Selasa, 03 Februari 2026
Sabda Kehidupan
Selasa 03 Februari 2026
Peringatan St Blasius
Markus 5:34 (Mrk 5:21-43)
Kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
Yesus Sanggup Memulihkan Kita
Seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita sakit pendarahan, sembuh seketika, saat ia menjamah jubah Yesus.
Tidak seperti biasanya orang datang kepada Yesus dan menyampaikan permohonan secara lisan, perempuan ini hanya berucap dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Sentuhan kecil di ujung jubah Yesus oleh tangan penuh pengharapan dan iman, menarik keluar energi ilahi Yesus yang menyembuhkan. Bukan hanya kesembuhan fisik yang ia dapatkan, lebih dari itu, ia mendapatkan keselamatan. Ia sembuh jiwa dan raganya. Hidupnya dipulihkan seutuhnya.
Mari datang selalu pada Yesus. Semua yang kita harapkan terjadi pada kita terpenuhi dalam Yesus. Jamahlah hatiNya dengan doa yang penuh iman. Kita percaya Yesus tetap sama, dahulu sekarang dan sampai selamanya.
Ia memberi kita anugerah serta kasih karunia jauh melampaui apa yang kita harapkan.
Kita minta rejeki, Yesus memberikan kita Roh KudusNya sebagai jawaban untuk semua doa kita. Kita minta kesembuhan, Yesus memberikan kita keselamatan, yakni persatuan kita denganNya sampai kekal.
Dalam kisah Injil hari ini, Yesus juga membangkitkan anak Yairus, kepala rumah ibadat. Orang berpikir sudah terlambat karena si gadis kecil yang sakit sudah meninggal. Bagi Yesus tidak ada kata terlambat. Ia selalu on time, tepat pada waktunya.
Percayalah, Yesus sanggup memulihkan kita. Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya. KepadaNya kita selalu berharap dan percaya. Kasih ilahiNya selalu mengalir di hidup kita.
”St Blasius, Uskup dan martir, doakanlah kami pada Yesus agar sembuh dari pelbagai penyakit.”
Selamat hari Selasa. Selalu ada harapan baru oleh kasih Tuhan bagi kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 03 Feb 2026
Selasa Pekan Biasa IV
PF S. Ansgarius, Uskup
PF S. Blasius, Uskup dan Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 8:17
Bacaan Injil: Mrk 5:21-43
************
Bait Pengantar Injil
Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita,
dan menanggung penyakit kita.
Bacaan Injil
Mrk 5:21-43
Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu,
datanglah orang banyak berbondong-bondong
lalu mengerumuni Dia.
Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau.
Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.
Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya.
Dengan sangat ia memohon kepada-Nya,
“Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati.
Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya,
supaya ia selamat dan tetap hidup.”
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia
dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
Adalah di situ seorang perempuan
yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib,
sampai habislah semua yang ada padanya;
namun sama sekali tidak ada faedahnya,
malah sebaliknya: keadaannya makin memburuk.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus.
Maka di tengah-tengah orang banyak itu
ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
Sebab katanya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya
dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu.
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui,
bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya,
lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya,
“Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
Murid-murid-Nya menjawab,
“Engkau melihat sendiri
bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu!
Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”
Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya
untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar
sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.
Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus.
Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.
Maka kata Yesus kepada perempuan itu,
“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.
Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
Ketika Yesus masih berbicara
datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata,
“Anakmu sudah mati!
Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?”
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka
dan berkata kepada kepala rumah ibadat,
“Jangan takut, percaya saja!”
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta,
kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat,
dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut,
menangis dan meratap dengan suara nyaring.
Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu,
“Mengapa kamu ribut dan menangis?
Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”
Tetapi mereka menertawakan Dia.
Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar.
Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu,
dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus
masuk ke dalam kamar anak itu.
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya, “Talita kum,”
yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan,
sebab umurnya sudah dua belas tahun.
Semua orang yang hadir sangat takjub.
Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka,
supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu,
lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
Hari ini Injil mengundang kita untuk hidup yang disembuhkan dan diperbarui melalui iman dan kasih. Kisah Yairus dan perempuan yang menderita pendarahan selamat 12 tahun mengajarkan kita tiga pelajaran tentang kasih, ketekunan, dan kepercayaan kepada Allah.
Yairus, seorang kepala rumah ibadat, bukan orang sembarangan melainkan seorang pejabat tinggi. Ia meluangkan waktu dari kesibukannya untuk mencari penyembuhan bagi putrinya. Apa yang dilakukannya mengingatkan kita bahwa kasih membutuhkan pengorbanan. Baik itu untuk pasangan, anak-anak, rekan-rekan sekomunitas, atau bahkan untuk hubungan kita dengan Allah, kasih membutuhkan waktu, ruang, dan ketulusan. Apakah Anda memberi ruang dalam hidup Anda untuk orang-orang yang Anda cintai, ataukah kesibukan telah meminggirkan mereka? Kasih bertumbuh ketika kita mengosongkan diri untuk orang lain, membiarkan kasih karunia Allah menopang hubungan kita.
Perempuan yang dua belas tahun lamanya menderita pendarahan menunjukkan kekuatan iman di hadapan kegagalan. Setelah bertahun-tahun menderita, ia berpaling kepada Yesus, percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah-Nya dapat menyembuhkannya. Ia mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan masa lalu kita dapat membentuk kita, membantu kita memahami penderitaan orang lain dan membimbing mereka kepada Kristus. Tuhan mengubah bahkan momen-momen keputusasaan kita menjadi kesempatan untuk mengalami kasih-Nya dan membagikannya kepada orang lain.
Akhirnya, perintah Yesus kepada perempuan muda, anak Yaiurs, “Talita Kum!” – “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” – mengingatkan kita bahwa tidak ada situasi yang melampaui harapan. Orang-orang di sekitar kita mungkin berkata sebaliknya, tetapi dengan iman, Allah dapat membangkitkan apa yang tampaknya hilang dan mati. Ia dapat memulihkan hubungan, memperbarui roh kita, dan menghidupkan kembali apa yang terasa mati. Percayalah kepada-Nya, dan peganglah kebenaran bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Sebagai peziarah, marilah kita berjalan dengan iman, percaya bahwa Allah dapat menyembuhkan luka-luka kita, menghidupkan kembali cinta kita, dan memimpin kita ke dalam kehidupan baru. Dengan Kristus, segala sesuatu mungkin. Percayalah pada janji-janji-Nya, dan bangkitlah untuk hidup sepenuhnya dalam kasih karunia-Nya.
Tuhan Yesus, Engkau mengasihi kami masing-masing secara pribadi dengan kasih yang unik dan pribadi. Sentuh hidupku dengan kuasa-Mu yang menyelamatkan, sembuhkan dan pulihkan aku ke kepenuhan hidup. Bantu aku untuk memberikan diri sepenuhnya dalam pelayanan kasih kepada sesama.
Selamat beraktivitas. Anda sedang berputus asa dan kehilangan harapan? Anda merasa tak berdaya? Percayakan hidup-Mu pada Yesus! ⒿⓁⓊ! ❤
❤︎.
RP Joni Astanto MSC