Minggu, 11 Agustus 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 11 Agustus 2024
Yohanes 6:51 (Yoh 6:41-51)
”Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Mengapa Yesus Menjadi Roti Untuk Santapan Kita?
Perjalanan sejarah keselamatan umat Israel, umat perjanjian, dikisahkan dalam Perjanjian Lama sebagai perjalanan keluar dari tanah Mesir menuju ke tanah terjanji. Setelah makan domba Paskah, yang darahnya dioleskan di ambang pintu rumah orang Israel, mereka memulai perjalanan penebusan menuju tanah terjanji.
Laut Merah menghadang mereka, tapi oleh kuasa Allah laut itu terbelah dan mereka berjalan di tanah yang kering. Laut merah lalu menjadi lambang pembebasan umat Israel dari perbudakan Mesir, dan kelak menjadi lambang pembaptisan kita.
Lepas dari cengkeraman perbudakan Mesir, umat Israel memasuki padang gurun di mana tidak ada makanan dan minuman. Apakah mereka mati kelaparan dan kehausan? Allah Bapa menurunkan “manna” roti dari surga dan memberi mereka air dari mata air pemberian Allah. Allah menyempurnakan anugerahNya dengan memberi mereka “Sabda Kehidupan” berupa 2 log batu berisi Firman Allah. Semuanya ini menjadi bekal perjalanan mereka hingga tiba di tanah terjanji.
Perjalanan Umat Israel dalam Perjanjian Lama, adalah lambang perjalanan Umat Allah Perjanjian Baru. Yesus diutus Allah membaharui Perjanjian Allah dan manusia melalui Tubuh dan Darah Yesus yang disembelih di kayu salib. Namun sebelum Yesus wafat di salib, Ia mengadakan Perjamuan Malam Terakhir yang menjadi dasar Perjanjian Baru dan Kekal oleh Roti dan Anggur yang menjadi Tubuh dan Darah Yesus yang tertumpah di kayu salib.
Kini kita menjadi Umat Perjanjian Baru oleh Pembaptisan kita dan Tubuh serta Darah Yesus menjadi santapan jiwa kita. Dengan menyantap Tubuh dan Darah Kristus kita bersatu dengan Yesus lahir batin, diberi kekuatan ilahi, agar tubuh, roh dan jiwa kita dikuatkan untuk mengarungi hidup di dunia ini sampai kelak kita tiba di Tanah Perjanjian, Rumah Bapa di surga.
Inilah sumber sukacita iman kita, saat hadir dalam Ekaristi dan mendengar Yesus bersabda, “Inilah tubuhKu…makanlah. Inilah darahKu…minumlah” (Mat 26:26-28). Sebagaimana kita tidak bisa hidup bila tidak makan dan minum, demikianlah Yesus menjadi santapan kita setiap hari untuk hidup bagi Tuhan dan sesama, sembari berjalan menuju Rumah Bapa.
”Terimakasih ya Yesus, Engkau telah menjadi bagi kami santapan jiwa kami, memuaskan lapar dan haus kami akan kasih Allah. Dengan makan tubuhMu kami dikuatkan, dan minum darahMu kami dipulihkan. Jiwaku rindu selalu bersatu dengan Dikau dalam santapan Ekaristi kudus. Amin.”
Seamat Hari Minggu. Mari menyantap Tubuh Kristus, Firman yang hidup, Roti kehidupan kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 11 Agt 2024
Minggu Pekan Biasa XIX
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:51
Bacaan Injil: Yoh 6:41-51
*************************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 6:51
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan.
Jikalau seorang makan dari roti ini,
ia akan hidup selama-lamanya.
Bacaan Injil
Yoh 6:41-51
Akulah roti hidup yang telah turun dari Surga.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sekali peristiwa
bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Yesus,
karena Ia telah mengatakan,
“Akulah roti yang telah turun dari surga.”
Kata mereka, “Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf,
yang ibu bapa-Nya kita kenal?
Bagaimana Ia dapat berkata:
Aku telah turun dari surga?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Jangan kamu bersungut-sungut!
Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku,
jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku,
dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi:
Mereka semua akan diajar oleh Allah.
Dan setiap orang,
yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa,
datang kepada-Ku.
Hal itu tidak berarti bahwa ada orang yang telah melihat Bapa!
Hanya Dia yang datang dari Allah,
Dialah yang telah melihat Bapa!
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya,
barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
Akulah roti hidup.
Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun
dan mereka telah mati.
Inilah roti yang turun dari surga!
Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.
Jikalau seorang makan dari roti ini,
ia akan hidup selama-lamanya.
Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku,
yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***************************************
ℍ
“Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (Yoh 6: 51).
Sama seperti tubuh fisik kita membutuhkan makanan untuk hidup, kita juga membutuhkan makanan yang lain agar roh dan jiwa kita dapat terus hidup. Makanan untuk kehidupan rohani kita sungguh istimewa, Tubuh dan Darah Kristus dalam Ekaristi Kudus. Seperti Elia membutuhkan makanan yang diberikan oleh malaikat untuk perjalanannya, kita membutuhkan makanan untuk peziarahan kita (1 Raja-raja 19: 7 – 8 ). Yesus memberikan nutrisi yang kita perlukan, untuk perjalanan panjang kita, perjalanan menuju kehidupan yang kekal. Yesus memberi roti hidup tidak hanya untuk memuaskan rasa lapar tetapi juga untuk memungkinkan kita menyelesaikan tugas kita, menyelesaikan suatu perjalanan, perjalanan menuju keselamatan.
Kita bersyukur bahwa Tuhan hadir secara istimewa dalam kehidupan kita melalui kebutuhan mendasar kita. Semoga semakin hari kita semakin menghargai Ekaristi. Dan semoga, semangat Ekaristi, yakni berbagi, hidup di tengah-tengah kita.
Allah, Bapa yang memberi hidup, Putera-Mu Yesus adalah roti hidup kami yang turun dari-Mu untuk memberikan kehidupan kepada kami dan dunia kami. Biarlah Dia memulihkan kekuatan dan keberanian kami saat kami berjalan bersama-Nya melalui kehidupan, dan berikanlah kepada kami kehendak dan kasih untuk berbagi dengan mereka yang berkebutuhan. Amin.
Selamat Hari Minggu. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC