Selasa, 25 November 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 25 November 2025
Lukas 21:09(Luk 21:5-11)
”Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”
Mengapa Peperangan Tak Pernah Berhenti
Setiap saat kita berdoa agar peperangan di dunia ini berhenti dan manusia hidup dalam damai. Namun perang tak pernah berhenti dan pertempuran terus berlangsung. Bangsa yang satu melawan bangsa yang lain. Orang yang satu melawan orang lain.
Bukan karena Tuhan seakan tidur dan membiarkan semua ini terjadi, akan tetapi karena orang tidak peduli entah ada damai atau tidak, sejauh keinginannya belum terwujud, hawa nafsunya belum terlampiaskan, orang tetap melihat orang lain sebagai saingan, penghalang, musuh yang harus disingkirkan.
Di jaman now, tidak perlu menggunakan senjata untuk menyingkirkan orang lain. Cukup dengan 2 jari menekan layar sentuh handphone-nya. Tidak perlu dengan hujan bom, cukup dengan hujan kata-kata dan ujaran kebencian.
Tidak perlu dengan membuktikan bahwa orang lain salah. Cukup dengan merasa diri paling benar dan paling suci. Tidak perlu dengan meruntuhkan milik orang lain. Cukup dengan membanggakan diri atas semua capaian yang ia peroleh.
Demikianlah cara Iblis bekerja sehingga ‘manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia yang lain.
Peperangan akan terus terjadi bila orang selalu ingin menang sendiri, tidak mau mengalah dan rendah hati. Bila kebencian dan permusuhan terus dipelihara, amarah dan balas dendam terus menguasai diri, dan hawa nafsu tak mampu dikendalikan. Semua ini menjadi jalan masuk kuasa jahat untuk terus mencengkeram kita, dan senang bila anak-anak Tuhan saling bertikai satu sama lain.
Mari terus berupaya menjadi pembawa damai, belaskasih dan pengampunan. Inilah senjata yang paling ampuh menghadapi segala jenis peperangan.
”Ya Yesus, Sang Raja Damai. Berilah damai di hati kami. Hancurkanlah kebencian dan kesombongan dalam hati kami. Jdikanlah hati kami seperti hatiMu. Amin.”
Syalom, damailah di hati❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 25 Nov 2025
Selasa Pekan Biasa XXXIV
PF S. Katarina dr Aleksandria, Perawan dan Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Why 2:10c
Bacaan Injil: Luk 21:5-11
************
Bait Pengantar Injil
Why 2:10c
Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan,
dan Aku akan mengurniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Bacaan Injil
Luk 21:5-11
Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah
dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah,
dan berbagai macam barang persembahan.
Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
“Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan,
dan tidak akan ada satu batu pun
dibiarkan terletak di atas batu yang lain.”
Lalu murid-murid bertanya,
“Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi?
Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”
Jawab Yesus, “Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan.
Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku,
dan berkata,
‘Akulah Dia’ dan ‘Saatnya sudah dekat.’
Janganlah kalian mengikuti mereka.
Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan,
janganlah kalian terkejut.
Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu,
tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”
Kemudian Yesus berkata kepada mereka,
“Bangsa akan bangkit melawan bangsa
dan kerajaan melawan kerajaan.
Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat,
dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan.
Dan akan terjadi juga
hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan.” (Luk 21: 8 )
Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang kehancuran, perang, dan bencana — gambaran yang mudah membuat kita takut. Namun, tujuan-Nya bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangkitkan harapan. Yesus mengajak kita untuk melihat di balik penampilan luar itu dan percaya bahwa meskipun dunia seolah-olah runtuh, rencana Allah terus berlanjut.
Ketika para murid kagum akan keindahan Bait Suci, Yesus mengingatkan mereka bahwa bahkan batu-batu yang paling megah pun bisa runtuh. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Keamanan kita tidak boleh bergantung pada bangunan, kekuasaan, atau harta benda, tetapi hanya pada kasih Allah — satu-satunya dasar yang tidak pernah runtuh.
Lalu Yesus berkata, “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan.” Di masa-masa penuh kekacauan, banyak suara mengklaim memiliki jawaban, berbicara atas nama-Nya. Namun Yesus memperingatkan kita: jangan kamu disesatkan. Kebenaran tidak ditemukan dalam ketakutan atau sensasionalisme, tetapi dalam iman yang teguh dan kebijaksanaan.
Sepanjang sejarah, umat beriman telah melewati perang, wabah, dan revolusi. Umat Kristen awal yang pertama kali mendengar Injil Lukas juga sangat memahami realitas-realitas ini. Namun Yesus berkata kepada mereka — dan kepada kita — “Janganlah takut.” Kata-kata ini bukan optimisme naif; melainkan kedamaian yang mendalam dari seseorang yang yakin teguh bahwa Allah masih menjadi Tuhan atas sejarah.
Iman kita memanggil kita bukan untuk melarikan diri dari dunia, tetapi untuk hidup di dalamnya dengan keberanian dan belas kasihan. Bahkan di tengah kekacauan, kita dipanggil untuk menjadi saksi pengharapan — orang-orang yang percaya bahwa cinta lebih kuat daripada kehancuran, dan bahwa Kerajaan Allah tumbuh dengan tenang di hati mereka yang percaya.
Jadi, ketika ketakutan muncul, mari kita ingat: Kristus berjalan bersama kita. Salib dan Kebangkitan-Nya meyakinkan kita bahwa kegelapan tidaklah abadi, dan bahwa setiap akhir dalam-Nya adalah awal kehidupan baru.
Tuhan, teguhkanlah kami, agar iman, kepercayaan, dan kasih kami tidak goyah dalam kesulitan dan badai zaman ini. Bantulah kami setia untuk hidup sebagai orang-orang Kristen yang bertanggungjawab setiap hari. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan beserta kita selalu. ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC