Selasa, 22 November 2022
Sabda Kehidupan
Selasa 22 November 2022
Lukas 21:5-6 (Luk 21:5-11)
Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
Mari belajar dari sejarah. Pepatah mengatakan “sejarah selalu berulang.” Demikian yang terjadi bila manusia tidak belajar dari sejarahnya. Yesus telah mengingatkan perihal keruntuhan Bait Allah di Yerusalem, karena orang Israel lebih mengutamakan bangunannya yang megah bukan menyembah Allah yang berdiam di dalam baitNya. Mereka lebih kagum dengan kehebatan manusia yang membangunnya, daripada Allah yang seharusnya disembah dan dimuliakan. Sejarah mencatat pada tahun 70, Bait Allah diruntuhkan kerajaan Romawi dan tak dapat dibangun lagi hingga saat ini.
Bagaimana dengan Gereja? Tak sedikit gedung gereja dan Katedral yang megah, kini kosong dan ditinggalkan. Beberapa menjadi toko, cafe, atau tempat konser semata. Sayangnya Gereja terus mengulang sejarah, membangun gedung megah namun pelayanan rohani diabaikan. Liturgi hanya rutinitas formal semata. Padahal dalam Matius 9:13 Yesus berkata, “pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan.” Tuhan meminta kasih yang nyata bukan penampilan dan gaya. Mari kembali pada inti terdalam penyembahan kita, “menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran,” (Yoh 4:21-26). Mari bermegah hanya dalam Tuhan penolong kita.
Selamat berkarya, biarlah nama Tuhan dimuliakan.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr