Jumat, 25 April 2025
Sabda Kehidupan
Jumat 25 April 2025
Yohanes 21:7a (Yoh 21:1-14)
Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.”
Dalam Yesus Kita Punya Segalanya
Sepeninggalnya Yesus, para murid kembali kepada rutinitas keseharian mereka. Tapi hari itu, semalam-malaman mereka tak dapat menangkap apa-apa. Mereka pulang dengan tangan hampa.
Saat Yesus meminta ikan hasil tangkapan mereka, dengan kecewa mereka menjawab, “tidak ada.” Yesus-pun menyuruh mereka menebarkan jala di sekitar tempat mereka berada. Hasilnya luar biasa banyak! Sadarlah mereka bahwa Yesus-lah yang datang menolong mereka. Seruan Yohanes ”Itu Tuhan!” tiba-tiba membangunkan mereka dari kelesuan, patah semangat dan kehampaan hidup.
Hadirnya Yesus membawa gairah hidup baru. Bila Tuhan ada, tak ada lagi kata ‘tidak ada’. Dalam Yesus, dalam namaNya yang kudus, kita punya segalanya. Bila Yesus hadir dan campur tangan dalam hidup kita, kita punya harapan baru, semangat baru untuk kembali hidup penuh gairah, serta hidup yang berkelimpahan.
Mari kita melanjutkan pekerjaan kita. Kali ini dengan semangat baru, semangat Paskah. Mari bekerja lebih giat dan penuh semangat. Mari melayani lebih sungguh, dan berbagi berkat dengan setulusnya. Putus asa dan kecewa, merasa hampa tak bergairah, hidup tanpa arti dan tujuan, biarlah menjadi masa lalu kita. Yesus bangkit dan membangkitkan semangat iman, harap dan kasih kita.
Selamat hari Jumat. Mari berkarya penuh semangat dan gairah.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 25 Apr 2025
Jumat Oktaf Paskah
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Yoh 21:1-14
*************
Bait Pengantar Injil
Mzm 118:24
Inilah hari yang dijadikan Tuhan.
Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.
Bacaan Injil
Yoh 21:1-14
Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid;
demikian juga ikan.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sesudah bangkit dari antara orang mati,
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
di pantai danau Tiberias.
Ia menampakkan diri sebagai berikut:
Di pantai itu berkumpul Simon Petrus,
Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea,
anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
Kata Simon Petrus kepada mereka, “Aku pergi menangkap ikan.”
Kata mereka kepadanya, “Kami pergi juga dengan engkau.”
Mereka berangkat lalu naik ke perahu,
tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai;
akan tetapi murid-murid itu tidak tahu,
bahwa itu adalah Yesus.
Kata Yesus kepada mereka,
“Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?”
Jawab mereka, “Tidak ada.”
Maka kata Yesus kepada mereka,
“Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu,
maka akan kamu peroleh.”
Lalu mereka menebarkannya,
dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus,
“Itu Tuhan!”
Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan,
maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian,
lalu terjun ke dalam danau.
Murid-murid yang lain datang dengan perahu
karena mereka tidak jauh dari darat,
hanya kira-kira dua ratus hasta saja;
dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
Ketika tiba di darat,
mereka melihat api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti.
Kata Yesus kepada mereka,
“Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu angkat itu.”
Simon Petrus naik ke perahu,
lalu menghela jala itu ke darat,
penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya;
dan sungguhpun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak.
Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah!”
Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani
bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?”
Sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan.
Yesus maju ke depan,
mengambil roti dan memberikannya kepada mereka;
demikian juga ikan itu.
Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri
kepada murid-murid-Nya
sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Demikianlah sabda Tuhan.
***************
ℍ
Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. (Yoh 21: 12 – 13)
Injil Yohanes dua kali menulis tentang api arang. Kedua kisah tersebut saling berkaitan: pertama, pada saat Petrus menyangkal Tuhan dan kedua, pada saat pemulihannya. Pada malam sebelum sengsara Tuhan, di depan perapian, Petrus menyangkal Yesus tiga kali dengan mengatakan, “Aku bahkan tidak mengenal Dia” (Matius 26:72-74). Ada kemungkinan bahwa api di tepi pantai, dengan Yesus berdiri di sampingnya, mengingatkan dia akan penyangkalannya terhadap Gurunya.
Dalam bacaan Injil hari ini disebutkan bahwa “Tidak seorang pun dari murid-murid-Nya berani bertanya kepada-Nya: ‘Siapakah Engkau?’, karena mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan”. Mereka tahu bahwa hanya Kristus yang dapat mengasihi mereka sejauh itu. Bahkan, pada saat-saat genting dalam kehidupan Kristus, semua murid meninggalkan-Nya. Akhirnya, mereka berkumpul kembali di tempat yang sama di mana Dia pertama kali memanggil mereka. Dia datang lagi untuk mencari mereka di Danau Tiberias, memanggil mereka untuk kedua kalinya. Meski para rasul lamban untuk memahami, Dia berjalan mengikuti langkah mereka karena cinta itu sabar. Kasih itu sabar menunggu, karena ia tahu bahwa pada akhirnya, ada kebaikan di dalam diri setiap orang.
Yesus memastikan dua hal di tepi danau Tiberias: Pertama, Dia tidak pernah menyalahkan mereka atas ketidaksetiaan mereka, melainkan menerima mereka apa adanya. Kedua, Dia menghargai kerja keras mereka dan mengundang mereka untuk mengambil beberapa ikan dari hasil tangkapan mereka agar sarapan mereka tetap lezat. Ada kesederhanaan dan keakraban yang menyentuh dalam diri Tuhan yang Bangkit, yang memanggang ikan di atas api arang dan mengundang sahabat-sahabat-Nya untuk sarapan.
Dalam cinta sejati, semua ketidaksempurnaan orang lain lenyap.
“Tuhan, berilah aku rahmat untuk memeluk belas kasih-Mu dan membagikannya kepada sesama. Amin.”
Selamat beraktivitas. Mari hidupi kasih sejati. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC