoisme, amarah, dendam dan dengki, untuk meraih kemenangan.
Di balik perjuangan salib, ada kemenangan iman, itulah Paskah abadi bagi kita. Jangan pernah menyerah, kita tak sendirian, Yesus menguatkan kita, Roh KudusNya selalu menolong kita, dan umat Allah sebagai keluarga kita, berjalan bersama, mencapai keselamatan.
Mari menjadi pejuang iman yang sejati, bukan sendirian tapi bersama komunitas kita. Jangan pernah terpisah dari Tuhan dan umatNya. Tidak perlu menjadi yang terbaik, tapi teruslah berjuang berbuat baik dan memberi yang terbaik.
Selamat hari Rabu. Mari melanjutkan perjuangan, Tuhan Yesus menguatkan kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 29 Okt 2025
Rabu Pekan Biasa XXX
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Tes 2:14
Bacaan Injil: Luk 13:22-30
***********
Bait Pengantar Injil
2Tes 2:14
Allah telah memanggil kita
untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Bacaan Injil
Luk 13:22-30
Mereka datang dari timur dan barat,
dan akan duduk makan di dalam kerajaan Allah.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa
sambil mengajar.
Maka bertanyalah orang kepada-Nya,
“Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ,
“Berusahalah masuk melalui pintu yang sempit itu!
Sebab Aku berkata kepadamu,
‘banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Jika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu,
kalian akan berdiri di luar
dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata,
‘Tuan, bukakan pintu bagi kami.’
Tetapi dia akan berkata,
‘Aku tidak tahu dari mana kalian datang.’
Maka kalian akan berkata,
‘Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu,
dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.’
Tetapi ia akan berkata,
‘Aku tidak tahu dari mana kalian datang.
Enyahlah dari hadapan-Ku,
hai kalian semua yang melakukan kejahatan!’
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi,
apabila kalian melihat
Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi
ada di dalam Kerajaan Allah,
tetapi kalian sendiri dicampakkan ke luar.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dari Utara dan Selatan,
dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
Ingatlah, ada orang terakhir yang akan menjadi terdahulu,
dan ada orang terdahulu yang akan menjadi yang terakhir.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.” (Luk 13: 23 – 24)
Dalam Injil hari ini, seseorang mengajukan pertanyaan yang mengejutkan kepada Yesus: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Orang itu mungkin menganggap bahwa keselamatan secara otomatis diberikan kepada orang Yahudi, sementara orang-orang non-Yahudi akan ditolak. Namun, jawaban Yesus pasti mengejutkan, bukan hanya baginya, tetapi bagi kita semua.
Dengan jelas Yesus menyatakan bahwa masuk ke dalam Kerajaan Allah tidaklah otomatis. Benar, keselamatan adalah anugerah, tetapi membutuhkan tanggapan kita — perjuangan seumur hidup, usaha dari hari ke hari. Kata yang digunakan Yesus untuk “berjuang” memiliki akar yang sama dengan “penderitaan.” Hal ini menyiratkan usaha yang nyata, perjuangan hati dan jiwa.
Di sinilah letak bahayanya bagi kita: terkadang kita membayangkan bahwa setelah kita berkata “ya” kepada Yesus, kita bisa santai dan menganggap perjalanan telah selesai. Tetapi mengikuti Kristus tidak pernah berarti “diam di tempat”. Mengikuti Kristus itu seperti mendaki gunung: setiap hari membutuhkan langkah ke atas hingga kita mencapai puncak, yakni Allah sendiri. Di makam seorang pendaki gunung, tertulis kata-kata berikut: “Dia meninggal saat mendaki.” Itulah yang seharusnya menjadi gambaran hidup Kristiani.
Yesus juga memperingatkan kita agar iman kita tidak hanya berhenti pada “kulitnya” saja. Beberapa orang dalam Injil berkata, “Kami telah makan dan minum bersama-Mu, dan Engkau mengajar di jalan-jalan kami.” Namun, kedekatan eksternal dengan Kristus tidak sama dengan persahabatan batin dengan-Nya. Kita tidak dapat bergantung pada iman nenek moyang kita atau pada budaya Kristen di sekitar kita. Tidak cukup juga bagi kita hanya tahu tentang Tuhan atau datang ke Misa untuk “makan bersama” Tuhan atau membaca Kitab Suci. Kita harus hidup sebagai murid-murid-Nya dan mengamalkan firman-Nya. Jika tidak, seolah-olah kita tidak mengenal-Nya dan Dia pun tidak mengenal kita.
Hari ini, Tuhan memanggil kita untuk terus mendaki, terus berjuang, dan tidak pernah puas dengan iman yang suam-suam kuku. Mari kita mohon anugerah untuk berjalan setiap hari bersama Yesus — sehingga ketika pintu dibuka, Dia akan mengenal kita sebagai sahabat-sahabat-Nya.
Tuhan, bantu kami agar iman kami menjadi hubungan personal dengan-Mu, misi kami menjadi pelayanan nyata, dan setiap hari kami hidup sebagai sahabat-sahabat-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Teruslah berjuang! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC