Rabu, 24 Juli 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 24 Juli 2024
Matius 13:3b-4, 5a, 7a (Mat 13:1-9)
Kata Yesus: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu…Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri…
Allah Bapa Tidak Membeda-bedakan Anak-anakNya
Sesungguhnya ada hal yang aneh dan ganjil dalam perumpamaan Yesus tentang penabur ini. Sebagai seorang petani, mengapa si penabur menabur benih tanpa memperhitungkan jenis lahan tempat benih itu ditabur? Lihatlah, ada yang jatuh di pinggir jalan, sebagian di tanah berbatu, yang lain di tengah semak duri, dan hanya sebagian yang jatuh di tanah yang baik. Mengapa tidak semua benih ditanam di tanah yang baik?
Kalau kita simak lebih dalam, ternyata apa yang aneh dan ganjil dalam sebuah perumpamaan Yesus, di situlah justru letak pesan perumpamaan itu, yakni keistimewaan kasih Allah kita yang bertindak jauh melampaui daya nalar dan kebiasaan manusia. Dengan kata lain, bila kita ingin memaknai perumpamaan Yesus, lihatlah hal yang aneh dan ganjil dalam perumpamaan itu.
Misalnya perumpamaan tentang anak yang hilang. Mana ada ayah yang mau membagi harta warisan kepada anaknya selagi ia masih kuat. Apalagi yang meminta anak bungsu yang masih muda belia.
Atau perumpamaan tentang 100 domba dan hilang 1. Orang cenderung membiarkan saja ia hilang karena masih ada 99 yang selamat. Itulah keistimewaan kasih Allah yang tak akan membiarkan 1 pun anakNya yang hilang.
Berbeda dengan kita, Allah tidak membeda-bedakan anak-anakNya. Allah menabur benih rahmatNya kepada semua orang tanpa peduli jenis karakternya, apakah ia orang baik atau tidak, pandai atau bodoh, kaya atau miskin, tua atau muda, dari mana ia berasal. Bukankah hujan turun bagi semua orang dan matahari bersinar bagi semua orang?
Semua orang diberi kepercayaan untuk mendapatkan dan mengembangkan semua karunia dan talenta serta semua potensi yang Tuhan tanam dalam hati.
Oleh karena itu mari kita bangun dari tidur dan mulailah berikhtiar dan berupaya. Tak perlu menyesali diri dan melihat apa yang kurang atau membedakan diri dengan berkat yang diterima orang lain. Mari mengandalkan Tuhan, dan percayalah rahmat dan kasih Allah lebih dari cukup untuk kita bertumbuh dan berbuah.
”Ya Bapa terimakasih untuk semua benih SabdaMu yang Engkau taburkan dalam hidupku, terlepas dari kekurangan dan kelebihanku. Aku menyadari tanpa bantuan rahmatMu tak mungkin aku berbuah. Aku berjanji untuk terus melakukan yang terbaik agar benih kasih yang Engkau taburkan dalam hatiku dapat berbuah banyak. Ampuni dosa-dosaku karena masih banyak duri dalam hatiku, serta batu-batu kebencian yang belum kulepaskan.
Curahkanlah rahmatMu dan segarkanlah selalu iman-harap-kasihku padaMu agar hatiku dan seluruh diriku dapat menjadi tanah yang subur.”
Selamat berkarya di hari baru, rahmat Tuhan cukup bagi kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 24 Jul 2024
Rabu Pekan Biasa XVI
PF S. Sharbel Makhluf, Imam
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan Injil: Mat 13:1-9
**********************************
Bacaan Injil
Mat 13:1-9
Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus ganda.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari
Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau.
Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong
lalu mengerumuni Dia,
sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ,
sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka
dengan memakai perumpamaan-perumpamaan.
Ia berkata, “Ada seorang penabur keluar menaburkan benih.
Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,
lalu burung-burung datang memakannya.
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu,
yang tidak banyak tanahnya,
lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Tetapi sesudah matahari terbit,
layulah tumbuhan itu dan menjadi kering
karena tidak berakar.
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri,
lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah,
ada yang seratus ganda,
ada yang enam puluh ganda,
ada yang tiga puluh ganda.
Barangsiapa bertelinga untuk mendengar,
hendaklah ia mendengarkan!”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KOTA SAUMLAKI, BUMI DUAN LOLAT, TANIMBAR
SEPERTI APAKAH LADANG HATIMU SAAT INI BAGI BENIH FIRMAN TUHAN
“Benih tumbuh atau tidak sangat tergantung pada jenis tanah di mana benih itu disemaikan atau ditanam. Demikian pun Firman Tuhan berdaya guna atau tidak sangat tergantung pada hati yang menerimanya.”
Dengan perumpamaan, Yesus melukiskan tentang jenis hati yang menerima taburan benih firman Tuhan dalam Injil hari ini: “Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah.” ( ayat 3 – 8 )
Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:
1) Tanyakanlah dirimu; Apakah benih firman Tuhan yang selama ini ditaburkan di tanah hatimu telah bertumbuh?
2) Apakah benih firman itu menghasilkan buah kebaikan atau setidak-tidak mengubah diri dan karaktermu?
3) Apa saja usaha yang Anda lakukan agar menyuburkan tanah hatimu sehingga benih firman Tuhan itu tumbuh sampai berbuah?
Ingat Tuhanlah yang memberi pertumbuhan, namun Ia meminta kita untuk menyirami dan memupuk tanah hati kita.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )