Selasa, 17 September 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 17 September 2024
Lukas 7:13-14 (Luk 7:11-17)
Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
Yesus Mengerti Pergumulan Kita
Bila dalam pelbagai mujizat yang dibuat Yesus, diceritakan bahwa orang datang memohon kepadaNya untuk menolong, kali ini tanpa diminta, Yesus langsung menghampiri rombongan pembawa jenazah, menguatkan hati Ibu Janda yang sedih karena kematian putranya, dan membangkitkan anak muda itu.
Yesus Tuhan kita adalah Allah yang menjadi manusia. Ia sungguh mengerti kesedihan kita ditinggal pergi orang yang dicintai. Ia hadir membawa penghiburan dan harapan bagi setiap orang yang berduka. Yesus juga sedih bila kita bersedih. Ia juga menangisi kematian Lazarus. Tapi Yesus tidak ingin kita larut dalam kesedihan.
Ia telah berjanji, “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Mat 5:4). Yesus ada untuk menguatkan kita di saat kita ‘down’, jatuh dan terpuruk. Ia juga ada untuk membangkitkan semangat hidup kita. “Bangkitlah!” Kata Yesus.
Sambutlah tangan Yesus yang terulur untuk mengangkat, membangkitkan, menghidupkan kembali gairah hidup kita dalam melanjutkan perjalanan hidup ini. Sebelum kita meminta, Yesus sudah tahu kita butuh pertolonganNya. Ia tak akan pernah membiarkan kita bergumul sendiri.
Selamat hari Selasa. Bangkitlah, Yesus menemani kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 17 Sep 2024
Selasa Pekan Biasa XXIV
PF S. Robertus Bellarmino, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Bacaan Injil: Luk 7:11-17
*************************************
Bait Pengantar Injil
Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,
dan Allah mengunjungi umat-Nya.
Bacaan Injil
Luk 7:11-17
Hai Pemuda, bangkitlah!
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada suatu ketika pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain.
Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia.
Ketika Ia mendekati pintu gerbang kota,
ada orang mati diusung ke luar,
yaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda.
Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut.
Melihat janda itu tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasihan.
Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Jangan menangis!”
Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya,
Maka para pengusung berhenti.
Tuhan berkata, “Hai Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara.
Yesus lalu menyerahkannya kepada ibunya.
Semua orang itu ketakutan,
dan mereka memuliakan Allah sambil berkata,
“Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,”
dan “Allah telah mengunjungi umat-Nya.”
Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea
dan ke seluruh daerah sekitarnya.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
YESUS SANGAT DEKAT DENGAN MEREKA YANG MENDERITA
“Dalam sedih dan gagal, sakit dan derita serta kepedihan apa pun, cobalah tenangkan hatimu dan dengarlah sapaan lembut Yesus: “Jangan menangis! Aku besertamu selalu.”
Meninggalnya si buah hati pasti menggores luka sedih di hati sang ibu. Kesedihan itu membuat Yesus tidak hanya sekedar merasa iba tapi Ia juga melakukan sesuatu kepada si janda, ibu anak yang meninggal. Dikisahkan: “Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” ( ayat 13 )
Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:
1) Terimalah kenyataan kemanusiaan kita bahwa sedih, gagal, sakit dan derita pasti akan kita alami dalam hidup;
2) Semua pengalaman di atas tidak boleh mengendorkan iman dan harapan kita bahwa Yesus mampu menghibur, menguatkan dan menyembuhkan kita;
3) Percayalah bahwa Yesus sangat sanggup menghibur, menyembuhkan dan memberimu jalan keluar dari setiap permasalahan yang Anda hadapi saat ini.
Ingatlah bahwa hanya sesaat di mana engkau rela menghibur, engkau akan terhibur, dan saat engkau menolong, engkau menemukan kebahagiaan yang sejati.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )