GURU
GURU
(Asal-usul Kata)
Di desa-desa zaman dulu, yang namanya guru itu sungguh luar biasa. Guru, menjadi jujugan (tempat yang dituju), digugu lan ditiru (orang yang dapat dipercaya dan diteladani), bahkan seperti dhalang, yang wedhar piwulang (mewejang pengajaran). Tetapi zaman now, kita tahu sendiri siapa itu guru.
Guru sebenarnya adalah sapaan bagi guru spiritual dalam agama Hindu dan Sikh. Kata in diambil dari bahasa Hindu, gurū dan dari bahasa Sansekerta, guruh yang berarti berat atau berbobot. Dengan kata berbobot, hal ini menandakan bahwa seorang guru itu pandai dan berilmu, sehingga ia menjadi pakar dan tokoh yang amat menonjol.
Dari zaman Yunani kuno hingga zaman now, guru memiliki sejarahnya yang sangat panjang (Bdk. Samuel Smith dalam bukunya yang berjudul, “Gagasan-gagasan Besar Tokoh-tokoh dalam Pendidikan”). Lihat saja nama-nama yang berkaitan dengan guru, misalnya: pendidik, pengajar, educator, teacher, mentor, master, pendeta, coaching, dosen, dan pedagog.
Mungkin kita pernah mendengar Tai Chi Master. Master yang berarti guru itu dari Prancis kuno, maistre dan bahasa Latin, Magister. Magister atau magistra untuk guru-guru novisiat. Magister dari kata magis yang berarti lebih dari yang lainnya. Yesus bersabda, “A student is not above his teacher…” – seorang murid tidak lebih dari pada gurunya (Mat 10: 24).
Kita juga kenal dengan tokoh pewayangan yang bernama Pendhita Durna. Dinamakan pendhita karena dia adalah guru yang sangat disegani oleh Pandawa dan Kurawa. Kata pendhita itu dipinjam dari bahasa Hindi, pandit dan dari bahasa sansekerta pandhita yang berarti seorang yang terpelajar atau cendekiawan. Dari kata pandita ini muncul istilah pendeta yang diartikan sebagai pemuka agama.
Hanya sayang nama Pendhita Dorna tidak begitu baik. Dia memunyai murid kesayangan bernama Arjuna. Dan ketika ada orang lain yang melebihi keahlian Arjuna, Dorna berlaku curang. Dorna meminta Ekalaya memberikan jempolnya kepada Arjuna, sehingga Ekalaya tidak bisa memanah lagi seperti sedia kala.
Jumat, 17 November 2017
Markus Marlon
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon <markus_marlon@yahoo.com>