Sabtu, 28 September 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 28 September 2024
Lukas 9:43b-44 (Luk 9:43b-45)
Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”
Memilih Memikul Salib
Pada kisah sebelumnya penginjil Lukas menceritakan bagaimana Yesus membuat mujizat perbanyakan roti (Luk 9:10-17). Lukas juga mengisahkan bagaimana Yesus meredakan angin badai, mengusir roh jahat dan menyembuhkan orang sakit secara ajaib.
Di tengah kejayaanNya mengadakan mujizat dan hal hebat lainnya, mengapa Yesus berkata bahwa Ia akan diserahkan ke dalam tangan manusia? Bukankah kehebatan Yesus memungkinkanNya menghindari semua derita dan kesulitan hidup?
Yesus bisa saja menghindari derita dan salib, tapi Ia memilih jalan yang paling sulit dan berat ini demi cintaNya bagi kita. Sama halnya dengan seorang pejabat dengan segala fasilitas kendaraan tapi memilih berjalan kaki bersama rakyatnya.
Yesus datang untuk menunjukkan betapa besar cinta Allah kepada kita manusia. Maka ketika cinta itu menuntut pengorbanan bahkan salib, Yesus tidak lari dan mencari selamat sendiri. Dengan gagah berani Ia menerima kenyataan salib dan menjalaninya dengan taat dan setia.
Tak ada kehidupan tanpa kesulitan dan tantangan serta derita dan perjuangan. Kemenangan harus diraih dengan perjuangan dan keberanian menghadapi semua resiko demi memenangkan jiwa-jiwa. Yesus tidak ingin kita mudah menyerah tapi bersandar pada kekuatan Allah. Ia tak akan membiarkan kita berjuang sendirian.
Mari kita meminta kekuatan ilahi dari Yesus untuk sanggup memikul salib, dan memohon kuasa cintaNya agar mampu membuat kita tegar berdiri, berani menghadapi kenyataan, dan selalu menemukan jalan untuk keluar dari kesulitan dan tak berhenti mencintai.
Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus menemani kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 28 Sep 2024
Sabtu Pekan Biasa XXV
PF S. Laurensius Ruiz dkk. Martir
PF S. Wenseslaus, Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b
Bacaan Injil: Luk 9:43b-45
***********************************
Bait Pengantar Injil
2Tim 1:10b
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut,
dan menerangi hidup dengan Injil.
Bacaan Injil
Luk 9:43b-45
Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.
Mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus.
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Dengarkan dan camkanlah segala perkataan-Ku ini:
Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”
Mereka tidak mengerti perkataan itu,
sebab artinya tersembunyi bagi mereka,
sehingga mereka tidak dapat memahaminya.
Dan mereka tidak berani
menanyakan arti perkataan itu kepada Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA NYIUR MELAMBAI MANADO
MENIKMATI INDAHNYA SAKIT DAN DERITA
“Secara manusiawi pasti setiap orang menghindar dari sakit dan penderitaan, atau bahkan mencoba menemukan dokter dan obat mujarab untuk sembuh. Namun banyak orang kudus mengajari kepada kita bagaimana caranya menerima sakit dan derita dengan sukacita iman sehingga mereka menikmati bahkan bila perlu meminta Tuhan menambahkan sakit mereka.”
Pengalaman banyak orang Kudus yang berdamai dengan sakit dan derita mereka terinspirasi oleh Yesus, Sang Guru yang tidak menolak dan menghindar, melainkan dengan senang hati menerima dan menikmatinya seperti yang tertulis dalam Injil hari ini:“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” ( ayat 44 )
Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:
1) Percayalah bahwa Yesus sangat sanggup menyembuhkanmu bila Ia menghendakinya;
2) Temukanlah dokter dan obat terbaik untuk proses penyembuhanmu;
3) Bila sakit dan deritamu bertambah maka jangan mengeluh dan menolak, tapi terimalah dan mintalah Tuhan memberikan kekuatan dan ketabahan untuk menjalaninya.
Ingatlah bahwa seberat apa pun derita kita dan sebesar apa pun sakit kita tak sebanding dengan sengsara Tuhan Yesus untuk menyelamatkan kita.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )