Minggu, 23 Februari 2025
Sabda Kehidupan
Minggu 23 Februari 2025
Hari Minggu Biasa VI
Lukas 6:27-29 (Luk 6:27-38)
”Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain….”
Menjadi Seperti Yesus
Betapa berat menjadi seorang Kristiani dengan tuntutan yang radikal seperti apa yang diminta Yesus dari kita.
Bagaimana mungkin kita memberikan pipi kiri bila orang menampar pipi kanan kita? Betapa sulitnya memohonkan berkat bagi orang yang membenci, mencaci dan mengutuk kita. Bukankah wajar kalau orang-orang itu kita hapus dari daftar teman?
Bukankah kita akan dianggap bodoh bila mengalah dan membiarkan diri teraniaya? Inilah yang diajarkan dunia kepada kita untuk membalas dendam. Sementara Yesus menghendaki yang sebaliknya.
Tentu bukanlah Yesus kalau Ia hanya mengajar saja atau menunjuk jalan yang Ia sendiri tidak bisa jalani. Yesus memilih jalan pengosongan diri ini dan mati di salib agar prinsip cinta kasih sejati, mengampuni dan menyangkal diri, rela berkorban dan melayani serta memberi diri secara total menjadi jalan hidup kita.
Dengan kata lain, menjadi seperti Yesus itulah maksud utama perutusan kita di dunia ini. Sebagaimana Yesus mencintai sampai sehabis-habisnya, demikian juga kita menjadi pejuang cintakasih yang total dan radikal.
Bukankah emas harus dimurnikan dengan api? Bukankah berlian harus dipotong, digerinda, dan diasah hingga memancarkan kilau yang indah? Bukankah pedang yang tajam harus ditempa dengan alat pemukul yang kuat?
Demikianlah Yesus menempa kita menjadi laskar Kristus, laskar cintakasih. Yesus berada di barisan paling depan memberi kita semangat juang dengan api Roh KudusNya. Ia telah lebih dahulu menjalani sengsara dan salib bahkan sampai mati. Namun Ia keluar sebagai pemenang yang jaya.
Demikian juga bersama Yesus kita dikuatkan dan dimampukan untuk menjadi seperti Yesus, mencintai sampai terluka, mengampuni tanpa henti, dan mengasihi seperti Yesus telah mengasihi kita.
”Ya Yesus, jadikanlah hati kami seperti hatiMu. Amin”
Selamat Hari Minggu. Damai selalu di hati.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 23 Feb 2025
Minggu Pekan Biasa VII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34
Bacaan Injil: Luk 6:27-38
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 13:34
Aku memberikan perintah baru kepadamu, sabda Tuhan,
yaitu supaya kamu saling mengasihi,
sama seperti Aku telah mengasihi kamu.
Bacaan Injil
Luk 6:27-38
Hendaklah kamu murah hati
sebagaimana Bapamu murah hati adanya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa
Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Dengarkanlah perkataan-Ku ini:
Kasihilah musuhmu,
berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.
Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu.
Berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
Bila orang menampar pipimu yang satu,
berikanlah juga pipimu yang lain.
Bila orang mengambil jubahmu,
biarkan juga ia mengambil bajumu.
Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu,
dan janganlah meminta kembali
dari orang yang mengambil kepunyaanmu.
Sebagaimana kamu kehendaki orang perbuat kepadamu,
demikian pula hendaknya berbuat kepada mereka.
Kalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun
mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka.
Kalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.
Dan kalau kamu memberikan pinjaman kepada orang
dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya, apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa,
supaya mereka menerima kembali sama banyak.
Tetapi kamu,
kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka
dan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan;
maka ganjaranmu akan besar,
dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi.
Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih
dan terhadap orang-orang jahat.
Hendaklah kamu murah hati,
sebagaimana Bapamu murah hati adanya.
Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi.
Dan janganlah kamu menghukum,
maka kamu pun tidak akan dihukum.
Ampunilah, maka kamu akan diampuni.
Berilah, maka kamu akan diberi.
Suatu takaran yang baik,
yang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar,
akan dicurahkan ke pangkuanmu.
Sebab ukuran yang kamu pakai akan diukurkan pula kepadamu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
*GUNAKAN “SENJATA” KEBAIKAN, CINTA/KASIH, PENGAMPUNAN DAN DOA BAGI YANG MEMBENCI DAN
MEMUSUHI SAYA, ANDA*
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Kasihilah musuhmu
“Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi mereka yg mencaci kamu” (Luk. 6:27-28). Sabda ini sangat bertentangan dg keinginan manusia pd umumnya: “Kasihilah sesamamu manusia dan BENCILAH MUSUHMU!” (Mat. 5:43). Ajakan Yesus utk mengasihi dan mendoakan musuh merupakan ajakan yg baik, karena dgn begitu HIDUP saya,anda (yg memiliki musuh) AKAN MENJADI NYAMAN, DAMAI DAN TENANG. Tidak ada perasaan dendam, tdk lagi ada ketakutan akan pembalasan. Hidup ini SEMAKIN DIRASAKAN RINGAN (tak ada beban) KETIKA HATI SAYA, ANDA DIPENUHI CINTA dan DAMAI.
Berbuat baik, mengasihi, mengampuni dan mendoakan sesama termasuk “musuh” adalah suatu bentuk kepasrahan dan penyerahan diri, suatu sikap iman, di mana SEGALA PERKARA, PERSOALAN HIDUP, termasuk MUSUH yang dihadapi itu , AKAN DISELESAIKAN, “DIURUS” OLEH TUHAN ALLAH (dlm kerjasama dgn kita).
Doa (mendoakan) adalah harapan/sarana yg mampu mengubah hati seseorang (musuh) karena kita mengandalkan Tuhan Allah, agar Tuhan Allah sendirilah yang akan MENYAPA hati (musuh).
Mengasihi musuh dan mendoakan mereka merupakan tanda KEDEWASAAN ORANG BERIMAN (kita) dalam menyikapi masalah, persoalan hidup (termasuk musuh).
Memang mengasihi dan mendoakan musuh tidak lantas menyelesaikan soal, masalah, tetapi paling kurang dgn begitu KEBAIKAN YG DIMULAI DARI DIRI SENDIRI akan memunculkan KEADAAN HATI YG BAIK, CARA HIDUP YG BAIK, PEMIKIRAN YG BAIK, SUASANA HATI YG TEDUH TENANG, yg membuat seseorang (saya,anda) MENJADI BIJAKSANA dalam menyelesaikan segala perkara.
Jika tidak mengasihi dan tidak mendoakan musuh, saya, anda akan selamanya merasa “terganggu”; bisa menganggap musuh sebagai ORANG YG TIDAK BOLEH ADA DI HADAPAN saya, anda. Hidup menjadi tidak nyaman.
Maka berbuat baiklah, kasihilah, maafkanlah dan doakanlah sesama saya, anda, terlebih musuh2 saya, anda! Gunakanlah “senjata” kebaikan, cintakasih, pengampunan dan doa bagi orang lain (BAWA DALAM DOA! Ekaristi transformasi – Harian maupun Wajib Mingguan dan Hari2 yang diwajibkan menurut ajaran Gereja Katolik; Di sana ada penebusan, penghapusan dosa), terutama musuh saya, anda supaya hidup saya, anda menjadi aman, tenteram, penuh damai dan sukacita. Hidup betul dinikmati. Selamat menikmati hidup ini!
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang selalu menggunakan “senjata” kebaikan, cintakasih, pengampunan dan doa bagi orang lain, terutama musuh2 saya, anda. Amin.