Kamis, 21 November 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 21 November 2024
Lukas 19:41-42 (Luk 19:41-44)
Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu ~ (Yerusalem)~ Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu…”
Apa Yang Perlu Untuk Damai Sejahtera Kita?
Yerusalem adalah kota Allah. Tempat di mana Bait Allah dengan megah berdiri. Setelah berakhirnya era para raja Israel, penduduknya menantikan datangnya seorang Raja baru, Sang Mesias, Dia yang diurapi, Putra Daud. Namun sayang sekali ketika sang Mesias yang dinantikannya tiba, tak ada seorangpun yang mengenal dan menyadarinya.
Pikir mereka, Mesias haruslah berpakaian jubah raja dengan segala kebesarannya. Padahal Nabi Yesaya telah menggambarkan datangnya Mesias sebagai “Hamba Allah” yang bersahaja.
Betapa sedih hati Yesus, hingga Ia menangisi kota itu. Dia-lah Mesias, ‘Sang Raja Yang Diutapi’, Allah Perkasa yang telah menjadi Imanuel – Allah beserta kita – namun hanya sisa kecil Israel yang menyadarinya. Semarak dunia telah membutakan mata mereka. Impian duniawi dengan segala kemegahannya telah menyilaukan mata mereka hingga tak mampu melihat hadirnya Tuhan. Ambisi kekuasaan telah mengeraskan hati mereka hingga mereka menolak Yesus yang dianggap sebagai saingan bahkan musuh.
Mesias yang seharusnya datang menyelamatkan mereka dari lumpur dosa akhirnya mereka bunuh dan salibkan. Sejarah mencatat tahun 70 kota Yerusalem dihancurkan tentara Romawi. Bait Suci juga hancur dan hingga kini tak dapat dibangun kembali.
Allah hadir atas berbagai cara dalam hidup kita. Kesadaran akan hadirNya Tuhan di setiap saat, entah di duka atau di suka, sangatlah berarti untuk damai sejahtera kita. Keyakinan iman bahwa ada tangan Tuhan yang kuat kuasa di balik badai kehidupan, serta kemampuan melihat dengan mata iman dan mengenali wajah Allah dalam diri sesama yang paling kecil sekalipun, itulah yang perlu untuk damai sejahtera kita.
Yesus ada dan hadir untuk kita. Ia berjalan bersama kita. Dia-lah sumber damai sejahtera kita. Jangan biarkan gemerlap dunia dan segala kesenangan yang ditawarkannya atau rasa jemu dan monoton hidup menggereja yang tidak menarik lagi, melumpuhkan semangat iman kita untuk mengenali wajah Yesus di setiap peristiwa hidup kita.
Selamat hari Kamis. Damai sejahtera Tuhan hadir di hati❤
Ps Revi Tanod Pr (Jakarta)
Kalender Liturgi 21 Nov 2024
Kamis Pekan Biasa XXXIII
PW S. Maria Dipersembahkan kepada Allah
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab
Bacaan Injil: Luk 19:41-44
*************************************
Bait Pengantar Injil
Mzm 95:8ab
Hari ini janganlah bertegar hati,,
tetapi dengarkanlah suata Tuhan.
Bacaan Injil
Luk 19:41-44
Andaikan engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu!
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada waktu itu,
ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu,
Ia menangisinya, kata-Nya,
“Wahai Yerusalem, alangkah baiknya
andaikan pada hari ini juga engkau mengerti
apa yang perlu untuk damai sejahteramu!
Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
Sebab akan datang harinya,
musuhmu mengelilingi engkau dengan kubu,
lalu mengepung dan menghimpit engkau dari segala jurusan.
Dan mereka akan membinasakan dikau beserta semua pendudukmu.
Tembokmu akan dirobohkan
dan tiada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain.
Sebab engkau tidak mengetahui saat Allah melawati engkau.”
Demikanlah sabda Tuhan.
**************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI STASI FERUNI, PULAU TRANGAN, ARU SELATAN
SADAR DAN BERTOBATLAH SEBELUM ORANG LAIN MENANGISIMU
“Kadang kita terlena untuk menikmati dosa dan kesalahan sampai pada keadaan di mana orang lain pun hanya bisa merasa iba terhadap apa yang kita alami karena kita sendiri tidak mau berubah dan bertobat.”
Ketika melihat kota Yerusalem, Yesus menangisinya karena Ia mengetahui nasib buruk yang dialaminya karena penduduknya tidak mau bertobat. Kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.” ( ayat 42 )
Karena itu inilah yang harus Anda lakukan:
1) Jangan terlena dengan kejahatan, ketidakadilan dan dosa yang kita perbuat karena akan ada saatnya di mana semuanya itu akan menyengsarakan kita;
2) Segeralah bertobat bila kesempatan untuk itu mendatangimu;
3) Berubah dan berbuat baik adalah buah-buah dari pertobatan.
Jangan membiarkan dirimu ditangisi oleh orang lain karena saat itu mungkin mereka tidak bisa berbuat sesuatu untuk membantumu lagi.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )