Minggu, 09 Juni 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 09 Juni 2024
Markus 3:28-29 (Mrk 3:20-35)
”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”
Dosa Melawan Roh Kudus Tak Terampuni
Yesus begitu mencintai kita, karena itu Ia telah menganugerahkan Roh Kudus, Roh-Nya sendiri untuk tinggal dalam hati kita. Oleh Roh Kudus-lah kita dapat berdoa dan berseru kepada Allah, “Abba ya Bapa.”
Roh Kudus Allah selalu mengetuk pintu hati kita, mengangkat hati kita untuk masuk ke dalam hadirat Allah yang kudus.
Apabila seseorang memadamkan api Roh Kudus dalam dirinya, maka tak ada lagi kerinduan dalam dirinya untuk mencari kebenaran dan kebaikan karena merasa ia sendirilah kebenaran itu. Ia telah membuat dirinya menjadi tuhan atas hidupnya dan tidak mau hidup dalam tuntunan Allah. Bagaimana mungkin ada pertobatan dalam dirinya?
Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa ia berbuat dosa kekal. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa ia telah berbuat dosa, dan terus membenarkan diri dan menutup seluruh pintu hatinya terhadap bisikan Roh Kudus.
Para ahli Taurat tidak mau membuka hati dan melihat karya Allah dalam mujizat-mujizat Yesus. Mereka malah menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa penghulu setan. Apapun yang dilakukan Yesus, sebaik apapun itu tetap saja dilihat oleh para ahli Taurat, sebagai karya iblis dan menolak percaya kepadaNya.
Inilah contoh dari sikap orang yang memadamkan Roh Kudus dalam hatinya. Ia kehilangan hati nuraninya karena tegar hati, dan tidak mau mendengar bisikan Roh Kudus dalam hatinya. Yesus dengan tegas mengingatkan para ahli Taurat dan tentu kita semua, bahwa “apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”
Tanda bahwa Roh Allah masih bekerja dalam diri kita adalah berdoa. Masuklah selalu dalam doa dan dengarkanlah bisikan Roh Kudus dalam hati. Mohon rahmat Roh Kudus untuk melihat hadirnya Allah dan semua karyaNya, sekalipun dalam diri orang yang paling kecil dan hina. Bersama Roh Allah, mari mengangkat hati, menyembah dan berseru,
”Abba, ya Bapa. Bukalah hatiku ya Bapa untuk percaya pada Yesus, Tuhan dan Allah-ku. Utuslah Roh Kudus dan nyalakanlah selalu dalam hatiku, api cinta kasihMu.”
Selamat Hari Minggu. Roh Kudus Allah memenuhi seluruh hidup kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 09 Jun 2024
Minggu Pekan Biasa X
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 12:31b-32
Bacaan Injil: Mrk 3:20-35
***************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 12:31b-32
Sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.
Dan Aku, apabila sudah ditinggikan dari bumi,
Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.
Bacaan Injil
Mrk 3:20-35
Kesudahan Iblis sudah tiba.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa,
ketika Yesus dan murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah,
datanglah orang banyak berkerumun,
sehingga makan pun mereka tidak dapat.
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu,
mereka datang hendak mengambil Yesus,
sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata,
“Ia kerasukan Beelzebul!”
Ada juga yang berkata,
“Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”
Yesus memanggil mereka,
lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan,
“Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah,
kerajaan itu tidak dapat bertahan,
dan jika suatu rumahtangga terpecah-pecah,
rumahtangga itu tidak dapat bertahan.
Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri,
dan kalau ia terbagi-bagi,
ia tidak dapat bertahan,
malahan sudah tamatlah riwayatnya.
Camkanlah!
Tidak seorang pun dapat memasuki rumah orang yang kuat
untuk merampas harta bendanya,
kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu.
Lalu barulah dapat ia merampok rumah itu.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni,
ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus,
ia tidak mendapat ampun untuk selama-lamanya,
sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa yang kekal.”
Yesus berkata demikian karena mereka bilang
bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus.
Mereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus.
Waktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia,
mereka berkata kepada Yesus,
“Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar,
dan berusaha menemui Engkau!”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?”
Yesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu,
dan berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Barangsiapa melakukan kehendak Allah,
dialah saudara-Ku laki-laki,
dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!”
Demikianlah sabda Tuhan.
**********************************
MENDENGARKAN DAN MELAKSANAKAN KEHENDAK ALLAH
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Minggu, 9 Juni 2024
Pekan Biasa X/B/II
Mrk. 3:20-35: Yesus dan sanak saudaraNya
Yesus beri definisi baru tt KELUARGA. Bukan sekedar kumpulan orang2 (suami, isteri, anak2) yg memiliki ikatan darah dan ikatan perkawinan, melainkan JAUH LEBIH LUAS DAN MENDALAM yaitu PERSEKUTUAN ORANG2 YANG MENDENGARKAN DAN (terutama) MELAKSANAKAN RENCANA DAN KEHENDAK ALLAH. “Lihat, ibu dan saudara dan saudaraMu ada di luar dan berusaha menemui Engkau” kata orang banyak yg duduk mengelilingiNya. “Siapa ibuKu? Siapa saudara-saudaraKu?? Ia melihat kepada orang2 yang duduk di sekelilingNya dan berkata: Ini IbuKu dan saudara-saudaraKu! Barangsiapa (mendengarkan dan) MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH, dialah saudara-Ku laki2, dialah saudara-Ku perempuan, dialah Ibu-Ku” (Mrk. 3:32-35).
Yesus mau menegaskan bahwa KELUARGA saya, anda bukanlah “suatu persekutuan biasa” tempat orang berkumpul atas namanya sendiri atau atas dasar kepentingan manusia semata-mata. Itu jg satu dasarnya!! Tetapi LEBIH MENDALAM LAGI DARI ITU: keluarga saya adalah PERSEKUTUAN ATAS NAMA ALLAH DAN ATAS DASAR ALLAH yg diberi tugas dan tanggungjawab untuk mendengarkan, mewujudkan serta MELAKUKAN RENCANA dan KEHENDAK ALLAH, dan menjadi TEMPAT BERTUMBUH dan BERKEMBANGNYA nilai2 keagamaan (iman, harap dan cintaksih) serta kebaikan dan kebenaran serta keselamatan umum/bersama (bonum comune).
Keluarga saya,anda adalah persekutuan doa, persekutuan iman, harap dan cintakasih kristiani (persekutuan mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah). Sdhkah saya, anda beri porsi TEMPAT dan WAKTU yang pas dan seimbang utk berdoa di tengah kesibukan duniawi ini?? Bgm misa harian saya, anda (yang memang vakultatip)? Terutama bagaimana Misa HARI MINGGU dan HARI RAYA saya,anda (yang adalah WAJIB utk saya, anda yg Katolik, BUKAN FAKULTATIP)?? Bagaimana DOA MALAM BERSAMA dalam keluarga saya, anda?? Sudahkah saya, anda BERBAGI KASIH, melakukan aneka perbuatan baik dan kasih untuk Tuhan dan orang lain dan “saudara-saudari” alam ciptaan/lingkungan hidup lainnya?
Mudah2an saya, anda dan keluarga saya, anda TIDAK MELUPAKAN atau MENGABAIKAN ITU karena kesibukan dan tuntutan kerja saya, anda yg semakin padat.
Selamat menjadi anggota Keluarga Allah. Selamat menjadi saudara dan saudari Allah dan alam ciptaan/lingkungan hidup! Selamat mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah dlm hidup bersama orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainNya!!
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda yang tekun mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah. Amin.