KETRAMPILAN DAN KETEKUNAN
Saya kenal dengan seseorang (yang mungkin tidak lulus Sekolah Dasar). Namun kini dia sebagai boss sebuah perusahaan dan para karyawannya kebanyakan lulusan S1 bahkan S2. Ketika saya tanya dia hanya menjawab, “Setiap hari selama bertahun-tahun saya mengerjakan hal yang sama. Penyair Romawi –Ovidius (43 seb. M – 17 M) pun berkata, “Seris venit usus ab annis” – ketrampilan itu akan tercapai bertahun-tahun.
Ketrampilan bukan masalah kecerdasan atau kepandaian orang, melainkan karena praktek. Orang Latin berkata, “Fabricando fabri fimus” – dengan bekerja, kita menjadi trampil. Kalau orang Jawa berkata, “ilmu iku kelakone kanthi laku” – pengetahuan itu harus dipraktekkan.
Memang, kadang kita ragu-ragu untuk terus-menerus mewartakan “kabar gembira” dan takut tidak ada yang nggubris, karena seperti “berseru-seru di padang gurun”. Meskipun demikian, kita diminta untuk “confide recta agens” – tetap percaya bila engkau melakukan sesuatu yang benar. Namun juga harus diimbangi dengan kata-kata ini, “Constantia et labore” – dengan ketekunan dan kerja keras.
Ketrampilan memang harus terus diusahakan. Maka sekali lagi dengan mengutip kata-kata Ovidius, kita berkata, “Forti et fideli nihil dificile” – tak ada yang sukar bagi mereka yang tekun.
Selasa, 12 Juni 2018
Markus Marlon
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon <markus_marlon@yahoo.com>