Senin, 01 Juli 2024
Sabda Kehidupan
Senin 01 Juli 2024
Matius 8:21-22 (Mat 8:18-22)
Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”
Mati Secara Rohani
Suatu ketika seorang sopir pembawa mobil jenazah ditanya mengenai perasaannya ketika mengantar jenazah ke tempat pemakaman. Dengan datar ia menjawab bahwa hal itu sudah menjadi rutinitas pekerjaannya. Tidak ada apa-apa yang ia rasakan karena sudah terbiasa. Mengantar jenazah tak lebih sebagai bagian dari profesinya. Semua jenazah toh sama saja.
Barangkali kisa ini dapat menggambarkan apa yang dimaksud Yesus dengan mengatakan, “biarlah orang mati menguburkan orang mati.” Yang satu mati secara fisik, sementara yang lain mati secara rohani. Dan bukankah ada orang yang telah mati secara rohani bahkan ketika ia masih hidup dan menjalani kehidupan di dunia ini?
Demikianlah yang terjadi dengan orang yang tidak bisa memaknai hidupnya. Semua yang ia jalankan hanyalah rutinitas belaka. Asalkan ia hidup oleh profesinya atau pekerjaannya. Tidak ada rasa lagi syukur dan terimakasih kepada Tuhan. Bahkan apa yang ia kerjakan menurutnya adalah hasil upayanya sendiri. Tuhan tidak ada dalam pekerjaannya.
Jangan heran semakin banyak gereja yang mulai kosong, karena tempat Tuhan semakin menghilang dalam hati manusia. Tak heran banyak orang frustrasi dan hampa hidupnya, bahkan setelah ia memperoleh segalanya yang ia inginkan, karena Tuhan tidak ada dalam hidupnya.
Semoga kita bukan termasuk kategori orang mati yang hendak menguburkan orang mati. Yesus membawa kehidupan bahkan sesudah kematian datang menjemput. Mari mengikuti Yesus dengan penuh kesadaran dan hidup-hidup. Bersyukur selalu atas nafas kehidupan yang kita terima sebagai anugerah dan kesempatan yang Tuhan berikan, sambil terus berbakti kepada orangtua, dan tak pernah kehilangan rasa cinta pada orang yang menjadi bagian dalam hidup kita. Teruslah hidup untuk pekerjaan Tuhan.
Semangat Senin! Semoga hidup semakin hidup karena Yesus hidup bersama kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 01 Jul 2024
Senin Pekan Biasa XIII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab
Bacaan Injil: Mat 8:18-22
***********************************
Bait Pengantar Injil
Mzm 95:8ab
Hari ini janganlah bertegar hati,
tetapi dengarkanlah suara Tuhan.
Bacaan Injil
Mat 8:18-22
Ikutilah Aku.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari banyak orang mengerumuni Yesus.
Melihat hal itu Yesus menyuruh bertolak ke seberang.
Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya,
“Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
Yesus berkata kepadanya,
“Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang,
tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat
untuk meletakkan kepala-Nya.”
Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya,
“Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
Tetapi Yesus berkata kepadanya,
“Ikutilah Aku,
dan biarlah orang-orang mati menguburkan
orang-orang mati mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
ℍ
”Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.” (Mat 8: 18 – 22)
Perikop Injil hari ini menjelaskan kepada kita tuntutan menjadi murid Kristus yakni komitmen total, keteguhan hati, serta pelayanan penuh pengorbanan.
Memutuskan untuk mengikut Kristus membutuhkan komitmen penuh dan penyerahan diri sepenuhnya – tidak ada kesempatan untuk berpikir dua kali dan mundur. Ini berarti menempatkan Dia di atas segala sesuatu dan semua orang. Hal ini mengharuskan kita untuk tidak hanya bersama dengan-Nya tetapi juga hidup bagi-Nya dan mengikuti jalan hidup-Nya.
Orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus mungkin akan mengejek kita. Kita mungkin harus berkorban dan menderita. Tetapi begitulah cara Kristus menjabarkan harga yang harus dibayar untuk mengikuti-Nya.
Memang menakutkan, bukan? Tetapi tidak ada yang lebih memuaskan daripada melayani Kristus yang membawa kita kepada kebahagiaan yang kekal.
Kata Paus Fransiskus: “Kita tidak bisa menjadi orang Kristen paruh waktu! Kita harus berusaha menghidupi iman kita setiap saat setiap hari.”
Tuhan Yesus, kupersembahkan hidupku dalam penyerahan total untuk kemuliaan-Mu. Tuntunlah langkahku agar aku dapat mengikuti langkah-Mu. Amin.
Selamat pagi. Semoga kita selalu setia mengikuti-Nya. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC