Sabtu, 12 April 2025
Sabda Kehidupan
Sabtu 12 April 2025
Yohanes 11:51-52 (Yoh 11:45-56)
Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia (Kayafas) bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Bukan Sebuah Kebetulan
Menjelang hari raya Paskah Yahudi, eskalasi kebencian terhadap Yesus semakin mencapai puncaknya. Di bawah pimpinan Imam besar Kayafas, para pembenci kebaikan membuat kesepakatan jahat untuk menangkap dan membunuh Yesus. Kejahatan dan dosa selalu menghendaki kematian. Maka jalan untuk penebusan manusia dari dosa dan kematian tidak lain adalah melalui jalan kematian yang paling ngeri yakni kematian di tiang salib.
Siapa sangka inilah cara Allah menebus seluruh umat manusia dari kematian kekal oleh dosa. Maka kesepakatan untuk membunuh Yesus, yang dipimpin oleh Imam Besar Kayafas, ternyata menjadi pemenuhan nubuatan keselamatan Allah bagi segala bangsa.
Kelak Paskah Yahudi menjadi Paskah dunia, Paskah seluruh umat manusia. Misteri Paskah ini dimulai saat Yesus memasuki kota Yerusalem, kota Allah. Dia akan disambut dengan daun palem sebagai Raja Daud yang baru. Besok kita akan merayakannya dalam hari Minggu Palem.
Hari Raya Paskah adalah juga hari raya Roti Tak Beragi bagi orang Israel. Menjelang Paskah mereka makan roti tak beragi dalam sebuah perjamuan keluarga. Ini adalah peringatan keluarnya bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Dan pada hari Jumat, mereka akan menyembelih domba Paskah untuk dimakan bersama.
Lihatlah betapa hari-hari ini akan menjadi puncak dari misteri Paskah Kristus. Hari Kamis malam Yesus mengadakan perjamuan Paskah bersama murid-muridNya dengan menyantap roti tak beragi dan anggur. Saat itu Yesus menjadikan perjamuan ini menjadi perjamuan malam terakhir yang menjadi awal Perayaan Ekaristi. Domba Paskah yang akan disembelih esoknya, pada hari Jumat, secara sakramental menyatu dengan pemberian diri Kristus, Tubuh dan DarahNya dalam perjamuan itu. Yesus sendiri menjadi Domba Paskah yang disembelih untuk santapan jiwa kita dan penebusan kita dari dosa dan kematian.
Hari Jumat kemudian menjadi Jumat Agung penyaliban Yesus, dan hari Minggunya menjadi Hari Raya Kemenangan Kristus melalui kebangkitanNya yang jaya atas dosa dan maut.
Betapa bersyukurnya kita yang percaya pada Yesus, semua malapetaka, derita, sengsara dan kematianNya telah menjadi hari-hari penyelamatan kita. Mak tak ada satu kejadianpun dalam hidup kita baik untung maupun malang, yang luput dari penyelenggaraan Allah yang Maharahim. Mari kita syukuri hari-hari penuh rahmat ini selama pekan suci ini.
Apapun yang terjadi dalam hidup kita selalu ada makna di balik itu. Yakni sebagai bagian dari pemenuhan nubuatan Tuhan, bukan sekedar sebuah kebetulan belaka. Kita ada dalam tangan Tuhan. Mari berserah dan bersandar pada kasih setia Tuhan, sambil kita tak henti terus percaya dan berbuat baik. Menjauh dari dosa dan menyatukan diri dengan misteri Paskah Kristus.
Selamat berakhir pekan. Siap sedia memasuki Pekan Suci dalam naungan berkat Tuhan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 12 Apr 2025
Sabtu Prapaskah V
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yeh 18:31
Bacaan Injil: Yoh 11:45-56
*************
Bait Pengantar Injil
Yeh 18:31
Buanglah dari padamu
segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku
dan perbaharuilah hati serta rohmu.
Bacaan Injil
Yoh 11:45-56
Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan
anak-anak Allah yang tercerai berai.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria,
dan yang menyaksikan sendiri
apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus
percaya kepada-Nya.
Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi,
dan menceriterakan kepada mereka,
apa yang telah dibuat Yesus itu.
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi
memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul.
Mereka berkata, “Apakah yang harus kita buat?
Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
Apabila kita biarkan Dia,
maka semua orang akan percaya kepada-Nya,
lalu orang-orang Roma akan datang,
dan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”
Tetapi seorang di antara mereka,
yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu,
berkata kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa-apa!
Kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu,
jika satu orang mati untuk bangsa kita
dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”
Hal itu dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri.
Tetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat
bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa;
bukan untuk bangsa itu saja,
tetapi juga untuk mengumpulkan dan
mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum
di antara orang-orang Yahudi.
Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun,
ke sebuah kota yang bernama Efraim.
Di situ Ia tinggal bersama murid-murid-Nya.
Waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat,
dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem
untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
Mereka mencari Yesus, dan sambil berdiri di dalam Bait Allah,
mereka berkata seorang kepada yang lain,
“Bagaimana pendapatmu?
Akan datang jugakah Ia ke pesta?”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA LANGGUR, TANAH PARA MARTIR KEI
SEKONGKOL DALAM MELAKUKAN KEJAHATAN
”Jika kecemburuan menikah dengan iri hati dan jika kebencian menyatu dengan amarah maka akan melahirkan kejahatan yang paling mengerikan, yakni keinginan yang menggebu-gebu untuk menghancurkan bahkan melenyapkan orang lain.”
Inilah yang dilakukan oleh orang-orang Farisi terhadap Yesus dalam injil hari ini: “Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.” ( ayat 53 )
Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:
1) Jangan memelihara amarah, benci, iri dan cemburu di dalam hatimu karena akan menjadi penyakit yang mematikan baik tubuh maupun jiwamu;
2) Janganlah bersekongkol dengan orang lain untuk menghancurkan dan melenyapkan orang lain, karena tiba saatnya kematian pun mencari dan merenggutmu;
3) Akuilah kelebihan dan rayakanlah kesuksesan para tentanggamu, dan motivasikanlah dirimu agar berjuang menggapai sukses;
Ingatlah, bila setiap saat kehadiran dan kesuksesan orang lain menyakitimu maka engkau sesungguhnya masih terpenjara oleh kekerdilan hati dan rasamu.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )