Minggu, 10 Agustus 2025
Sabda Kehidupan
Minggu 10 Agustus 2025
Hari Raya St Perawan Maria Diangkat Ke Surga
Lukas 1:46-49 (Luk 1:39-56)
Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.”
Mari Selalu Memuliakan Tuhan
Kata-kata indah yang diungkapkan Maria dalam “Nyanyian Pujian Maria” sebagaimana ditulis Penginjil Lukas (1:46-55), bukanlah kata-kata seorang perawan desa yang sederhana, melainkan sungguh oleh seorang “Ratu Surga.”
Bunda Maria meringkas sejarah keselamatan Allah dalam ungkapan pujian kemuliaan Allah yang begitu indah dan mengagumkan.
Bahagianya kita punya Ibu yang rendah hati namun perkasa, yang lemah lembut namun sangat teguh dalam iman dan ketaatanNya pada kehendak Allah. Ibu yang mengandung dan melahirkan, merawat dan membesarkan Putera Allah, dan yang percaya dan setia mengikuti Yesus PuteraNya sampai di kayu salib.
Dengan sepenuh jiwa kita mengakui dan mengimani, Bunda Yesus, Bunda kita adalah Ratu Surga yang diangkat Allah ke surga dengan mulia sesudah ia menyelesaikan perutusan Bapa di surga untuk menjadi Bunda PuteraNya.
Mari bersama Bunda Maria, kita ikut menyanyikan nyanyian pujian, “Magnificat” ini dengan sukacita:”
”Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
Selamat berbahagia di hari Minggu yang mulia ini. Bunda Maria menemani kita dari surga❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 10 Agt 2025
Minggu Hari Raya St Perawan Maria diangkat ke Surga
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Why 11:19a;12:1-6a.10ab
Bacaan Injil: Luk 1:39-56
************
Bacaan Injil
Luk 1:39-56
Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku
dan meninggikan orang-orang yang rendah.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Beberapa waktu sesudah kedatangan malaikat Gabriel,
bergegaslah Maria ke pegunungan
menuju sebuah kota di Yehuda.
Ia masuk ke rumah Zakharia
dan memberi salam kepada Elisabet.
Ketika Elisabet mendengar salam Maria,
melonjaklah anak yang di dalam rahimnya,
dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
lalu berseru dengan suara nyaring,
“Diberkatilah engkau di antara semua wanita,
dan diberkatilah buah rahimmu.
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Sebab sesungguhnya,
ketika salammu sampai kepada telingaku,
anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya,
sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”
Lalu kata Maria,
“Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.
Sesungguhnya,
mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku,
dan nama-Nya adalah kudus.
Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya,
dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya,
dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,
dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Ia menolong Israel, hamba-Nya,
karena Ia mengingat rahmat-Nya,
seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita,
kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”
Kira-kira tiga bulan lamanya
Maria tinggal bersama dengan Elisabet,
lalu pulang ke rumahnya.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus,” (Luk 1: 46 – 49).
Kita gembira bahwa Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga kita rayakan hari Minggu ini, sehingga lebih banyak umat dapat ikut merayakannya. Di tempat atau negara lain, hari raya ini tetap dirayakan pada tanggal 15 Agustus dan hari ini dirayakan Hari Minggu Biasa XIX.
Perayaan St. Perawan Maria Diangkat Kesurga bagi kita menjadi pesta yang penuh harapan, kegembiraan, dan kelembutan. Perayaan ini menyentuh keinginan terdalam hati manusia: untuk dicintai, diingat, dan menemukan tempat tinggal di dalam Allah.
Hari Raya St. Perawan Maria diangkat ke surga bukan hanya tentang dirinya; ini tentang kita. Ini menyatakan kepada kita sesuatu yang indah: dalam Allah, ada tempat untuk manusia. Maria, yang sepenuhnya manusia, kini sepenuhnya ambil bagian dalam kemuliaan ilahi. Tubuhnya — yang begitu kecil, begitu rentan, tubuh yang sama yang mengandung Yesus — kini berada di Surga. Allah tidak membuang yang lemah; Dia mengangkatnya.
Meskipun diangkat ke surga, Maria tidak jauh. Dia tidak hilang di antara bintang-bintang. Tidak, dia dekat — sangat dekat dengan kita. Bersatu dengan Allah tidak menjauhkan dia dari kita; justru mendekatkannya. Dia mendengarkan kita. Dia menemani kita. Dia memeluk kita dengan hati yang mencerminkan hati Allah sendiri.
Injil hari ini mengingatkan kita akan rahasianya: “Berbahagialah dia yang percaya.” Maria percaya pada janji-janji Allah. Magnificat-nya, kidung sukacitanya, berasal dari keyakinannya bahwa Allah bertindak dalam sejarah, bahwa Dia mengingat yang rendah hati, bahwa rahmat-Nya abadi. Dia membuka hidupnya sepenuhnya untuk rencana Allah. Dan dengan demikian, dia menjadi Tabut Perjanjian Baru, tempat tinggal Allah yang sejati di tengah-tengah kita.
Perayaan St. Perawan Maria diangkat ke surga juga memberitahu kita: ke mana dia pergi, kita pun dipanggil menuju ke sana. Ini adalah tanda harapan bagi kita semua. Dia mengingatkan kita bahwa hidup kita bukanlah perjalanan yang sia-sia, tetapi ziarah menuju sebuah rumah, sebuah rumah di mana kita sudah ditunggu, sudah dicintai. Allah menanti kita. Dia bukanlah hakim yang jauh, tetapi Bapa yang penuh kasih yang telah menyiapkan tempat bagi anak-anak-Nya.
Tetapi ada yang lebih dari itu. Jika dalam Allah ada tempat bagi manusia, maka dalam diri kita pun harus ada tempat bagi Allah. Maria menunjukkan kepada kita cara memberi ruang dalam hidup kita: melalui iman, dengan mendengarkan, dengan berkata, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Dia mengajarkan kepada kita bahwa membuka diri kepada Allah membuat hidup kita menjadi lebih luas, bukan lebih sempit.
Jadi hari ini, marilah kita menyerahkan diri kita kepada perantaraan Bunda Kristus. Biarlah Dia mengajarkan kita untuk berpengharapan. Biarlah Dia membawa kita lebih dekat kepada Yesus. Dan semoga hati kita, seperti hatinya, menjadi tempat tinggal bagi Allah, Allah yang mengasihi, yang menyelamatkan, dan yang menanti kita.
Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu karena telah memberikan Bunda-Mu sebagai contoh untuk kami teladani dan ikuti. Bantulah aku agar selalu terinspirasi olehnya dan semakin dekat dengan-Mu. Amin.
Selamat Hari Minggu. Selamat Hari Raya Maria Diangkat ke Surga. ! ❤️
[.]
RP Joni Astanto MSC