Minggu, 28 Juli 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 28 Juli 2024
Hari Orangtua, Kakek Dan Nenek Sedunia
Yohanes 6:8-9 (Yoh 6:1-15)
Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
Efek Domino Cinta
Hari Minggu ini Gereja mengajak kita untuk merayakan Hari Orangtua, Kakek dan Nenek sedunia. Ada juga Hari Anak Sedunia, Hari Ayah dan Hari Ibu. Semua dalam kaitan dengan arti pentingnya sebuah Keluarga. Dalam bahasa Inggris ”FAMILY” (Father And Mother I Love You).
Kita bersyukur karena Yesus dihadirkan Allah BapaNya melalui keluarga. Ia terlahir dari Mama dan Papa, Ia juga punya Oma dan Opa.
Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan Yohanes mengenai mujizat Yesus memberi makan 5000 orang hanya dari 5 roti dan 2 ikan.
Jangan kita lupa Yesus tidak membuat mujizat dari kehampaan, tapi dari apa yang ada di tangan kita, yang kita bawa kepada Yesus. Dalam hal ini 5 roti dan 2 ikan dari seorang anak kecil, si “roti boy” yang baik hati mau berbagi bekalnya.
Dari mana 5 roti dan 2 ikan ini? Kita teringat dulu waktu sekolah, orangtua selalu menyediakan bekal bila kita ke sekolah. Dalam kisah Injil ini Papa dan Mama si kecil yang memberi bekal bagi anaknya karena mau mengikuti Yesus mendengarkan kotbah Yesus di atas bukit.
Kebaikan hati dan cinta orangtua, yang turun ke anak, ke cucu dan seterusnya, itulah pendidikan dan pengembangan karakter yang sesungguhnya. Seperti efek domino cinta dari orangtua kepada anak dan selanjutnya ketika ia menjadi orangtua ia teruskan kepada anaknya. Dari sinilah mujizat-mujizat kehidupan terjadi setiap hari. Setiap hari ada roti dan ikan yang selalu berlipat ganda karena doa syukur dan kebaikan hati orangtua yang dikaruniakan Tuhan kepada kita. Ingatlah bukan kita yang memilih orangtua, tapi Tuhan yang memberikan mereka untuk kita.
Janganlah kita hanya menerima kasih sayang orangtua dan mereka yang sudah jadi lansia, oma dan opa karena memang sudah begitu dari dulu. Atau menerima begitu saja. Mari kita berterimakasih kepada mereka dan bersyukur kepada Tuhan memberi kita orangtua yang mencintai kita, peduli dan bahkan rela berkorban demi kita anak-anaknya.
Lanjutkan terus rantai cintakasih ini menjadi pohon keluarga yang berbuah melimpah untuk hidup dunia, untuk meluaskan Kerajaan Allah, Kerajaan Cintakasih.
”Ya Bapa, terimakasih untuk Papa dan Mama, Oma dan Opa kami yang tercinta. Jangan biarkan kami meninggalkan mereka apalagi melupakan kebaikan hati mereka. Kami akan selalu mencintai mereka, dan mendoakan mereka dan tak ingin mengecewakan mereka. Bagi mereka yang telah Kau panggil, bahagiakanlah mereka di surga. Amin.”
Selamat Hari Minggu. Papa Mama, Opa Oma, kami mencintaimu, kami membutuhkanmu. Tuhan Yesus memberkatimu.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 28 Jul 2024
Minggu Pekan Biasa XVII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Bacaan Injil: Yoh 6:1-15
***********************************
Bait Pengantar Injil
Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,
dan Allah telah melawat umat-Nya.
Bacaan Injil
Yoh 6:1-15
Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak,
sebanyak yang mereka kehendaki.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sekali peristiwa
Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia,
karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan,
yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
Yesus naik ke atas gunung
dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
Ketika itu Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya,
dan melihat
bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya,
berkatalah Ia kepada Filipus,
“Di manakah kita akan membeli roti,
supaya mereka ini dapat makan?”
Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai Filipus,
sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya.
Jawab Filipus kepada-Nya,
“Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini,
sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!”
Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus,
berkata kepada Yesus,
“Di sini ada seorang anak,
yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan;
tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
Kata Yesus, “Suruhlah orang-orang itu duduk!”
Adapun di tempat itu banyak rumput.
Maka duduklah orang-orang itu,
kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
Lalu Yesus mengambil roti itu,
mengucap syukur
dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ,
demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu,
sebanyak yang mereka kehendaki.
Dan setelah mereka kenyang,
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih,
supaya tidak ada yang terbuang.”
Maka mereka pun mengumpulkannya,
dan mengisi dua belas bakul penuh
dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih
setelah orang makan.
Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan Yesus,
mereka berkata,
“Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dunia.”
Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang
dan hendak membawa Dia dengan paksa
untuk dijadikan raja,
Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
ℍ
Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia
“Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.” (Yoh 6: 11).
“Janganlah membuang aku pada masa tuaku” (Mzm. 71:9). Permohonan yang tulus ini, yang diambil dari Mazmur 71, adalah tema Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia IV, yang dirayakan hari ini, 28 Juli 2024.
Dalam pesannya untuk Hari Kakek dan Nenek tahun ini, Paus Fransiskus mengutip kisah Naomi dari Kitab Rut. Naomi, yang telah menjadi tua, mendesak kedua menantunya untuk meninggalkannya dan kembali ke kota dan rumah mereka. Salah satu putrinya menuruti apa yang disarankan sang ibu. Yang lainnya, Rut, “tidak meninggalkan Naomi dan, yang mengejutkannya, mengatakan kepadanya: ‘Janganlah mendesak aku untuk meninggalkan engkau’ (Rut 1:16).” Paus Fransiskus menulis bahwa “Rut tidak takut untuk menantang adat istiadat dan pola pikir yang sudah tertanam.”
Pesan Paus diakhiri dengan sebuah himbauan: “Sebagai ganti sikap mementingkan diri sendiri yang mengarah pada kesepian dan pengabaian, marilah kita menunjukkan hati yang terbuka dan wajah yang penuh sukacita dari orang-orang yang memiliki keberanian untuk mengatakan ‘Aku tidak akan meninggalkanmu’.”
Umat manusia telah lama prihatin dengan kelaparan fisik dan kekurangan pangan. Injil hari ini menceritakan tentang Yesus yang memberi makan lima ribu orang, mungkin beserta keluarga mereka, dengan menggunakan lima roti dan dua ikan yang diberikan oleh seorang anak kecil.
Tidak mungkin mukjizat ini dapat ditafsirkan secara harfiah sebagai peristiwa sejarah. Mungkinkah ada 5.000 orang beserta keluarga mereka yang melakukan perjalanan mendaki gunung untuk mendengarkan seorang pengkhotbah? Hal ini menimbulkan keraguan tentang kelayakan logistik dari peristiwa semacam itu dan menunjukkan bahwa tujuan dari catatan Alkitab adalah untuk memberikan pengajaran dengan menggunakan gambaran-gambaran yang sudah dikenal dan bukan untuk memberikan catatan sejarah.
Penginjil memulai narasinya dengan merujuk pada peristiwa ketika Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan di padang gurun, mereka diberi makan manna. Seperti Musa, Yesus sekarang menyediakan roti bagi orang banyak di padang gurun.
Anak laki-laki yang membagikan rotinya memungkinkan mukjizat itu terjadi dan dia menyelamatkan lebih dari 5.000 orang dari kelaparan! Dengan berbagi roti, kita mulai peduli akan kesejahteraan saudara-saudari kita. Kita masih berkelimpahan makanan, dan kita memiliki misi untuk memberi makan mereka yang kelaparan. Apakah kita memiliki keinginan yang sama untuk memulai mukjizat dan berbagi misi untuk mengakhiri kelaparan di sekitar kita?
Bapa, semoga kau semakin murah hati seperti Engkau murah hati. Amin.
Selamat hari Minggu. Mari berbagi! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC