Kesempatan
KESEMPATAN
( M o t i v a s i )
Saya pernah membaca kata-kata motivasi singkat tapi indah. Bunyinya, “Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua. Tetapi pemuda yang berorientasi pada zonanyaman, telah menua sejak muda.”
Kalimat tersebut di atas memberikan inspirasi sekaligus afirmasi bahwa manusia itu diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengelola alam sekitar dan bisa memberikan kemudahan bagi dirinya. Kita diberi nafas kehidupan itu sendiri sudah merupakan kesempatan. Tuhan begitu sabar kepada manusia. Dalam Injil ditulis, “…Tuan biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk padanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak tebanglah dia!” (Luk 13: 8 – 9). Pohon ara tersebut diberi waktu – kesempatan untuk bertumbuh-kembang.
Peribahasa Inggris yang berbunyi, “opportunity seldom knocks twice”– kesempatan jarang datang dua kali mengajak kita untuk merenungi kesempatan-kesempatan yang pernah kita terima maupun yang kita tolak. Dari etimologinya, opportunity (kesempatan) itu berasal dari bahasa Latin,opportunus yakni: ob: dekat dan portus: pelabuhan. Pelabuhan adalah tempat yang memiliki banyak pilihan. Di pelabuhan tersebut, banyak hal yang bisa dikerjakan, di pelabuhan pula kita berpotensi untuk meninggalkannya dan menuju “dunia baru.” Semuanya tergantung kita memanfaatkan kesempatan, opportunity tersebut. Tidak jarang kita ditawari untukmengerjakan sesuatu (sebuah kesempatan). Namun ada keraguan untuk menerimanya, karena ada rasa takut dan cemas serta kuatir dengan melakukan hal tersebut. Setelah semuanya berlalu dan menyadari apa yang ditolaknya, maka hanya ada penyesalan.
Kita tidak boleh “menunggu” kesempatan datang. Horatius Flaccus (65 – 8 seb.M) penyair lyrik dan satir – pernah berkata, “Rapiamus occasionem de die” yang berarti: marilah kita tangkap kesempatan itu ketika masih ada hari. Maksud dari kata-kata itu adalah bahwa kita hendaklah proactive dalam menanggapi kesempatan. Kesempatan itu mendekat kepada orang-orang yang berani. Sering kita menyaksikan orang-orang yang sukses bukan dari orang-orang yang ber-IQ tinggi. Atau extreme-nya, para karyawan adalah mereka yang memiliki gelar – mungkin S1, S2 bahkan S3 – namun ternyata owner perusahaan adalah seseorang yang “hanya” lulusan SMA. Hal ini dikarenakan orang tersebut berani mengambil risiko untuk menangkap kesempatan ketika masih muda.
Orang bijak pernah berkata, “Orang bodoh membuang-buang kesempatan, orang pandai mencari kesempatan dan orang bijak menciptakan kesempatan.” Kesempatan, opportunity ada di mana-mana dan tidak perlu dicari. Kita tidak perlu mencarinya di seberang sana, tetapi di sekeliling kita ada banyak kesempatan. Milton Berle (1908 – 2002) seorang comedianberkata, “If opportunity doesn’t knock, built a door” – Jika kesempatan tidak mengetuk pintumu, bangunlah pintu. Tugas kita adalah “menciptakan” kesempatan tersebut. Sekali lagi, “Kesempatan itu mendekat kepada orang-orang yang berani.”
Sabtu, 28 November 2013 Rm Markus Marlon MSC
Tulisan-tulisan Motivasi ini sudah dibukukan yang terbit 2 bulan sekali. Sekarang sudah terbit edisi ke-4. Setiap Edisi ada 10 – 12 tulisan dan terbit 40 halaman.
Yang ingin mendapatkan buku-buku tersebut bisa hub:
E-mail: zahir.5561@gmail.com
Atau no HP: 0852.83.9955.61 atau 08964.8941.026