Selasa, 02 Januari 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 02 Januari 2024
Yohanes 1:19-20,23 (Yoh 1:19-28)
Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias. Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
Kesadaran diri Yohanes Pembaptis mengenai siapakah dia, untuk apa ia hadir ke dunia, apa yang seharusnya ia lakukan, dan apa sesungguhnya tanggungjawabnya terhadap Allah yang mengutusnya, kiranya membantu kita untuk membangun kesadaran diri di awal tahun yang baru ini dalam menjalani hidup dan karya kita, misi dan perutusan kita di tahun ini.
Dari segi usia, Yohanes Pembaptis lebih tua dari Yesus. Dalam hubungan keluarga, Yesus harusnya memanggilnya ‘kakak’. Tapi Yohanes menempatkan Yesus di atas segalanya. Ia bahkan merasa tak layak membuka tali kasut Yesus. Yohanes juga pernah berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3:30).
Bagi Yohanes Pembaptis, bukanlah yang penting statusnya sebagai kakak bagi Yesus, atau bahwa dia harus dihormati sebagai senior. Tapi bahwa ia harus menjadi seperti yang Allah kehendaki dia lakukan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus ke dunia. Bukan dia yang utama, melainkan Yesus yang harus ia wartakan dan muliakan.
Demikian juga halnya kita ada di dunia ini. Kita bukan hanya hidup untuk tujuan kita, tapi untuk memuliakan Tuhan melalui hidup dan karya kita.
Ingatlah bahwa kita diciptakan Allah untuk kemuliaanNya (Yes 43:7). Kata Paulus: “Segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”(Roma 11:36).
Mari mengisi hari-hari hidup kita untuk memuliakan Allah. Mengembangkan semua karunia dan talenta yang Tuhan berikan untuk dapat sepenuhnya melayani Tuhan. Dan kita hidup dalam cinta kasih kepada Tuhan dan sesama.
Ad Maiorem Dei Gloriam, Demi Kemuliaan Allah yang lebih besar!
Biarlah nama Tuhan dimuliakan dalam hidup dan karya kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 02 Jan 2024
Selasa Masa Natal
PW S. Basilius Agung dan S. Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Ibr 1:1-2
Bacaan Injil: Yoh 1:19-28
***********
Bait Pengantar Injil
Ibr 1:1-2
Dahulu kala
dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita
dengan perantaraan para nabi;
pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita
dengan perantaraan Anak-Nya.
Bacaan Injil
Yoh 1:19-28
Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Inilah kesaksian Yohanes
ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya
beberapa imam dan orang-orang Lewi
untuk menanyakan kepadanya, “Siapakah engkau?”
Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya,
“Aku bukan Mesias!”
Lalu mereka bertanya kepadanya,
“Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?”
Yohanes menjawab: “Bukan!”
“Engkaukah nabi yang akan datang?”
Ia pun menjawab, “Bukan!”
Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau?
Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka
yang mengutus kami.
Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”
Jawab Yohanes,
“Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun:
Luruskanlah jalan Tuhan
seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
Di antara orang-orang yang diutus itu
ada beberapa orang Farisi.
Mereka bertanya kepadanya,
“Mengapa engkau membaptis
jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia,
dan bukan nabi yang akan datang?”
Yohanes menjawab kepada mereka,
“Aku membaptis dengan air;
tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia
yang tidak kamu kenal,
yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku.
Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”
Hal ini terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan,
di mana Yohanes membaptis orang.
Demikianlah sabda Tuhan.
############################
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA MUTIARA DOBO
Selasa, 02 Januari 2024
Hari Biasa Oktaf Natal
Injil : Yoh. 1 : 19 – 28
***********
TIDAK TERGODA, TAPI TETAP JUJUR
Dewasa ini kepada kita dipertontonkan orang-orang yang haus kekuasaan, gila hormat dan keinginan besar untuk memiliki harta dan uang. Maka segala cara digunakan dan dihalalkan demi mendapatkannya, walaupun resikonya hukum diubah demi tujuan mereka dan nasib orang banyak dikorbankan.
Pagi ini Yohanes Pembabtis memberikan teladan dalam 2 aspek penting kehidupan, yakni:
1) Jujur dan tidak berdusta; Ketika orang bertanya kepadanya; Apakah engkau Mesias? Jawabnya: Bukan! ( ayat 19 – 20 )
2) Fokus pada Misinya: Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan.” ( ayat 23 )
Jawaban-jawaban Yohanes di atas melahirkan beberapa kesimpulan, yakni:
1) Yohanes tidak tergoda dengan ketenaran diri;
2) Yohanes tetap memegang teguh prinsip hidup dan kebenaran;
2) Yohanes tidak tergoda untuk menipu dan merusak aturan demi tujuan pribadinya.
Akhirnya memang tidak mudah tegak lurus dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan, namun adalah lebih terhormat mati karenanya daripada hidup bergelimangan kebohongan dan ketidakadilan.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )