Rabu, 29 Mei 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 29 Mei 2024
Markus 10:43-45 (Mrk 10:32-45)
Kata Yesus: “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Melayani Seperti Kristus
Ada sebuah kisah inspiratif yang kiranya dapat menginspirasi kita mengenai kerendahan hati untuk melayani.
Dikisahkan bahwa ada seorang ibu yang tinggal di perumahan sebuah kampus terkenal di salah satu kota di Amerika, memesan dari agen kebersihan, seorang pekerja untuk membersihkan halaman rumahnya.
Ketika seorang pria separuh baya sedang berjalan mendekati rumahnya, ia langsung berpikir bahwa inillah petugas yang dinantikannya. Maka disuruhnyalah pria itu untuk membersihkan pekarangan rumahnya.
Sambil tersenyum dengan ramah pria ini langsung bekerja dengan rajin dan semangat hingga selesai.
Beberapa hari kemudian, ibu ini hadir terundang dalam acara pelantikan rektor yang baru di kampus itu. Betapa terkejutnya ibu itu ketika mengenali rektor yang baru tak lain adalah pria yang pernah disuruhnya menyapu halaman rumahnya. Ia begitu malu berada di situ apalagi bila rektor baru ini melihatnya hadir, karena ia juga warga kampus.
Tapi langsung saja ia berpikir penuh kekaguman. Bila seorang pimpinan universitas sebesar ini rela dan penuh kerendahan hati bersedia menyapu halaman rumahnya, betapa kampus ini sesungguhnya dipimpin seorang pemimpin yang luar biasa.
Maka sekalipun tetap ada perasaan malu di hatinya, ibu ini lantas menceritakan pengalaman uniknya dengan rektor baru yang pernah jadi ‘cleaning service’ di rumahnya, kepada siapa saja yang ia jumpai. Kisah ini tentu menjadi sebuah promosi yang luar biasa, yang mendatangkan kekaguman dan kepercayaan semua warga universitas, bahkan tersiar ke mana-mana.
Apapun panggilan dan perutusan kita, jabatan atau kepercayaan kepemimpinan yang kita emban, kiranya semangat Yesus, Tuhan dan Guru Agung kita menjadi semangat kita. “Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.”
Dengan melayani dan memberi diri hati kita bahagia karena menjadi alat Tuhan untuk menyatakan kebaikanNya.
”Terindah dalam hidupku, mengenal, mencintai dan melayaniMu Tuhan dalam diri sesamaku dalam seluruh hidup dan karyaku. Terimakasih Tuhan untuk kesempatan yang Engkau berikan bagiku untuk melayani dan menjadi berkat.”
Selamat hari baru. Mari terus melayani dengan penuh semangat❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 29 Mei 2024
Rabu Pekan Biasa VIII
PW SP Maria Bunda Gereja
PF S. Paulus VI, Paus
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mrk 10:45
Bacaan Injil: Mrk 10:32-45
*****************************
Bait Pengantar Injil
Mrk 10:45
Putera Manusia datang untuk melayani
dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.
Bacaan Injil
Mrk 10:32-45
Sekarang kita pergi ke Yerusalem,
dan Anak Manusia akan diserahkan.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa
Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan
ke Yerusalem.
Yesus berjalan di depan.
Para murid merasa cemas,
dan orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang pun merasa takut.
Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya
dan Ia mulai mengatakan kepada mereka
apa yang akan terjadi atas diri-Nya.
Yesus berkata, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem,
dan Anak Manusia akan diserahkan
kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat.
Mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Mereka akan menyerahkan Dia
kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.
Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh,
dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.”
Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus,
mendekati Yesus.
Mereka berkata,
“Guru, kami harap
Engkau mengabulkan suatu permohonan kami.”
Jawab Yesus, “Apakah yang kalian ingin Kuperbuat bagimu?”
Mereka menjawab,
“Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak,
seorang lagi di sebelah kanan, dan seorang di sebelah kiri-Mu.”
Tetapi kata Yesus kepada mereka,
“Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.
Sanggupkah kalian meminum piala yang harus Kuminum?
Dan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?”
Mereka menjawab, “Kami sanggup.”
Yesus lalu berkata kepada mereka,
“Memang, kamu akan meminum piala yang harus Kuminum,
dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
Tetapi hal duduk di sebelah kanan atau di kiri-Ku,
Aku tidak berhak memberikannya.
Itu akan diberikan kepada orang-orang
yang baginya telah disediakan.”
Mendengar itu,
kesepuluh murid yang lain menjadi marah
kepada Yakobus dan Yohanes.
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,
“Kalian tahu, bahwa
orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa
memerintah rakyatnya dengan tangan besi,
dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Tetapi janganlah demikian di antara kalian!
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kalian,
hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kalian,
hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
Sebab Anak Manusia pun datang
bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani
dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan
bagi banyak orang.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**********************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
Injil : Mrk. 10 : 32 – 45
RELA BERKORBAN DALAM PELAYANAN
”Kebesaran dan keluhuran jiwa seorang pelayan terletak pada kerelaannya untuk berkorban demi mereka yang dilayaninya.”
Yesus menegaskan dalam Injil hari ini: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” ( ayat 43 – 45 )
Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:
1) Layanilah setiap orang seperti engkau melayani Tuhan sendiri;
2) Beranilah berkorban untuk mereka yang Anda layani;
3) Keluhuran martabatmu tergantung kerelaanmu untuk melayani orang lain apa pun posisi dan jabatanmu saat ini.
Akhirnya bila engkau melayani dengan tulus maka mungkin dirimu akan menderita, tapi jiwamu akan menerima kemuliaan dalam setiap derita yang Anda alami.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )