Senin, 27 Mei 2024
Sabda Kehidupan
Senin 27 Mei 2024
Markus 10:25 (Markus 10:17-27)
”Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Kekayaan Iman
Yesus menggambarkan bahwa pintu Kerajaan Allah itu begitu sempit bagaikan lubang jarum. Untuk melewatinya maka semua yang menghalangi kita untuk dapat masuk haruslah ditinggalkan.
Ayub dengan bijaksana berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (Ayb 1:21).
Semua yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan semata. Bila harus dilepaskan untuk menolong orang lain, atau menghidupkan orang lain, mengapa harus ditahan untuk diri sendiri?
Sesungguhnya seorang disebut kaya bukanlah diukur dari seberapa banyak harta yang ia timbun, juga bukan seberapa besar kepunyaan yang ia miliki tapi diukur dari seberapa banyak ia memberi. Bukankah Yesus telah berkata, “berilah maka kamu akan diberi.” (Luk 6:38).
Kekayaan batin yang ada dalam diri seseorang yang mampu menggerakkan hatinya untuk merelakan apa yang ia miliki demi orang yang lebih membutuhkan, itulah kekayaan yang sejati.
Itulah kekayaan iman karena percaya bahwa semua yang ada padanya semata anugerah Tuhan. Ia bersandar hanya pada Tuhan, Gembala baik yang tak pernah membiarkan anak-anakNya berkekurangan. Lebih dari itu, bukankah oleh iman kita menjadi milik Kristus dan Kristus milik kita?
Milikilah kekayaan iman ini untuk kita selalu dapat bersyukur kepada Tuhan, memuji kebaikanNya yang melimpah, dan bahagia karena terlepas dari kekhawatiran dunia yang membuat kita hanya berpikir untuk diri sendiri dan selalu merasa berkekurangan.
’The joy of giving is the joy of living’. Sukacita karena memberi itulah sukacita kehidupan. Sukacita mengikuti Yesus melalui jalan pemberian diri dan pengorbanan.
Selamat memasuki pekan yang baru. Mari melangkah bersama Yesus.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 27 Mei 2024
Senin Pekan Biasa VIII
PF S. Agustinus dari Canterbury, Uskup
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Kor 8:9
Bacaan Injil: Mrk 10:17-27
*****************************
Bait Pengantar Injil
2Kor 8:9
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,
supaya kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.
Bacaan Injil
Mrk 10:17-27
Juallah apa yang kau miliki, dan ikutlah Aku.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya.
Maka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia
dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya,
“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat
untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Yesus berkata kepadanya, “Mengapa kaukatakan Aku baik?
Tak seorang pun yang baik selain Allah!
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah:
Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri,
jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang,
hormatilah ayahmu dan ibumu!”
Kata orang itu kepada Yesus,
“Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya,
lalu berkata kepadanya, “Hanya satu lagi kekuranganmu:
Pergilah, juallah apa yang kaumiliki,
dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.
Maka engkau akan memperoleh harta di surga.
Kemudian datanglah ke mari, dan ikutlah Aku.”
Mendengar perkataan Yesus,
orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih,
sebab banyaklah hartanya.
Lalu Yesus memandang murid-murid di sekeliling-Nya
dan berkata kepada mereka,
“Alangkah sukarnya
orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu.
Tetapi Yesus menyambung lagi,
“Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum
dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Para murid semakin gempar
dan berkata seorang kepada yang lain,
“Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
Yesus memandang mereka dan berkata,
“Bagi manusia hal itu tidak mungkin,
tetapi bukan demikian bagi Allah.
Sebab bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin!”
Demikianlah sabda Tuhan.
**********************************
ℍ
“Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Mrk 10: 21)
Dalam menjalankan perintah agama, orang muda kaya dalam Injil hari ini adalah juaranya! Dia berkata kepada Yesus: “Guru, semuanya telah kuturuti sejak masa mudaku.” Beranikah kita mencanangkannya seperti orang muda dalam Injil itu? Tetapi ternyata orang muda itu masih merindukan sesuatu yang lebih. “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Yesus mengira bahwa orang muda itu sudah siap untuk “naik kelas”, masuk ke level yang lebih tinggi. “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Dan ternyata, ia belum siap. ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya (Mrk 10: 17 – 22).
Mungkin kita tahu lebih banyak dari orang muda itu. Kita tahu apa artinya menjadi murid Kristus. Bahkan banyak dari kita yang menghidupinya dalam lembaga-lembaga yang anggotanya telah “meninggalkan segala-galanya” dan mengikrarkan kaul untuk hidup miskin, murni dan taat. Tetapi Sabda Yesus bukan hanya ditujukan kepada mereka yang hidup di dalam biara saja. Yesus menantang kita yang tak dapat menemukan damai dari kuasa, harta milik, kesenangan…. Inilah jalan untuk menemukan damai menurut Yesus: laksanakan perintah Allah. Jangan biarkan harta kekayaan menguasai anda.
Melalui tantangan-Nya kepada orang muda kaya dalam Injil hari ini, kita diingatkan bahwa kita sebenarnya tidak memiliki apapun dalam hidup kita jika kita merasa berat hati untuk mempersembahkannya kepada Tuhan dan membagikannya dengan mereka yang membutuhkan. Sebaliknya, harta milik itu “memiliki” kita, menguasai kita, membelenggu dan memenjara kita. Dapatkah kita menomorsatukan Yesus dalam hidup kita?
Tuhan yang terkasih, ajarlah aku untuk bermurah hati… untuk bekerja keras dan tidak mengharapkan imbalan, asalkan aku tahu bahwa aku melakukan kehendak-Mu yang maha kudus. Amin. – St. Ignatius Loyola
Selamat pagi, selamat memasuki pekan yang baru dalam berkat Tuhan. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC