Sabtu, 04 Juli 2026
ANTIFON PEMBUKA – Maz. 85:11-12
Kasih dan kesetiaan akan bertemu, Keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi Dan keadilan akan merunduk dari langit.
PENGANTAR:
Nubuat Amos terlaksana dengan kedatangan Yesus. Terjadilah masa pesta perkawinan dengan baju-baju baru dan anggur yang melimpah. Selama pengantin masih berada di tengah-tengah mereka, para murid tak usah berpuasa.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa Raja damai, Kami mohon semoga kami Kauberkati dan Kausinari dengan sabda-Mu. Semoga kami melalui Roh Kudus Kaucipta baru Menjadi orang yang suka membangun kedamaian. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Amos 9:11-15
“Aku akan memulihkan kembali umat-Ku dan Aku akan menanam mereka di tanah mereka.”
Tuhan bersabda, “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh. Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya. Aku akan membangunnya kembali seperti pada zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku,” demikianlah sabda Tuhan yang melakukan hal ini. “Sungguh, waktunya akan datang.” Demikianlah sabda Tuhan, “bahwa pembajak dan penuai akan susul menyusul, demikian juga pengirik buah anggur dan penabur benih. Gunung-gunung akan mengalirkan anggur baru, dan segala bukit akan kebanjiran. Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel; mereka akan membangun kota-kota yang lengang dan mendiaminya. Mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya. Mereka akan membuat kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,” sabda Tuhan Allahmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 85:9.11-14
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan
- Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya mereka jangan kembali kepada kebodohan?
- Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
- Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:14-17
“Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?”
Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan bertanya, “Kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru, dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
HIDUP BARU BAGI RAHMAT ALLAH
Saudara-saudariku pencinta Resi, dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan bahwa rahmat Allah selalu membawa kebaruan. Anggur baru tidak dapat disimpan dalam kantong kulit yang sudah tua dan rapuh. Demikian pula, kehidupan bersama Kristus tidak cukup dijalani dengan pola pikir lama yang tertutup, penuh kebiasaan buruk, atau hanya berpegang pada formalitas agama.
Injil hari ini berbicara bukan terutama tentang puasa, melainkan tentang cara Allah bekerja dalam hidup manusia. Pertanyaan mengenai puasa hanyalah pintu masuk bagi Yesus untuk mengungkapkan sesuatu yang jauh lebih mendasar: Kerajaan Allah membawa kehidupan baru yang tidak dapat dipahami hanya dengan pola pikir lama. Orang Farisi dikenal sangat setia menjalankan hukum. Mereka berpuasa bukan hanya pada Hari Pendamaian, tetapi juga dua kali seminggu. Puasa menjadi simbol kesalehan. Masalahnya bukan puasanya. Masalahnya adalah ketika praktik keagamaan berubah menjadi tujuan, bukan lagi sarana untuk semakin dekat kepada Allah. Yesus tidak menolak puasa. Bahkan Ia mengatakan bahwa suatu hari para murid-Nya akan berpuasa. Yang Ia tolak adalah religiositas yang kehilangan sukacita karena terlalu sibuk menjaga aturan.
Pencinta Resi yang terkasih, Allah Selalu Membawa Kebaruan. Seluruh sejarah keselamatan menunjukkan bahwa Allah selalu menghadirkan sesuatu yang baru. Karena itu, iman tidak pernah boleh menjadi museum yang hanya menjaga masa lalu. Iman adalah kehidupan yang terus berkembang untuk berbuah limpah. Namun justru manusialah yang kerap membatasi Allah melalui ibadah dan perfoma agama.
Saudara-saudariku, kita kerap menginginkan perubahan hidup dan rahmat yang baru, namun pola hidup kita masih seperti kantong lama. Kita ingin pengampunan tetapi enggan mengubah hati. Kita berharap damai, tetapi masih memelihara dendam. Kita menginginkan sukacita, tetapi tetap terikat pada cara berpikir yang pesimis atau egois. Kristus mengundang kita menjadi “kantong baru” yang siap menerima “anggur baru”, yaitu rahmat Roh Kudus yang terus memperbarui hidup.
Oleh karena itu, marilah kita semakin membuka hati terhadap pembaruan yang dikerjakan Tuhan; tidak terjebak dalam rutinitas iman yang hanya lahiriah; percaya bahwa Allah mampu membangun kembali apa yang telah rusak dalam hidup kita. Ekaristi menjadi kesempatan bagi Kristus untuk memperbarui hati kita. Semoga kita tidak hanya datang untuk memenuhi kewajiban, tetapi sungguh membuka diri agar hidup kita diubah oleh kasih-Nya. Paus Fransiskus sering mengingatkan bahwa Gereja dipanggil menjadi Gereja yang “keluar”, bukan Gereja yang nyaman dengan dirinya sendiri. Kalau Gereja hanya mempertahankan kebiasaan tanpa bertanya apakah masih membantu orang menemukan Kristus, maka Gereja sedang mencoba menuangkan anggur baru ke dalam kantong lama. Semoga hidup kita diperbaharui oleh rahmatNya, agar kita dapat menampung Rahmat baru dariNya untuk kita bagikan dalam seluruh kehidupan kita. Tuhan memberkati. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa maha pengasih, Semoga berkat roti anggur ini Kami Kauperkenankan mengikuti Roh Putra-Mu, yang telah hadir di tengah-tengah kami melalui lambang-lambang ini. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.
ANTIFON KOMUNI – Matius 9:17
Anggur yang baru, disimpan dalam kirbat yang baru, Dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaharuan hidup, Kami telah menerima sabda penuh kesanggupan, Melalui Yesus, saudara kami se-Bapa. Kami mohon, semoga semuanya itu segera terlaksana, Karena Engkau sendirilah yang telah memulai Dalam diri Yesus Putra-Mu itu. Dan semoga karenaya dunia menjadi subur Dan umat-Mu semakin patuh setia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami
Resi-Sabtu 04 Juli 2026 oleh Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia
Sumber https://resi.dehonian.or.id/2026/07/03/sabtu-04-juli-2026-hari-biasa-pekan-xiii/
Podcast: Play in new window | Download