Sabtu, 04 Juli 2026
Sabda Kehidupan
Sabtu 04 Juli 2026
Matius 9:16-17a (Mat 9:14-17)
Jawab Yesus, “Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur.”
Berani Berubah, Terus Membaharui Diri
Rahmat Tuhan selalu baru setiap hari. Seiring dengan berkembangnya jaman oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, demikian juga halnya cara Tuhan hadir dan berkarya membaharui muka bumi.
Siapa menyangka internet akan mengubah segala sesuatunya. Terutama cara kita berelasi dan berkomunikasi satu sama lain. Yang dulunya terhalang dan terpisah oleh jarak dan waktu, kini kendala itu bisa teratasi. Terlambat beradaptasi apalagi menolak perubahan yang cepat ini membuat orang ketinggalan bahkan terlindas oleh perubahan. Karena itu cara pikir, mindset, paradigma lama, mestilah terus menerus diperbaharui.
Yesus dengan begitu indah dan bijaksana, mengumpamakan cara lama, paradigma lama, sebagai kantong kulit yang lama, yang kapasitasnya sudah terbatas.
Dulu kita mengenal flashdisk dengan kapasitas penyimpanan yang masih kilobyte atau megabyte. Sementara kebutuhan data saat ini sudah gigabyte bahkan terabyte dan nanobyte. Kini flashdisk sudah berganti ‘cloud’ atau ‘google drive.’ Internet yang dulunya ‘lalod’ kini makin cepat. Dari 2G jadi 5G. Ditambah lagi dengan ‘Artificial Intelligent’ (AI), yang canggih, serba otomatis.
Belum selesai orang menyesuaikan diri dengan ChatGPT, Gemini, Paus Leo sudah mengingatkan kita hadirnya Chatbot dengan segala konsekwensinya bila salah digunakan.
Maka sangat aktual dan relevan Injil hari ini, saat Yesus meminta kita untuk terus membaharui diri dan meningkatkan kapasitas diri. Mengganti kain yang lama atau kantong kulit anggur yang lama dengan yang baru. Paradigma lama ganti dengan paradigma baru. Cara lama dengan cara baru. Caranya: ialah dengan terus menerus belajar dan membaharui diri. Tentu bukan hanya asal berubah atau ikut-ikutan, tqpi agar lebih bertanggungjawab memaknai perkembangan teknologi sekarang ini.
Secara rohani, inilah prinsip pembaharuan hidup dalam Roh Kudus untuk membaharui budi dan hati kita agar makin bijaksana memaknai karunia Tuhan.
Mari selalu terbuka terhadap yang baru. Yesus adalah Pembaharu. Tinggalkan zona nyaman. Doronglah hati dan budi untuk berani berubah dan menyesuaikan diri. Yesus sumber inspirasi kita.
Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus menyertai kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr (Philadelphia)
Kalender Liturgi 04 Jul 2026
Sabtu Pekan Biasa XIII
PF S. Elisabet dari Portugal
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Mat 9:14-17
************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
Bacaan Injil
Mat 9:14-17
Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laku-laki berdukacita
selama mempelai itu bersama mereka?
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes
kepada Yesus dan berkata,
“Kami dan orang Farisi berpuasa,
tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita
selama mempelai itu bersama mereka?
Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut
pada baju yang tua,
karena jika demikian,
kain penambal itu akan mencabik baju itu,
lalu makin besarlah koyaknya.
Begitu pula
anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua,
karena jika demikian
kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang
dan kantong itu pun hancur.
Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru,
dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
Apakah Anda lebih suka mencoba hal-hal baru atau bertahan dengan yang sudah biasa? Matius berbicara kepada kita hari ini tentang yang lama dan yang baru. Kali ini ia lebih fokus pada yang baru. Ia berbicara kepada kita tentang seorang “Pribadi yang Baru”: Yesus Kristus. Ia adalah manusia baru yang memperbarui segala sesuatu yang telah usang selama berabad-abad… yang terus mengancam setiap generasi dan setiap hati dengan hidup egois, menghina sesama, dan menutup diri dari Allah. Yesuslah yang baru, menjadi apa yang selalu diinginkan Allah: menyambut orang lain dengan hati yang terarah kepada Bapa.
Jika kita ingin mempertahankan cara lama, hidup akan hancur, seperti kantong kulit yang tua, yang hancur dan anggur terbuang, karena diisi dengan anggur yang baru. Kebaruan ajaran Yesus menghancurkan kantong kulit tua Yudaisme. Yesus terus menyingkirkan kebiasaan lama dan tradisi usang jika kita mengizinkannya masuk.
Hidup adalah berkat terbesar yang kita terima dari Allah. Menerima kebaruan hidup dalam Kristus lebih penting daripada ritual puasa. Jika puasa direduksi menjadi sebuah perintah dan tidak mengubah hidup Anda, itu tidak akan menjadi sumber berkat bagi Anda.
Inilah nasihat utamanya: “Anggur baru, kantong kulit yang baru!” Berkat Tuhan adalah pemberian yang diperoleh dengan cuma-cuma. Kita masing-masing layak untuk menerima berkat itu. Syaratnya, terbuka pada kebaruan yang Ia bawa.
Hidup dalam Kristus adalah kebaruan yang radikal. Dia tidak meminta kita untuk berubah sedikit-sedikit saja, sekadar menambal baju lama, menyembunyikan robekannya, atau mempertahankan anggur dosa lama dalam kantong yang sama dengan anggur iman yang baru. Tuhan mengundang kita untuk mengubah bukan hanya pakaian luar, tetapi juga mentalitas dan sikap kita. Mengikuti Kristus memengaruhi seluruh keberadaan kita, bukan hanya berdoa “tipis-tipis” dan praktek-praktek kesalehan saja.
Kita adalah manusia-manusia baru dalam Kristus: dalam hal keselamatan, iman dan Injil, tidak ada sikap kompromistis! Anggur baru harus disimpan dalam kantong kulit baru. Zaman baru membutuhkan sikap baru!
Tuhan, tolonglah aku untuk melepaskan segala sesuatu yang menghalangiku untuk bertumbuh dalam kehidupan yang baru bersama-Mu. Amin.
Selamat berakhir pekan. Berani berubah bersama Kristus! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
RP Joni Astanto MSC