Rabu, 10 Juni 2026
Sabda Kehidupan
Rabu 10 Juni 2026
Matius 5:17 (Mat 5:17-19)
”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”
Semuanya Digenapi Dalam Yesus
Yesus datang untuk menggenapi hukum Taurat dan menyempurnakannya.
Apa yang dahulu hanya bisa didengar atau dibaca dalam kitab Taurat, kini telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita (Yoh 1:14). Semua janji Allah sejak Abraham hingga para nabi menjadi nyata dalam Yesus.
Allah yang dahsyat dan perkasa, nampak nyata dalam sabda dan karya serta mujizat Yesus.
Allah yang penuh kasih dan maharahim, lemah lembut dan sabar, nyata kita saksikan dan alami dalam diri Yesus, Tuhan kita yang lemah lembut dan rendah hati.
Kisah sengsara Yesus, derita dan pengorbananNya menunjukkan betapa Allah mencintai kita sampai sehabis-habisnya. Perintah cintakasih Allah dalam bentuk seruan dan ajaran, menjadi sungguh nyata dalam sengsara dan salibNya.
KebangkitanNya dari kematian, menyempurnakan seluruh karya keselamatan Allah yang dulunya dirusak oleh dosa.
Betapa bahagianya kita kini boleh mengambil bagian dalam kepenuhan kasih Allah dalam Yesus yang kini hidup bersama kita dalam Roh KudusNya.
Rasul Yohanes berkata, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” (1 Yoh 16-17).
Semoga kepenuhan Yesus tinggal dalam diri kita dan mengatasi kelemahan kita.
Kiranya cinta kita yang terbatas disempurnakanNya. Hati kita yang kecil dibesarkanNya. Roh kita yang lemah dikuatkanNya.
Biarlah Yesus hidup di dalam kita dan kita hidup di dalam Dia. Kita menikmati hidup yang penuh dan melimpah kasih karunia dalam Yesus, Gembala kita yang baik, yang tak pernah membiarkan kita berkekurangan.
Selamat hari baru. Kiranya kepenuhan kasih Yesus melingkupi kita.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 10 Jun 2026
Rabu Pekan Biasa X
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mzm 25:4c.5a
Bacaan Injil: Mat 5:17-19
************
Bait Pengantar Injil
Mzm 25:4c.5a
Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan,
bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.
Bacaan Injil
Mat 5:17-19
Aku datang untuk menggenapi hukum.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata,
“Janganlah kalian menyangka,
bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat
atau kitab para nabi.
Aku datang bukan untuk meniadakannya,
melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu,
‘Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini,
satu yota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan
dari hukum Taurat,
sebelum semuanya terjadi.’
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat
sekalipun yang paling kecil,
dan mengajarkannya demikian kepada orang lain,
ia akan menduduki tempat yang paling rendah
di dalam Kerajaan Surga.
Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan
segala perintah Taurat, akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
Dalam Injil hari ini, Yesus yang adalah perwujudan kasih dan kebenaran ilahi, meyakinkan kita bahwa setiap firman yang diucapkan Allah melalui Hukum dan para Nabi tetap bermakna dan memiliki tujuan.
Ayat-ayat ini adalah bagian dari Khotbah di Bukit, sebuah khotbah penting di mana Yesus menguraikan nilai-nilai dan etika Kerajaan Allah. Bagi audiens Yahudi pada zamannya, Hukum Taurat dan para Nabi mewakili keseluruhan petunjuk dan janji Allah. Dengan menyatakan bahwa Ia datang untuk menggenapi dan bukan menghapuskan Hukum Taurat, Yesus menekankan peran-Nya dalam menyempurnakan tujuan ilahi yang diungkapkan melalui Perjanjian Lama.
Secara historis, Yesus hidup pada masa ketika ketaatan pada Hukum Musa merupakan aspek inti dari identitas Yahudi. Hukum tersebut mengatur semua aspek kehidupan, mulai dari ibadah hingga perilaku sehari-hari. Para Nabi dipandang sebagai utusan Allah yang berseruh kpd Israel untuk kembali kepada kesetiaan dan menunjukkan penebusan di masa depan. Pernyataan Yesus menempatkan-Nya sebagai Mesias yang dinantikan yang akan mewujudkan rencana penebusan Allah.
Secara teologis, ayat-ayat ini menggarisbawahi otoritas Yesus dan kesinambungan wahyu Allah. Yesus tidak membatalkan Hukum Taurat; sebaliknya, Ia mewujudkan prinsip-prinsip dan janji-janji kenabiannya. Dengan menggenapi Hukum Taurat, Yesus menegaskan asal usul ilahi dan relevansinya yang kekal, sekaligus menunjukkan tujuan utamanya yaitu menuntun umat manusia kepada kebenaran dan relasi yang lebih dalam dengan Allah.
Dalam perjalanan iman kita, marilah kita menyadari bahwa penggenapan Hukum Taurat oleh Yesus tidak mengurangi nilainya. Sebaliknya, hal itu mengungkapkan esensi sejati Hukum Taurat yaitu belas kasih, keadilan, dan kesetiaan. Yesus mengajak kita untuk menghidupi prinsip-prinsip ilahi ini dalam kehidupan kita sehari-hari, bukan sekadar menaati hukum, tetapi sebagai respons tulus terhadap kasih karunia Allah.
Marilah kita menghidupi perintah-Nya dengan sukacita dan keyakinan, karena dengan melakukan itu, kita memuliakan Dia yang datang bukan untuk menghapuskan hukum tetapi untuk menggenapi.
Semoga iman kita dikuatkan dan hati kita diilhami oleh kebenaran ajaran Yesus. Semoga kita bersinar terang sebagai murid yang setia, mencerminkan kemuliaan Juruselamat kita yang telah menggenapi Hukum Taurat dengan sempurna dan memanggil kita untuk mengikuti Dia dengan segenap jiwa raga kita. Amen
RP. PAUL KERANS, SVD