Kamis, 12 Februari 2026
Sabda Kehidupan
Kamis 12 Februari 2026
Markus 7:27-28 (Mrk 7:24-30)
Yesus berkata kepada perempuan Siro-Fenisia itu: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
Jangan Menyerah
Tidak seperti biasanya, kali ini Yesus menolak permintaan perempuan asal Siro-Fenisia ini yang anaknya kerasukan setan. Ia bukan orang Israel dan tidak beriman pada Allah.
Barangkali bagi Yesus, ketulusan hati ibu ini perlu diuji. Dan ternyata tak terduga jawaban ibu itu. Penolakan Yesus tidak membuat ia tersinggung dan putus asa. Cintanya yang begitu besar pada putrinya, mendorong dia untuk tidak mundur, tidak putus asa dan terus bermohon. Ia yakin Yesus pasti menolong. Dengan penuh kerendahan hati ia meminta Yesus berbagi berkat, biarpun tinggal sisa-sisa dari jatah yang tersedia bagi orang Israel.
Yesus sangat tersentuh oleh iman, kegigihan, dan kerendahan hati ibu ini. Tidak tanggung-tanggung, saat itu juga doanya terkabul, anaknya sembuh dari roh jahat.
Kegigihan perempuan Siro-Fenisia ini kiranya menjadi teladan bagi kita dalam mendekati Tuhan dengan penuh iman, ketekunan dan kerendahan hati.
Bila seakan pintu rahmat tertutup, jangan putus asa mengetuk. Yesus telah berjanji “ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mat 7:7).
Setiap doa kita adalah sebuah ketukan di pintu hati Yesus. Bila Ia tidak segera bertindak, bukan berarti pintu tertutup. Kita percaya waktu Tuhan itulah yang terbaik. Sabar menanti adalah ujian bagi kita sekaligus ungkapan kerendahan hati untuk berserah sepenuhnya pada kehendak Tuhan.
Satu hal lagi, cinta si ibu kepada anaknya mendorongnya untuk tidak menyerah. Cinta akan selalu menemukan jalan. Mari terus menambah cinta kita pada orang yang ingin kita doakan, agar ada dorongan untuk tidak menyerah dan terus bermohon dan berserah.
Selamat hari Kamis. Pintu berkat Tuhan selalu terbuka bagi orang yang tak henti datang mengetuk.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 12 Feb 2026
Kamis Pekan Biasa V
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yak 1:21
Bacaan Injil: Mrk 7:24-30
***********
Bait Pengantar Injil
Yak 1:21
Terimalah dengan lemah lembut
sabda Allah yang tertanam dalam hatimu,
sebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu.
Bacaan Injil
Mrk 7:24-30
Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea
dan berangkat ke daerah Tirus.
Ia masuk ke sebuah rumah
dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya.
Tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
Malah di situ ada seorang ibu,
yang anak perempuannya kerasukan roh jahat.
Begitu mendengar tentang Yesus,
Ibu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia.
Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan itu dari anaknya.
Yesus berkata kepadanya,
“Biarlah anak-anak kenyang dahulu!
Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak
dan melemparkannya kepada anjing.”
Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan!
Tetapi anjing di bawah meja pun
makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
Lalu Yesus berkata kepada ibu itu,
“Karena kata-katamu itu, pulanglah,
sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”
Ibu itu pulang ke rumah
dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur,
sedang setan itu sudah keluar.
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
Dalam Injil hari ini seorang wanita Yunani, bukan Yahudi, pergi kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi putrinya. Apa yang Yesus lakukan? Dia menguji iman wanita itu dan ketika Dia melihat imannya yang besar, Yesus mengabulkan permintaannya untuk kesembuhan bagi putrinya.
Yesus hadir untuk kita semua, tanpa memandang siapa kita dan tdk melihat dosa-dosa yang telah kita lakukan. Yang penting adalah kita dengan rendah hati datang kepada-Nya dan mengulurkan tangan kepada-Nya dengan iman. Karena jika kita memiliki iman, tidak ada yang mustahil bagi-Nya dan Dia akan mengabulkan apa yang kita inginkan dari-Nya selama kita memiliki iman.
Kisah perempuan Siro-Fenisia mengajarkan kita bahwa iman melampaui segala rintangan, tidak mudah menyerah, dan akan diberi pahala oleh Tuhan. Semoga kita memiliki iman yang sama berani, rendah hati, dan gigih yang menggerakkan hati Yesus serta mengetahui bahwa Dia selalu siap mencurahkan belas kasih-Nya kepada mereka yang mencari Dia.
Marilah kita mendekati-Nya dengan penuh keyakinan bahwa bahkan “remah” terkecil dari kuasa-Nya pun cukup untuk mengubah hidup kita.
P. PAUL KERANS, SVD