Minggu, 25 Mei 2025
Sabda Kehidupan
Minggu 25 Mei 2025
Minggu Paskah VI
Yohanes 14:26 (Yoh 14:23-29)
”Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Janji Yesus: Roh KudusNya Tinggal Di Hati Kita
Perikop Injil Yohanes 14:15-31 diberi judul: “Yesus menjanjikan Penghibur.” Dia-lah Roh Kudus, Roh Yesus sendiri. Yesus menyebutNya sebagai Penolong dan Roh Kebenaran yang dianugerahkan Bapa kepada kita.
Roh Kudus kini diam dalam hati kita, menyertai dan menemani kita, menghibur dan menolong kita. Ia senantiasa mengajarkan segala sesuatu mengenai kebenaran firman Allah, yakni kasih setia Allah dalam Yesus, Tuhan dan Penebus kita.
Ia diam dalam hati dan pikiran kita untuk mengingatkan semua yang Yesus katakan dan janjikan kepada kita, bahwa Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman.
Roh Kudus, Sang Penolong yang selalu menuntun langkah kita, mendekatkan kita pada Yesus, membantu kita mengambil keputusan yang tepat dan berani untuk melawan kejahatan dan mengikuti kehendak Allah.
Ia menghibur kita di kala susah, menenangkan hati kita saat gelisah, dan memberanikan kita saat kita takut dan gentar menghadapi kenyataan hidup. Ia-lah juga yang membuka hati kita untuk dapat berdoa, memuji Allah dan memohon rahmatNya. Ia yang membuka mulut kita untuk dapat berseru kepada Allah “Abba ya Bapa” dalam doa Bapa Kami.
Roh Kudus kini menjadi mata dan telinga kita untuk melihat dan mengalami hadirnya Yesus dalam keseharian kita, dalam setiap orang yang kita jumpai, dan merasakan pertolonganNya dalam setiap peristiwa hidup kita.
”Terimakasih ya Yesus, kami yang hina dan tak layak ini, menjadi bait kediaman RohMu untuk menyertai, menghibur dan menolong kami selalu. Datanglah Roh Kudus, nyalakanlah api cintaMu dalam hati kami. Amin.”
Selamat Hari Minggu. Roh Penghibur selalu menyertai dan menguatkan kita❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 25 Mei 2025
Minggu Paskah VI
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:23
Bacaan Injil: Yoh 14:23-29
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 14:23
Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.
Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
Bacaan Injil
Yoh 14:23-29
Roh Kudus akan mengingatkan kamu
akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Jika seorang mengasihi Aku,
ia akan menuruti firman-Ku.
Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya,
dan diam bersama-sama dengan dia.
Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku;
dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku,
melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
Semuanya itu Kukatakan kepadamu,
selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus,
yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku,
Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu
dan akan mengingatkan kamu
akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,
dan apa yang Kuberikan
tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.
Janganlah gelisah dan gentar hatimu!
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu:
Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.
Sekiranya kamu mengasihi Aku,
kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,
sebab Bapa lebih besar daripada Aku.
Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu
sebelum hal itu terjadi,
supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
AMANAT, AJARAN, JANJI TUHAN TENTANG CINTA;
MENJANJIKAN ROH KUDUS, MEMBERI DAMAI SEJAHTERA
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Yesus menjanjikan Roh Kudus
Hidupku,mu akan TERASA BAHAGIA kalau dijiwai atau dihidupi SEMANGAT DAN SIKAP CINTAKASIH (mengasihi, mencintai) kepada TUHAN, SESAMA (siapa saja, suami, istri, anak2, sahabat, kenalan, “musuh”, dll) dan LINGKUNGAN ALAM CIPTAAN LAINNYA.
Inti atau fokus sikap/semangat cinta, mencintai, mengasihi adalah memberi, memberi dan memberi yg berkwalitas (terbaik dan terindah) yakni mengorbankan diri, menyerahkan “nyawa” utk “yang lain” (Tuhan, sesama dan lingkungan alam ciptaan lainnya) TANPA MENGHARAPKAN BALASAN/IMBALAN/TERIMAKSIH. Memberi, memberi dan memberi yg terbaik dan terindah sesuai dg kemampuan sy, anda. Bukan “do (sy memberi) ut (supaya, dengan harapan) des” (engkau memberi kembali/membalas)!! Ini ungkapan bahasa Latin. Terjemahan bebasnya, “ada udang di balik batu”. Ini bukan Cinta yang asli! Ini cinta palsu! Cinta gombal!
Cinta menginginkan yg terbaik dan terindah utk “yang lain” (Tuhan, sesama, lingkungan alam ciptaan lainnya). “Tidak ada KASIH yg LEBIH BESAR/AGUNG daripada KASIH seorang (Yesus, sy, anda) yang MEMBERIKAN (menyerahkan) NYAWA utk SAHABAT2nya” (Yoh. 15:13). Bonusnya utk saya, anda dan lingkungan alam ciptaan lainnya yg sdh, sdg, akan “memberikan nyawa” utk “yg lain” adalah KEBAHAGIAAN, SUKACITA, KEGEMBIRAAN, DAMAI SEJAHTERA dari Tuhan sendiri. “Barangsiapa MENGASIHI AKU akan MENURUTI FIRMANKU (bkn menuruti kehendak sendiri) dan BAPAKU (Allah Bapa) AKAN MENGASIHI dia/sy, anda dan KAMI (Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus – seluruh kekuatan Tuhan) akan DATANG kpnya, sy/anda dan DIAM BERSAMA-SAMA dg dia, sy, anda apapun keadaan dia, saya, anda. Di sini Tuhan menjanjikan ROH KUDUS, Roh Cinta kasih untuk membaharui dunia, membaharui hidup saya, anda, dan lingkungan alam ciptaan lainnya. “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akat mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh.14:29).
Kata Yesus dlm Yoh.14: 23. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, Damai SejahteraKu Kuberikan kepadamu” (Yoh 14: 27 – lagi2 amanat, ajaran, janji yang diberikan Tuhan untuk saya, anda, lingkungan alam ciptaan lainnya. Dan ini bonus dari Tuhan bagi orang, saya, anda yang telah, sedang dan akan mempraktekkan semangat cinta-kasih dan hidupnya dipengaruhi/dibaharui oleh Roh Kudus, Roh Cinta-kasih dari Tuhan sendiri. Selalu diberikan yg terbaik dan terindah utk sy, anda dan lingkungan alam ciptaan lainnya pada waktunya, apapun keadaan. Dan dalam perayaan Ekaristi apa saja, seluruh Gereja (saya, anda) selalu memohonkan “DAMAI SEJAHTERA, SHALOM, ini” sebelum Salam Damai dan menyantap Tubuh dan Darah Kristus, yang intinya minta agar Tuhan jangan memperhatikan dosa saya, anda (minta ditebus, dihapus, diselamatkan) agar mengalami Damai Sejahtera sejati itu.
Selamat mengasihi, mencintai Tuhan, sesama dan diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Selamat mempraktekkan cinta sejati, asli, tulen tanpa prinsip “do ut des”. Selamat menikmati dan dipengaruhi Roh Kudus yang selalu hadir saat ini di sini apapun keadaan. Selamat menikmati bonus DAMAI SEJAHTERA dari Tuhan sendiri untuk saya, anda dan lingkungan alam ciptaan lainnya saat ini di sini.
Semoga dengan bantuan doa Bunda Maria dan St. Yosef, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian dan seluruh lingkungan alam ciptaan lainnya Amin.