Senin, 22 April 2024
Sabda Kehidupan
Senin 22 April 2024
Yohanes 10:10b (Yoh 10:1-10)
”Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Sungguh sebuah ungkapan kasih Yesus yang begitu indah bagi kita yang percaya padaNya dan setia mengikutiNya. Yesus hadir sebagai Gembala yang baik yang setia menemani kita dalam perjalanan hidup ini.
Dalam Mazmur 23, Daud mengungkapkan kebaikan Tuhan sebagai Gembala yang tak akan membiarkan kita berkekurangan. Yesus menyempurnakan kebaikan Sang Gembala dengan menganugerahkan hidup yang berkelimpahan.
Ia bahkan rela menyerahkan nyawanya bagi kita domba-dombanya, untuk menjamin bahwa kita selamat dan selalu berada dalam kawananNya.
Selain sebagai Gembala, Yesus serentak adalah pintu. Melalui pintu hati Yesus yang selalu terbuka, kita dapat keluar masuk menemukan padang rumput hijau yang selalu tersedia bagi kita, itulah padang rumput kerahiman ilahi yang terbentang luas tak bertepi.
Dalam Yesus kita sungguh berkelimpahan “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Gal 5:22). Inilah buah-buah yang ingin dimiliki semua orang.
Mari selalu bersyukur atas hidup yang berkelimpahan dalam Yesus, tinggal selalu dalam Dia, tanpa pernah lupa untuk berbagi kasih dengan orang lain.
Selamat menyambut hari baru. Bahagianya hidup dalam kelimpahan rahmat Tuhan.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 22 Apr 2024
Senin Paskah IV
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:14
Bacaan Injil: Yoh 10:1-10
**************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan,
Aku mengenal domba-domba-Ku
dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
Bacaan Injil
Yoh 10:1-10
Akulah pintu kepada domba-domba itu.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi,
“Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba
tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok,
ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
Untuk dia penjaga membuka pintu,
dan domba-domba mendengarkan suaranya;
ia memanggil domba-dombanya, masing-masing menurut namanya,
dan menuntunnya ke luar.
Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar,
ia berjalan di depan mereka
dan domba-dombanya itu mengikuti dia,
karena mereka mengenal suaranya.
Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti,
malah mereka lari daripadanya,
karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”
Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka,
tetapi mereka tidak mengerti
apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
Maka kata Yesus sekali lagi, “Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu.
Semua orang yang datang sebelum Aku,
adalah pencuri dan perampok,
dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat;
ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput.
Pencuri datang hanya untuk mencuri,
membunuh dan membinasakan;
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Demikianlah sabda Tuhan.
****************************
ℍ
“Domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.” (Yoh 10: 3 – 4)
Salah satu gambaran terbaik tentang Yesus adalah Gembala yang Baik. Dia mengambil risiko dan memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya; Dia mencari yang hilang (Mat 18:12; Luk 15: 4). Ia berbelaskasih terhadap orang-orang yang seperti domba tanpa gembala (Mat 9:36). Ia juga memiliki relasi yang sangat personal dengan domba-domba-Nya. Dia memanggil domba-domba-Nya dengan namanya dan domba-domba itu mengenal suara-Nya.
Pertanyaannya bagi kita adalah: Apakah Dia Gembala hidup kita? Apakah kita termasuk dalam kandang domba-Nya? Apakah kita mengenal suara-Nya dan mengikuti-Nya? Apakah kita membiasakan diri untuk mengenal suara-Nya? Apabila Kristus adalah Gembala kita, maka Dialah yang menjadi sumber keamanan utama kita. Dialah yang paling bernilai dalam hidup kita. Dia sendiri sudah mencukupi, “Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku,” (Mzm 23). Jika kita termasuk dalam kandang domba-Nya maka kasih menjadi ciri khas kita. Kita memiliki belas kasih sama seperti Gembala kita berbelas kasih. Kita siap melepaskan egoisme kita dan menyerahkan hidup kita untuk Dia dan bagi mereka yang membutuhkan. Orang-orang akan melihat Gembala yang Baik dalam diri kita.
Semoga kita juga mengenal suara Kristus ketika Ia memanggil kita dalam diri mereka yang berkebutuhan, berkekurangan, membutuhkan perhatian, yang tidak dicintai, yang mengalami ketidakadilan.
Tuhan, tolonglah aku untuk mengenal dan mencintai suara-Mu yang lembut dalam kehidupan sehari-hari. Kiranya suara itu mengalahkan semua suara lain yang bersaing untuk mendapatkan perhatianku. Engkaulah satu-satunya Gembala yang menuntunku kepada hidup. Amin.
Selamat pagi, selamat memasuki pekan yang baru. Dengarkan suara-Nya! ! ❤
RP Joni Astanto MSC