Senin, 26 Agustus 2024
Sabda Kehidupan
Senin 26 Agustus 2024
Matius 23:13 (Mat 23:13-20)
”Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”
Teguran Yesus Untuk Memurnikan Hati
Yesus menegur dan mengecam para ahli Taurat dan orang Farisi karena mereka adalah orang terpelajar dan terkemuka di Israel. Akan tetapi bukannya menggunakan keahlian dan kelebihannya untuk melayani umat Allah, mereka malah menambah syarat dan beban yang tak perlu hingga membuat orang lain terbeban dengan perintah-perintah keagamaan.
Mereka melakukannya demi untuk menaikkan gengsi dan kewibawaannya sebagai kelompok elit dan terpelajar, padahal apa yang mereka ajarkan tidak mereka lakukan. Akibatnya hukum Taurat yang seharusnya membebaskan dan membawa sukacita, malah menjadi belenggu karena menjadi sekedar formalitas aturan dan prosedur yang kaku.
Oleh pengajaran mereka, Allah yang penuh kasih sayang menjadi Allah yang suka menghukum dan mencari-cari kesalahan. Allah yang lebih suka menutup pintu rahmat bukannya yang maha pengampun dan terbuka selalu untuk mengangkat anak-anakNya yang jatuh.
Yesus datang untuk memurnikan kembali hukum Taurat dan mengabarkan betapa Allah tidak seperti yang diajarkan orang Farisi dan ahli Taurat. Allah adalah Bapa yang mencari anakNya yang hilang, Gembala baik yang tak membiarkan domba-dombaNya tersesat. Allah yang peduli dengan derita manusia dan ikut menderita agar kita dikuatkan dalam derita. Kita tidak sendirian menanggung derita. Pandanglah salib Yesus dan kita akan tahu betapa Allah begitu mengasihi kita.
Bila cara hidup kita jauh dari salib dan hanya mengejar kesenangan belaka, semoga teguran Yesus mengembalikan kita ke jalan yang benar dan penuh hikmat.
Semangat Senin! Jagalah kemurnian hati dan jadilah pembawa damai.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 26 Agt 2024
Senin Pekan Biasa XXI
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Mat 23:13-22
***************************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
Bacaan Injil
Mat 23:13-22
Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta!
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari
Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
“Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian orang-orang munafik,
karena kalian menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang.
Sebab kalian sendiri tidak masuk
dan kalian merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian, orang-orang munafik,
sebab kalian menelan rumah janda-janda
sementara mengelabui indra orang dengan doa yang panjang-panjang.
Sebab itu kalian pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.
Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian, orang-orang munafik,
sebab kalian mengarungi lautan dan menjelajah daratan
untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu
dan sesudah ia bertobat, kalian menjadikan dia orang neraka,
yang dua kali lebih jahat dari pada kalian sendiri.
Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata,
‘Bila bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah;
tetapi bersumpah demi emas bait suci, sumpah itu mengikat.’
Hai kalian, orang-orang bodoh dan orang-orang buta,
manakah yang lebih penting,
emas atau bait suci yang menguduskan emas itu?
Dan kalian berkata, ‘Bila bersumpah demi mezbah,
sumpah itu tidak sah;
tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya,
sumpah itu mengikat.’
Hai kalian orang-orang buta, manakah yang lebih penting,
persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah,
ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu
yang terletak di atasnya.
Dan barangsiapa bersumpah demi bait suci,
ia bersumpah demi bait suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
Dan barangsiapa bersumpah demi surga,
ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia,
yang bersemayam di atasnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***************************************
ℍ
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik!” (Mat 23: 13
Setiap hari kita melihat penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan dalam agama, pemerintahan dan di lembaga-lembaga lainnya, menampilkan wajah dari segala jenis keserakahan dan pembusukan yang merusak tatanan masyarakat. Posisi pelayanan disalahgunakan menjadi alat untuk mengeruk keuntungan pribadi, seringkali dengan mengorbankan yang paling lemah dan paling membutuhkan. Tak sedikit negara yang sejak lama seharusnya makmur sejahtera dan mampu menyediakan kehidupan berkualitas tinggi bagi rakyatnya, namun banyak rakyat hidup sengsara, sementara sekelompok kecil elit hidup dalam kemewahan tanpa rasa malu.
Gereja pun dapat jatuh dalam kecenderungan untuk terlalu mementingkan uang dengan mengorbankan misi pastoralnya. Keuskupan, paroki, uskup atau imam yang memperkaya diri di tengah dunia yang penuh kemiskinan adalah batu sandungan utama bagi Injil Kristus.
Dalam Injil hari ini Yesus yang biasanya tenang dan penuh kasih, marah pada eksploitasi dan ketidakadilan semacam ini. Dia mengkritik ahli Taurat dan orang Farisi, menyebut mereka munafik dan mengecam mereka. Dengan dalih melaksanakan hukum dan aturan-aturan, orang-orang Farisi menemukan keuntungan politik dan ekonomi. Mereka menuntut agar orang lain juga menempatkan diri mereka di bawah hukum. Tetapi hanya merekalah yang memiliki hak untuk menafsirkan hukum itu demi keuntungan mereka. Oleh karena itu, hukum menjadi alat untuk penindasan politik dan ekonomi. Yesus ingin membebaskan semua orang dari perbudakan hukum. Tentu saja Ia menghendaki pelaksanaan hukum, namun sikap terhadap hukum harus diubah. Hukum yang telah menjadi tuan atas manusia harus dijadikan pelayan. Manusia harus bertanggung jawab atas hukum, dan harus menggunakan hukum untuk melayani kebutuhan umat manusia. Hukum dan aturan perlu dipatuhi. Tapi hukum harus melayani kebaikan dan kesejahteraan umat manusia.
Bagaimanakah sikap kita? Kekudusan dan praktek kesalehan harus memampukan kita untuk lebih mengasihi.
Yesus, meski kami tak sempurna, jadikanlah kami lebih mengasihi, sabar, dan rendah hati sehingga orang lain dapat percaya, melihat, dan terinspirasi oleh karya-karya-Mu melalui diri kami. Amin.
Selamat beraktivitas di pekan yang baru. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC