Rabu, 27 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 27 Maret 2024
Matius 26:14-15 (Mat 26:14-25)
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Kita tentu tak habis pikir, bagaimana mungkin sebagai seorang sahabat Yesus, Yudas Iskariot begitu tega mengkhianati Yesus dan menjualNya seharga 30 keping perak.
Dalam Kitab Keluaran 21:32, disebutkan bahwa 30 syikal perak adalah harga seorang budak. Betapa tak bernilainya Yesus di mata Yudas! Padahal ia telah hidup bersama Yesus sekian tahun, telah mengalami kebaikan dan kasih Yesus, diberi kepercayaan memegang kas. Uang telah membutakan matanya hingga tega menjual sahabat sendiri.
Benarlah kata Paulus dalam 1 Tim 6:10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
Figur Yudas akan terus ada sepanjang zaman. Ia menjadi simbol orang yang tamak serta dan tak pernah puas karena harapannya tak terpenuhi. Seorang yang memperalat orang lain untuk mengejar ambisinya sendiri. Orang yang hanya mengejar kepentingannya sendiri, tak peduli telah berkhianat.
Yesus tidak menghukum Yudas, tapi ia sendiri memasukkan dirinya dalam hukuman abadi.
Mari memperdalam persahabatan kita dengan Yesus, menghargai semua pengorbananNya bagi kita dan tetap setia mengikuti Yesus. Semoga kita didapatiNya setia sampai akhir hidup kita.
Selamat menikmati kasih setia Tuhan di setiap hari baru.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 27 Mar 2024
Rabu Pekan Suci
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan Injil: Mat 26:14-25
“**************************
Bacaan Injil
Mat 26:14-25
Anak Manusia memang akan pergi
sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia,
tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
pergilah seorang dari kedua belas murid itu,
yang bernama Yudas Iskariot,
kepada imam-imam kepala.
Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku,
supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?”
Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik
untuk menyerahkan Yesus.
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi
datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,
“Di mana Engkau kehendaki
kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada si Anu,
dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru:
Waktu-Ku hampir tiba;
di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah
bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”
Lalu murid-murid melakukan
seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka,
dan mempersiapkan Paskah.
Setelah hari malam,
Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata,
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
Dan dengan hati yang sangat sedih
berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya,
“Bukan aku, ya Tuhan?”
Yesus menjawab,
“Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini,
dialah yang akan menyerahkan Aku.
Anak Manusia memang akan pergi
sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia,
tetapi celakalah orang
yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!
Adalah lebih baik bagi orang itu
sekiranya ia tidak dilahirkan.”
Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut,
“Bukan aku, ya Rabi?”
Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*****************************
ℍ
“Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus,” (Mat 26: 14 – 16).
Hari ini adalah hari terakhir dalam Masa Prapaskah. Artinya, hari ini adalah hari ke-40 sesudah Rabu Abu. Dan hari ini sering juga dikenal sebagai hari “Rabu Mata-Mata” (Spy Wednesday) sebab dalam bacaan Injil hari ini Yudas “mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Dia,” setelah ia dibayar tiga puluh keping uang perak.
Bacaan Injil menyadarkan kita bahwa Pekan Suci bukan hanya saat untuk mengkontemplasikan sengsara Yesus, tetapi juga saat untuk merenungkan jalan kemuridan kita.
Sangatlah menyedihkan bahwa sengsara Yesus diawali bukan oleh faktor-faktor eksternal, tetapi oleh perbuatan orang dalam! Salah satu dari keduabelas rasullah yang mengkhianati Dia. Bisa saja seorang yang secara fisik hadir bersama kita, hati dan pikirannya tidak bersama dengan kita.
Jadi, bagaimana dengan kemuridan kita? Jangan-jangan saya juga mengkhianati Yesus! Jangan-jangan saya juga menjual Dia!
Tuhan, berilah kami ketekunan dan kesetiaan untuk mengikuti Engkau. Janganlah sampai kasih kami kepada-Mu menjadi tawar dan semangat kami mengikuti-Mu padam. Amin.
Selamat mempersiapkan diri untuk Tri Hari Suci. Mari kita teguhkan kemuridan kita. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC