Selasa, 03 Maret 2026
Sabda Kehidupan
Selasa 03 Maret 2026
Matius 23:11-12 (Mat 23:1-12)
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Menjadi Pelayan Yang Bahagia
Secara manusiawi disebut ‘bos’ atau ‘tuan’ tentu menyenangkan. Ia dipandang sebagai orang besar, ditinggikan, dan dilayani. Tapi sayang ketika orang tidak lagi dilayani karena posisi atau jabatan itu hanya sementara, ia mengalami kekecewaan karena hal yang menyenangkan itu ternyata hanya sementara. Orang dihargai sejauh ia berada di atas, sejauh kedudukannya masih melekat padanya.
Berbeda dengan orang yang hidup untuk melayani. Bahagianya tak akan pernah dapat diambil dari padanya, karena sudah menjadi komitmennya untuk memberi diri tanpa mengharapkan pujian serta harapan semu lainnya.
Sukacitanya begitu dalam karena hidup sebagai pelayan itulah hidup yang penuh arti.
Yesus telah merendahkan diri dan mengambil rupa seorang hamba untuk melayani kita semua. Ia adalah Tuhan dan Guru, namun Ia membasuh kaki para muridNya. Ia-pun memilih salib yang hina agar kita tak pernah boleh merasa terhina oleh pilihan hidup yang kita jalani.
Kehinaan kita telah diangkatNya ketika Ia mengangkat kita menjadi anak-anak Allah yang semartabat denganNya.
Tidak perlu merasa kehilangan harga diri karena menjadi pelayan. Semoga gelora cinta Yesus dalam melayani menjadi juga dorongan dan gelora cinta kita untuk terus berbahagia melayani Tuhan dan sesama apapun profesi dan pekerjaan kita.
Mulailah dari keluarga, lalu keluar, ke lingkungan sekitar, hingga semangat melayani menjadi jati diri kita.
Tetaplah rendah hati, dan katakanlah selalu kepada siapa saja yang kita layani: “Aku ini hamba Tuhan, aku ada untuk melayani. Melayanimu itulah yang terindah dalam hidupku.”
Selamat melayani dengan tulus dan penuh sukacita. Kita melayani bersama Yesus.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 03 Mar 2026
Selasa Prapaskah II
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yeh 18:31
Bacaan Injil: Mat 23:1-12
************
Bait Pengantar Injil
Yeh 18:31
Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap-Ku,
dan perbaharuilah hati serta rohmu.
Bacaan Injil
Mat 23:1-12
Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa berkatalah Yesus
kepada orang banyak dan murid-murid-Nya,
“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi
telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu
yang mereka ajarkan kepadamu,
tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka,
karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya.
Mereka mengikat-ingat beban berat,
lalu meletakkannya di atas bahu orang,
tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Semua pekerjaan yang mereka lakukan
hanya dimaksud supaya dilihat orang.
Mereka memakai tali sembahyang yang lebar
dan jumbai yang panjang;
mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan
dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
mereka suka menerima penghormatan di pasar
dan suka dipanggil Rabi.
Tetapi kamu, janganlah suka disebut Rabi;
karena hanya satu Rabimu, dan kamu semua adalah saudara.
Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini,
karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Janganlah pula kamu disebut pemimpin,
karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Kristus.
Siapa pun yang terbesar di antara kamu,
hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan,
dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
“Yang terbesar di antara kamu akan menjadi pelayanmu. Karena barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.” (Matius 23:11-12)
Yesus menetapkan standar kepemimpinan sejati yaitu: kerendahan hati dan pelayanan. Di dunia yang menyuruh kita mencari kekuasaan, status, dan pengakuan, Yesus memanggil kita kepada jalan yang berbeda, jalan di mana kebesaran sejati ditemukan dalam melayani orang lain.
Yesus sendiri adalah teladan yang sempurna. Meskipun Ia adalah Putra Allah, Ia membasuh kaki murid-murid-Nya, menyentuh orang-orang yang dianggap hina, dan memberikan nyawa-Nya bagi kita. Ia tidak mencari kehormatan duniawi tetapi merendahkan diri-Nya dalam ketaatan kepada Bapa (Filipi 2:5-8).
Kerendahan hati bukan berarti merendahkan diri sendiri, tetapi mengurangi memikirkan diri sendiri. Artinya menempatkan orang lain di atas keinginan kita sendiri, tidak mencari pengakuan tetapi memuliakan Tuhan. Ketika kita melayani dengan rendah hati, kita mencerminkan Kristus kepada dunia.
Sabda Yesus hari ini mengingatkan kita bahwa kebesaran sejati ditemukan dalam kerendahan hati dan pelayanan. Semoga kita mengikuti teladan-Nya, tidak mencari kemuliaan kita sendiri tetapi hidup sebagai hamba yang setia dan rendah hati di dalam kerajaan-Nya. Karena di mata Allah, orang yang rendah hati akan ditinggikan, dan yang terbesar adalah mereka yang melayani.
RP. PAUL KERANS, SVD