Minggu, 14 Juni 2026
Sabda Kehidupan
Minggu 14 Juni 2026
Hari Minggu Biasa XI
Matius 10:8b (Mat 9:36 – 10:8)
”Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Menjadi Rasul Kemurahan Hati Tuhan
Yesus selalu tergerak hati oelh belaskasihan terutama bagi mereka yang butuh perhatian dan kasih sayang. Karena itu Ia memilih dari antara banyak orang, 12 murid untuk menjadi rasul kemurahan hati Tuhan.
Ia memilih mereka bukan karena jasa mereka, atau karena kelebihan dan kehebatan mereka, melainkan karena semata oleh kasih dan kemurahan hati Tuhan. Bahkan kepada mereka diberikan segala anugerah yang perlu untuk mrnjadi penyalur berkat Tuhan.
Karena itu Yesus mengingatkan mereka, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Sebuah cerita kecil berikut ini, kiranya menjadi pengingat bagi kita pesan Yesus ini.
Pada suatu ketika, ada seorang anak kecil yang merasa sudah berjasa kepada ibunya, karena telah membantu melakukan beberapa pekerjaan yang biasanya dikerjakan pembantu di rumah. Ia lalu menulis nota tagihan kepada mamanya. Antara lain tercatat:
1. Mengatur tempat tidur Rp. 10.000
2. Menyapu halaman Rp. 10.000
3. Mencuci piring Rp. 10.000
4. Memasak air Rp. 10.000.
5. Mencuci pakaian Rp. 20.000.
Rupanya cukup panjang tagihan yang dimintakan, hingga total jumlahnya Rp. 100.000.
Si ibu mulanya terkejut menerima nota tagihan tersebut, namun dengan tersenyum menulis di baliknya sebagai berikut:
9 bulan tinggal dalam rahimku, gratis!.
Makan dan minum 3x sehari, gratis!
Uang sekolah, cepatu dan pakaian seragam, gratis!
Tempat tidur, mainan, hp, gratis!
Si kecil tak dapat berkata-kata lagi. Ia segera memeluk ibunya dan penuh haru menyampaikan beribu terimakasih.
Berapa banyak yang telah kita terima dari Tuhan? Bukankah kita menerima anugerah kehidupan secara cuma-cuma dari Tuhan melalui orang tua?
Bila semua yang kita terima adalah semata pemberian Tuhan, ikhlaskanlah semuanya untuk menjadi berkat Tuhan bagi sesama.
Yesus telah berjanji, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh 10:10b). Biarlah janji Yesus ini terpenuhi oleh kemurahan hati kita untuk berbaik hati bagi sesama.
Selamat hari Minggu, dan selamat melayani. Bahagianya hidup menjadi saluran berkat Tuhan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 14 Jun 2026
Minggu Pekan Biasa XI
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15
Bacaan Injil : Mat 9:36-10:8
************
Bait Pengantar Injil
Mrk 1:15
Kerajaan Allah sudah dekat.
Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
Bacaan Injil
Mat 9:36-10:8
Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa,
ketika Yesus melihat orang banyak yang mengikuti-Nya,
tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan,
karena mereka lelah dan terlantar
seperti domba yang tidak bergembala.
Maka kata Yesus kepada murid-murid-Nya,
“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu.”
Lalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya
dan memberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat
dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Inilah nama kedua belas rasul itu:
Pertama Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya,
Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
Filipus dan Bartolomeus,
Tomas dan Matius pemungut cukai,
Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
Simon orang Zelot,
dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.
Yesus mengutus kedua belas murid itu
dan berpesan kepada mereka,
“Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain
atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
melainkan pergilah
kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
Pergilah dan beritakanlah:
Kerajaan Surga sudah dekat.
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;
tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.
Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma,
karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
Selama bertahun-tahun, karya pewartaan Injil atau penyebaran iman, apalagi melalui kotbah, sering dianggap sebagai tugas eksklusif para uskup, imam, dan misionaris. Namun, Konsili Vatikan II dengan jelas menyatakan kesetaraan semua pekerja Gereja: “Umat pilihan Allah adalah satu: ‘Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan’ (Efesus 4:5)… Semua memiliki kesetaraan sejati dalam hal martabat dan kegiatan yang sama bagi semua umat beriman untuk membangun Tubuh Kristus (Lumen Gentium, 32).
Dengan kata lain, Konsili tersebut menghapus segala pembedaan dalam Gereja yang terbagi menjadi dua golongan: para “profesional suci” (Paus, Uskup, Imam, dan sebagainya) serta umat awam yang “duniawi”.
Keberhasilan Gereja tidak hanya bergantung pada Roh Kudus, tetapi juga sangat bergantung pada upaya para anggotanya — baik para klerus maupun umat awam.
Suatu ketika, seorang imam muda berangkat ke paroki pertamanya setelah tahbisan imam dengan semangat yang membara.
Namun, di sana ia kecewa karena uamt yang hadir dalam misa sangat sedikit dan kehidupan rohani jemaat pun terasa lesu. Ia mengunjungi rumah demi rumah untuk membangkitkan kembali minat mereka, tetapi beberapa orang mengatakan bahwa gereja itu begitu sepi sehingga mereka tidak tertarik untuk datang.
Maka imam itu mengumumkan bahwa ia akan memimpin upacara pemakamannya pada hari Minggu. Gereja itu penuh sesak pada hari itu.
Di depan altar terdapat sebuah peti mati. Imam itu menyampaikan sambutan perpisahan untuk almarhum; kemudian ia mengajak umat untuk maju ke depan dan melihat jenazah. Satu per satu, umat yang hadir melihat ke dalam peti mati tersebut.
Masing-masing terkejut melihat wajahnya sendiri terpantul dari cermin di dasar peti mati itu.
Banyak yang terkejut dan marah. Namun, kemudian setiap umat mulai menyadari apa yang ingin disampaikan oleh imam itu — bahwa ketidakpedulian dan apatisme mereka sendiri lah yang menjadi penyebab kematian Gereja.
Syukurlah, sekarang ini semakin banyak umat awam yang mengambil peran aktif dalam Gereja, seperti nampak dalam organisasi-organisasi paroki seperti para petugas pastoral awam, dewan pastoral paroki, kaum bapa, atau gerakan pembaruan seperti Marriage Encounter, Couples for Christ, gerakan karismatik, kelompok-kelompok kategorial yang sangat beragam — hal ini tentu saja merupakan berkat dan dorongan yang luar biasa bagi Gereja.
Apalagi sekarang kita memahami Gereja sebagai Gereja Sinodal, Gereja yang berjalan bersama. Itu adalah cara hidup Gereja di mana seluruh umat — baik hierarki (Paus, Uskup, Imam) maupun kaum awam — saling mendengarkan, terlibat aktif, dan berpartisipasi dalam misi perutusan Gereja. Setiap orang yang dibaptis memiliki martabat yang sama dan bertanggung jawab atas misi perwartaan Injil, bukan hanya tugas para rohaniwan. Tidak ada sekat-sekat pemisah agar semua anggota umat merasa diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar Gereja.
Injil hari ini bertutur tentang Yesus yang memilih para murid-Nya dan “sedikit pekerja di ladang-Nya” merupakan sebuah tantangan.
Mari kita renungkan: Apa yang kita lakukan untuk membantu di kebun anggur Tuhan di zaman modern ini? Berapa banyak di antara kita yang secara rutin berdoa kepada Tuhan, memohon agar Ia menyentuh hati para pemuda dan pemudi agar mempertimbangkan panggilan untuk menjadi imam, biarawan, atau biarawati?
Berapa banyak di antara kita yang benar-benar terlibat secara pribadi dengan menyumbangkan waktu, materi, dan talenta yang dimiliki untuk membangun Gereja di mana ana berada?
Saat ini, jumlah pekerja yang “menuai panen” lebih sedikit daripada sebelumnya. Apakah hal ini disebabkan karena keluarga kita tidak lagi menjadi tempat tumbuhnya panggilan hidup religius? Atau karena kita tidak pernah membicarakan kehidupan religius kepada anak-anak kita sendiri sebagai salah satu pilihan hidup bagi mereka?
Saat nanti Anda berhadapan langsung dengan Tuhan, apakah Anda akan dengan jujur mengatakan bahwa Anda telah melakukan sesuatu untuk misi-Nya? Atau apakah Anda akan menundukkan kepala karena malu karena gagal melakukan sesuatu?
Di tengah berbagai kekhawatiran dan kesibukan duniawi kita saat ini, jangan lupa untuk turut serta dalam panen Tuhan.
Tuhan, pimpin kami, untuk berjalan bersama, mewartakan Injil dan membangun Kerajaan-Mu saat ini dan di sini. Amin.
Selamat Hari Minggu. Pergilah dan wartakanlah, Kerajaan Sorga sudah dekat! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
RP Joni Astanto MSC