Sabtu, 20 Agustus 2022
===============
PW Sto. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja
Sabtu 20 Agustus 2022
Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
===============
BACAAN PERTAMA:
YEHEZKIEL
43: 1 – 7a
INJIL MATIUS
Mt 23: 1 – 12
Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridNya, kataNya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
SABTU, 20 AGUSTUS 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Kesaksian Hidup Jauh Lebih Meyakinkan Daripada Kata-Kata Manis.
Matius 23: 1-12
Saudara-saudari …
Lewat InjilNya hari ini, Yesus menasihat para muridNya bagaimana bersikap yang benar terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Katanya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mt 23: 2-3. Para murid harus mengikuti ajaran mereka karena ajaran mereka sesungguhnya berasal dari sumber yang benar yaitu dari Allah sendiri. Ajaran itu berguna untuk membawa manusia mengenal Allah dan setia pada peraturan-peraturan Allah.
Yang dikritik Yesus adalah cara hidup mereka yang bertolak belakang pada ajaran yang mereka bebankan kepada orang lain. Mereka mengajarkannya, tetapi tidak melakukannya.
Injil hari ini boleh dianggap sebagai bahan refleksi yang menarik untuk kita semua, bukan hanya untuk para gembala umat dan pelayan Sabda, tetapi juga untuk para pelayan masyarakat dan orang-tua dalam keluarga. Apakah ajaran dan nasihat kita sepadan dengan praktek dan kesaksian hidup kita? Apakah ajaran dan nasihat itu, kita wujud-nyatakan dalam hidup harian kita? Apakah kita selalu menjadi orang pertama, yang melakukan apa yang kita ajarkan sehingga mereka yang diajar akan dengan mudah mengikutinya. Apakah kita selalu konsisten dengan apa yang kita ajarkan? Orang akan lebih mudah mempercayai kita kalau kita selalu memberi contoh yang baik kepada mereka. Tetapi kalau tidak maka semua kata-kata manis, yang kita taburkan tidak akan membawa dampak yang positip kepada orang yang mendengarkanya.
Dalam Gereja kita sekarang, ada umat yang tidak percaya pada para gembalanya karena kesaksian hidup mereka tidak sejalan dengan apa yang mereka wartakan dari mimbar Sabda; Dalam keluarga juga demikian, ada anak-anak yang tidak senang dengan orangtua mereka karena kedua orangtua tidak memberikan teladan yang baik kepada mereka.
Marilah saudara-saudari, kita harus bersyukur kepada Yesus Kristus karena Ia selalu mengingatkan kita untuk berbuat yang benar. Kalau kita selalu tunjukkan sifat dan sikap yang baik kepada sesama, maka kita harus bersyukur kepada Tuhan. Tetapi kalau kita sering gagal, maka marilah kita perbarui diri, yakinkan diri kita, bahwa dalam diri kita sesungguhnya ada banyak potensi yang baik yang bisa kita bagikan kepada orang lain. Semakin kita tunjukkan dan bagikan kebaikan-kebaikan yang kita miliki, maka semakin banyak orang akan merasakannya. Kesaksian hidup dan perbuatan baik kita pasti akan selalu dikenang oleh mereka yang akan kita tinggalkan. Perbuatan baik kita ibarat benih yang sudah kita taburkan kepada siapa saja, dan yang pasti benih kebaikan yang sudah kita taburkan itu akan tumbuh dalam diri orang yang menerimanya dan yang mengalaminya.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu membantu kita agar apa yang kita ajarkan selalu dapat kita wujud-nyatakan dalam hidup harian kita.
Kita memohon Sto Bernardus dan Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.