Sabtu, 06 Juni 2026
Sabda Kehidupan
Sabtu 06 Juni 2026
Markus 12:43-44 (Mrk 12:38-44)
”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Hati Yang Melimpah Dengan Cinta Dan Syukur Pada Tuhan
Hitungan Tuhan dan hitungan manusia berbeda. Cara Tuhan menilai besar kecilnya pemberian seseorang bukanlah dari nominal uang atau materi yang diberikan melainkan dari totalitas hati yang terarah pada Tuhan.
Janda miskin dalam Injil hari ini disebut Yesus memberi lebih banyak dari yang lain, sekalipun jumlahnya jauh lebih kecil. Itu karena ia mendahulukan Allah di atas segala keperluannya.
Baginya apa yang ia dapatkan sesungguhnya hanyalah pemberian Allah semata. Bahwa ia masih bernafas dan masih diberi kesempatan untuk hidup, itu jauh lebih berharga daripada jumlah uang yang ia dapatkan.
Semua itu tak sebanding dengan kedamaian hati, sukacita hidup oleh kasih sayang dan perhatian Tuhan yang ia sembah. Setiap kali pergi ke Bait Allah yang ia pikirkan hanyalah ungkapan syukur dan terimakasih atas hidup kesehariannya.
Ia yakin Tuhan yang memberinya hidup, akan selalu mencukupkan apa yang ia butuhkan. Tak menjadi halangan baginya untuk membawa segalanya kepada Tuhan.
Sebagaimana juga Ayub yang penuh iman berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (Ayub 1:21).
Persembahkanlah selalu yang terbaik bagi Tuhan. Yang utama adalah ungkapan cinta kita pada Tuhan dengan mempersembahkan seluruh hidup dan karya kita untuk kemuliaan Tuhan.
Cintailah dengan sepenuh hati orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita. Jadikanlah hidup kita sebagai pemberian Tuhan bagi mereka, bagi dunia, apalagi bagi mereka yang kecil dan perlu dibantu.
Janda miskin dalam Injil ini sesungguhnya sangat kaya, karena ia punya hati yang melimpah dengan syukur dan penyembahan kepada Tuhan.
Biarlah kitapun demikian. Milikilah hati yang penuh syukur dan terimakasih kepada Tuhan, hingga kita selalu terdorong untuk datang menyembah Tuhan dan memberi serta berbagi berkat Tuhan. Kita tak pernah berkekurangan kasih karunia Tuhan.
Selamat berakhir pekan. Persembahkanlah yang terbaik bagi Tuhan❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Jun 2026
Sabtu Pekan Biasa IX
PF S. Norbertus, Uskup
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 5:3
Bacaan Injil: Mrk 12:38-44
***********
Bait Pengantar Injil
Mat 5:3
Berbahagialah yang bersemangat miskin,
sebab bagi merekalah kerajaan Allah.
Bacaan Injil
Mrk 12:38-44
Janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata,
“Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat.
Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang
dan suka menerima penghormatan di pasar.
Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan
dalam rumah ibadat
dan tempat terhormat dalam perjamuan.
Mereka mencaplok rumah janda-janda
sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang.
Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.
Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan
Yesus memperhatikan
bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu.
Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Lalu datanglah seorang janda yang miskin.
Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka,
“Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak
daripada semua orang yang memasukkan uang
ke dalam peti persembahan.
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya,
tetapi janda ini memberi dari kekurangannya:
semua yang ada padanya,
yaitu seluruh nafkahnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
ℍ
Mungkinkah kita memberikan segalanya yang kita miliki? Saya takut mengatakannya karena saya tidak yakin seberapa banyak yang bisa saya relakan! Janda dalam Injil hari ini “memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya,” kata Yesus kepada kita. Hal itu membutuhkan keberanian yang besar dan kepercayaan penuh pada pemeliharaan ilahi.
Namun, orang-orang seperti itu tidaklah langka! Kisah-kisah tentang orang-orang seperti itu di masa lalu dapat ditemukan di sekitar kita, menceritakan perbuatan amal mereka yang luar biasa. Sebenarnya kita tidak perlu jauh-jauh menelusuri buku-buku sejarah. Kita dapat menjumpai perbuatan amal yang murah hati di sekitar kita. Kita dapat saksikan mereka yang peduli pada sesama, memberi tanpa batas, dan mencintai tanpa syarat.
Selain itu, Yesus mengingatkan kita bahwa perbuatan amal ini harus dilakukan dalam “keheningan”. Tanpa hingar bingar publikasi, tanpa mempostingnya di media sosial, dan tanpa tangan kiri tahu apa yang dilakukan tangan kanan. Amal bukanlah kesempatan untuk berfoto – ini adalah prinsip esensial yang harus dipelajari oleh generasi saat ini karena Tuhan sudah tahu apa yang kita lakukan dan tidak kita lakukan.
Kebahagiaan tidak terletak pada menerima, melainkan pada memberi, walau mungkin tidak mudah untuk kita. Ada sebuah kisah terkenal berjudul “The Little Grain of Gold” karya Rabindranath Tagore. Kisah itu bertutur tentang seorang pengemis yang suatu hari bertemu dengan raja. Kisah itu berbunyi sebagai berikut:
“Aku sedang meminta-minta, dari pintu ke pintu, di jalan menuju desa, ketika kereta emas-Mu muncul di kejauhan, seperti mimpi yang megah. Dan aku bertanya-tanya, siapa Raja di atas segala raja itu! Harapanku melambung ke langit, dan aku berpikir hari-hari burukku telah berakhir. Dan aku menanti sedekah yang tak terduga, harta yang tumpah dari debu. Kereta itu berhenti di sisiku. Kau menatapku dan turun dengan senyum. Aku merasa kebahagiaan hidup telah berakhir. Dan tiba-tiba kau mengulurkan tangan kananmu kepadaku sambil berkata: “Bisakah kau memberiku sesuatu?” Ah, betapa lucunya kebesaranmu! Meminta kepada seorang pengemis! Dan aku bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Lalu aku perlahan mengambil sebutir gandum dari kantongku dan memberikannya padamu. Namun betapa terkejutnya aku ketika aku mengosongkan kantongku di tanah pada sore hari, aku menemukan sebutir emas di tengah tumpukan yang menyedihkan itu.”
Yesus memberikan segala yang dimilikinya dan segala yang ada padanya – seluruh diri-Nya, untuk membawa kehidupan dan kebahagiaan bagi orang lain. Seperti Dia, marilah kita tidak menghitung-hitung pemberian kita.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk menjadi murah hati,
untuk melayani-Mu sebagaimana layaknya,
untuk memberi tanpa menghitung-hitung,
untuk berjuang tanpa mempedulikan luka,
untuk bekerja keras tanpa mencari istirahat,
untuk berjerih payah tanpa mengharapkan imbalan apa pun,
kecuali kepuasan mengetahui bahwa aku melakukan kehendak-Mu yang suci.
(St. Ignatius Loyola).
Selamat berakhir pekan. Semoga kita semakin murah hati. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
RP Joni Astanto MSC