Jumat, 29 Mei 2026
Sabda Kehidupan
Jumat 29 Mei 2026
Hari Lanjut Usia Nasional
Markus 11:14, 20 (Mrk 11:11-26)
Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya. Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya._
Bersyukur Untuk Buah Yang Sudah Dibagikan Para Lansia
Hari ini secara nasional bangsa kita merayakan “Hari Lanjut Usia Nasional”. Tema yang diangkat dalam rangka Hari Lansia ini adalah, “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh”.
Mencapai usia lanjut adalah suatu bukti ketangguhan sebuah perjuangan, kegigihan dan ketahanan serta kebaikan dan kearifan. Bukankah kita selalu berdoa,”semoga umur panjang,” setiap kali merayakan hari ulang tahun?
Secara kebetulan bacaan Injil hari ini mengenai pohon ara yang tidak berbuah yang dikutuk Yesus. Di pihak lain mengenai kekuatan iman dalam ungkapan doa.
Tentulah para Lansia bukan pohon ara yang tidak berbuah. Mereka telah menghasilkan buah melimpah yang telah dipetik banyak orang, anak cucu, bangsa dan negara, gereja dan begitu banyak orang.
Ketahanan iman mereka dan kesetiaan mereka untuk menjadi pendoa bagi anak cucu, bangsa dan negara, telah menjadi kontribusi yang indah dan bermakna untuk tumbuh kembangnya kehidupan, keimanan, persaudaraan dan pengabdian tanpa henti serta persembahan seluruh keluarganya untuk Tuhan dan sesama.
”Bapa di surga, oleh kebijkasanaan ilahiMu, kami putra putriMu, anak cucu cicitMu, menggambarkan Engkau sebagai Bapa yang lanjut usia, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, Bapa kami semua yang Maharahim. Kami bersyukur atas usia lanjut, umur panjang yang Engkau anugerahkan kepada para Lansia. Semoga mereka tetap tangguh dan menjadi teladan keteguhan dan kesetiaan iman-harap-kasih kepadaMu dan sesama. Bahagiakanlah mereka semua di masa tuanya. Amin.”
Selamat Hari Lanjut Usia Nasional ke 30, tahun ini. Umur panjang, tangguh dan bahagia. Tuhan Yesus memberkati.🙏❤️😇
Ps Rev Tanod Pr
Kalender Liturgi 29 Mei 2026
Jumat Pekan Biasa VIII
PF S. Paulus VI, Paus
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16
Bacaan Injil: Mrk 11:11-26
************
Bait Pengantar Injil
Yoh 15:16
Aku telah memilih kalian dari dunia,
agar kalian pergi dan menghasilkan buah,
dan buahmu itu tetap.
Bacaan Injil
Mrk 11:11-26
Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
Percayalah kepada Allah!
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada waktu Yesus tiba di Yerusalem,
Ia masuk ke Bait Allah, dan meninjau semuanya.
Tetapi karena hari sudah hampir malam,
Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.
Keesokan harinya,
sesudah mereka itu meninggalkan Betania,
Yesus merasa lapar.
Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun.
Ia mendekatinya untuk melihat
kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu.
Tetapi waktu tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa
selain daun-daun saja,
sebab memang bukan musim buah ara.
Maka kata Yesus kepada pohon itu,
“Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!”
Ucapan itu terdengar pula oleh para murid.
Maka Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem.
Sesudah masuk ke Bait Allah,
mulailah Yesus mengusir orang-orang
yang berjual beli di halaman Bait Allah.
Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,
dan Ia tidak mengijinkan orang
membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.
Lalu Ia mengajar mereka,
“Bukankah ada tertulis:
Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa?
Tetapi kalian ini telah menjadikannya sarang penyamun!”
Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar
tentang peristiwa itu.
Maka mereka berusaha untuk membinasakan Yesus.
Tetapi mereka takut kepada-Nya,
sebab mereka melihat orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.
Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.
Pagi-pagi Yesus dan murid-murid-Nya lewat,
dan melihat bahwa pohon ara itu sudah kering
sampai ke akar-akarnya.
Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi,
lalu berkata kepada Yesus,
“Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.”
Yesus menjawab mereka, “Percayalah kepada Allah!
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung itu,
‘Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut,’
maka hal itu akan terjadi, asal ia tidak bimbang hati,
tetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi.
Karena itu Aku berkata kepadamu,
apa saja yang kalian minta dan doakan,
akan diberikan kepadamu,
asal kalian percayalah bahwa kalian akan menerimanya.
Dan jika kalian berdiri untuk berdoa,
ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga
mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”
Tetapi jika kalian tidak mengampuni,
maka Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
Dalam Injil hari ini, ada 2 bagian penting yang digambarkan Markus yaitu:
Pertama, Yesus mengutuk pohon Ara yg tdk berbuah. Dan kedua, Yesus mengusir orang dalam bait Allah yang menjadikan tempat bisnis.
Kalau kita hubungkan kedua moment ini yaitu: Pohon ara itu berdaun tapi tdk berbuah dan Bait Allah Yerusalem yang indah dari luar tapi tanpa pengabdian batin.
keduanya mengarahkan kita pada refleksi menarik:
1. Apakah hidup kita seperti pohon ara ini? Memiliki banyak dedaunan yang indah dan tampilan luar yang menarik tetapi gagal menghasilkan buah kasih, sukacita, dan damai sejahtera.
2. Apakah hidup kita seperti Bait Suci Yerusalem? Memiliki citra dan nama baik yang luar biasa di masyarakat tetapi gagal mempertahankan nilai hidup dan pengabdian yang mendalam serta iman.
Kita hidup di dunia yang penuh dengan tantangan materialistis dan duniawi.
Namun, sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menjalani hidup “iman dan pengabdian”
Marilah kita selalu ingat: “Kenyamanan lahiriah seringkali menyebabkan kelesuan iman dan akibatnya kehilangan ketaatan dan keyakinan kepada Tuhan!”
Marilah kita pada hari Jumat ini menyerahkan diri kepada Hati Kudus Tuhan Yesus agar memperbarui kasih dan komitmen kita kepada-Nya. Dan semoga Injil hari ini menjadi pengingat bagi kita semua, untuk menjalani hidup yang “baik dan benar” serta menghasilkan buah-buah kebajikan!
Tuhan memberkati!
RP. PAUL KERANS, SVD