Kamis, 25 Desember 2025
Sabda Kehidupan
Kamis 25 Desember 2025
Hari Raya Natal
Yohanes 1:14 (Yoh 1:1-18)
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Mengapa Allah Menjadi Manusia
Di suatu hari Natal yang sangat dingin dan bersalju, seorang bapak lebih memilih tinggal di rumah dari pada ke gereja untuk merayakan Natal. Padahal istri dan anak-anaknya telah mengajaknya ke gereja. Baginya Natal hanyalah sebuah ritual tahunan dan tradisi keluarga. Semakin lama Natal semakin kehilangan maknanya.
Tiba-tiba ia mendengar ada yang mengetuk pintu rumahnya. Pikirnya ada orang yang datang bertamu. Ternyata setelah dilihatnya, itu adalah beberapa ekor burung yang kedinginan lalu mematuk-matuk pintu rumahnya agar terasa hangat. Kasihan melihat ulah burung-burung itu, iapun membuka pintu agar mereka bisa masuk ke dalam rumah, merasakan kehangatan di dalam.
Sayang, bukannya masuk, burung-burung itu malah menjauh. Ia mencoba memanggil-manggil mereka, bahkan mendekat dan memberi roti untuk menunjukkan maksud baiknya. Justru burung itu semakin menjauh. Dalam hatinya ia berpikir, “Ah seandainya burung-burung ini mengerti bahasaku, mereka pasti selamat dan tidak kedinginan. Sementara merenungi kejadian itu, sayup-sayup ia mendengar lonceng gereja berbunyi, misa Natal segera akan dimulai.
Lalu sadarlah ia, mengapa ada Natal. Allah menjadi manusia, agar bahasa Allah, bahasa cinta dan kebaikan hati Allah untuk menyelamatkan manusia dimengerti dan dialami manusia. Maka bergegaslah ia ke gereja, bergabung dengan anak istrinya, serta semua keluarga Allah lainnya.
“Terima kasih Yesus, Engkau rela meninggalkan surga, menjadi sama seperti kami, agar kami dapat mendengar sapaan kasih Allah di tengah duka derita hidup kami. KehadiranMu di tengah kami membuat kami mampu melihat dan mengalami cintaMu yang tak terhingga bagi kami. Engkau mau lahir di kandang yang hina, untuk mengangkat kami yang selalu merasa hina dan rendah.
Engkau rela mati bagi kami, agar kami selamat dari kuasa dosa dan maut dan dapat berjalan bersamaMu menuju rumah Bapa di surga.
Selamat Natal Ya Yesus, lahirlah di hati kami masing-masing, tuntunlah jalan hidup kami. Amin.”
Selamat Hari Natal Bapak-Ibu. Saudara-saudariku, Bapak Uskup, Pastor, Suster, Frater-Bruder. Immanuel, Yesus ada bersama kita selalu.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 25 Des 2025
Kamis Masa Natal
Warna Liturgi: Putih
Bacaan Injil: Yoh 1:1-18
***********
Bacaan Injil
Yoh 1:1-18
Firman telah menjadi manusia.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Pada awal mula adalah Firman.
Firman itu ada bersama-sama dengan Allah.
dan Firman itu adalah Allah.
Firman itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia,
dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi
dari segala yang telah dijadikan.
Dalam Dia ada hidup,
dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan,
tetapi kegelapan tidak menguasainya.
Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes.
ia datang sebagai saksi
untuk memberi kesaksian tentang terang itu,
supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
Ia sendiri bukan terang itu,
tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang,
sedang datang ke dalam dunia.
Terang itu telah ada di dalam dunia,
dan dunia dijadikan oleh-Nya,
tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya,
tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Tetapi semua orang yang menerima Dia
diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah,
yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya,
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging,
bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki,
melainkan dari Allah.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,
dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,
yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya
sebagai Anak Tunggal Bapa,
penuh kasih dan kebenaran.
Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru,
“Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata:
Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku,
sebab Dia telah ada sebelum aku.”
Karena dari kepenuhan-Nya
kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa,
tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus.
Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah;
tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa,
Dialah yang menyatakan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
“Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya,” (Yoh 1: 9 – 11)
Selama berabad-abad, nampaknya simbol yang paling bermakna dan mudah dipahami sehubungan dengan perayaan Kelahiran Kristus adalah terang atau cahaya. Pelbagai macam ornamen yang berhubungan dengan “terang” dipasang: lampu yang berkerlap-kerlip, bintang. Bagi orang Kristen, lampu-lampu Natal harus memiliki makna yang jauh lebih dalam. Lampu-lampu itu menjadi pengingat yang paling penting: Kristus, Terang Dunia, telah datang untuk menghancurkan kegelapan pekat ketidaksempurnaan dan dosa manusia. Dia datang untuk membawa terang itu, kehidupan Allah sendiri, kepada mereka yang menanti dan dengan iman dan cinta menerima terang dan kehidupan itu ke dalam hati dan rumah mereka.
Namun, seperti yang dikatakan St. Yohanes: “Terang yang sesungguhnya…. datang ke dunia… Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.” Terang yang menghancurkan kegelapan pagi ini tidak hanya ditemukan di sini di tempat suci kita, altar, dan kandang Natal, tetapi juga menerangi Anda saat Anda berlutut dalam doa. Ia juga menerangi para pengemis miskin yang berbalut kain lusuh di bawah jembatan atau jalan toll di kota-kota kita. Ia menerangi kemewahan dan kemegahan gedung-gedung yang tinggi menjulang, namun juga menerangi orang miskin yang meringkuk kedinginan di sela-sela tiang jalan layang. Ia menerangi pejabat yang duduk goyang kaki sambil menghitung keuntungan yang dikeruk, menerangi mereka yang membabat hutan secara membabi buta, dan juga menerangi orang-orang yang harus mengais sampah untuk mencari makan. Ia membuka seluruh dunia bagi kita. Terang Kristus telah tiba. Dan dalam banyak kasus: “Ia telah datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.”
Di Utara dan Selatan, Timur dan Barat, terang-Nya bersinar. Namun, benarkah kita saat ini, seperti dunia pada zaman Kristus, lebih mencintai kegelapan daripada terang, memilih kematian daripada kehidupan? Saya ingat sebuah lagu indah dalam bahasa Inggris yang mengatakan: “Let there be peace on earth, and let it begin with me!” Semoga ada damai di bumi, dan biarlah damai itu mulai dari diriku sendiri. Dan itulah seluruh cerita dalam beberapa kata. Meskipun begitu banyak orang menolak untuk menjadi bagian dari penyebaran Terang Kristus di seluruh bumi, tugas seorang Kristen sejati adalah memegang obor Terang Kristus itu dan membagikannya. Terang Kristus, harus berjalan terus melintasi seluruh penjuru bumi. Dan itu mulai dari saya dan anda sendiri.
Terang Kristus pasti mengusik dan mengganggu mereka yang acuh tak acuh menjalankan agama mereka. Dia mengusik para “Farisi” yang di luar nampak mulus, sementara di dalam “penuh dengan tulang-tulang orang mati.” Dia menghadapi kehidupan dan tindakan orang-orang yang setengah hati, yang tidak bersemangat. Dan Dia akan terus berusaha untuk memulihkan keteraturan dari kekacauan kesalehan palsu, kemunafikan, prasangka, ketidakadilan, dan ketidakpedulian yang membanjiri tanah ciptaan-Nya.
Dan upaya-Nya yang terus-menerus untuk membawa terang ke dunia hanya akan terwujud melalui kita semua. Sambutlah sang Terang di hati kita masing-masing. Terima tugas untuk membawa Terang itu ke manapun kita pergi. Hanya ketika kita semua menerima dan melaksanakan tugas itu, dunia kita akan mengenal damai dan cinta untuk semua.
Mari, sebarkan Terang! Dialah “cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah” sendiri (Ibr 1: 3).
Selamat Natal untuk kita semua. Semoga Terang Kristus bersinar sepanjang Tahun Baru kita! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤︎.
RP Joni Astanto MSC