Rabu, 27 Mei 2026
Sabda Kehidupan
Rabu 27 Mei 2026
Markus 10:43-45 (Mrk 10:32-45)
Kata Yesus: “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Melayani Seperti Yesus
Ada sebuah kisah inspiratif yang bagus dari buku “Chicken Soup for Christian Soul” yang berkisah mengenai kerendahan hati untuk melayani.
Dikisahkan bahwa ada seorang ibu yang tinggal di perumahan sebuah kampus terkenal di salah satu kota di Amerika, memesan dari agen kebersihan, seorang pekerja untuk membersihkan halaman rumahnya. Pada suatu hari ketika seorang pria separuh baya sedang berjalan mendekati rumahnya, ibu ini langsung berpikir bahwa inillah petugas yang dinantikannya. Maka disuruhnyalah pria itu untuk membersihkan pekarangan rumahnya.
Sambil tersenyum dengan ramah pria ini langsung bekerja dengan rajin dan semangat hingga selesai.
Beberapa hari kemudian, ibu ini hadir terundang dalam acara pelantikan Rektor yang baru di kampus itu. Betapa terkejutnya ibu itu ketika mengenali Rektor yang baru tak lain adalah pria yang pernah disuruhnya membersihkan halaman rumahnya. Ia begitu malu berada di situ apalagi bila rektor baru ini melihatnya hadir.
Tapi langsung saja ia berpikir penuh kekaguman. Bila seorang pimpinan universitas sebesar ini rela dan penuh kerendahan hati bersedia membersihkan halaman rumahnya, betapa kampus ini sesungguhnya dipimpin seorang pemimpin yang luar biasa.
Maka sekalipun tetap ada perasaan malu di hatinya, ibu ini lantas menceritakan pengalaman uniknya dengan Rektor baru yang pernah jadi ‘cleaning service’ di rumahnya, kepada siapa saja yang ia jumpai.
Kisah ini tentu menjadi sebuah promosi yang luar biasa, yang mendatangkan kekaguman dan kepercayaan semua warga universitas, bahkan tersiar ke mana-mana.
Apapun panggilan dan perutusan kita, jabatan atau kepercayaan kepemimpinan yang kita emban, kiranya semangat Yesus, Tuhan dan Guru Agung menjadi semangat kita. “Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.”
Yesus adalah Guru dan Tuhan. Tapi Ia mengambil rupa seorang hamba. Kiranya kitapun demikian.
Dengan melayani dan memberi diri hati kita bahagia karena menjadi alat Tuhan untuk menyatakan kebaikanNya.
”Terindah dalam hidupku, ya Tuhan, mengenal, mencintai dan melayaniMu dalam diri sesamaku dalam seluruh hidup dan karyaku. Terimakasih Tuhan untuk kesempatan yang Engkau berikan bagiku untuk melayani dan menjadi berkat bagi orang lain.
Selamat hari baru. Mari terus melayani dengan penuh semangat. Tuhan Yesus memberkati kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 27 Mei 2026
Rabu Pekan Biasa VIII
PF S. Agustinus dari Canterbury, Uskup
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mrk 10:45
Bacaan Injil: Mrk 10:32-45
***********
Bait Pengantar Injil
Mrk 10:45
Putera Manusia datang untuk melayani
dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.
Bacaan Injil
Mrk 10:32-45
Sekarang kita pergi ke Yerusalem,
dan Anak Manusia akan diserahkan.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa
Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan
ke Yerusalem.
Yesus berjalan di depan.
Para murid merasa cemas,
dan orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang pun merasa takut.
Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya
dan Ia mulai mengatakan kepada mereka
apa yang akan terjadi atas diri-Nya.
Yesus berkata, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem,
dan Anak Manusia akan diserahkan
kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat.
Mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Mereka akan menyerahkan Dia
kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.
Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh,
dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.”
Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus,
mendekati Yesus.
Mereka berkata,
“Guru, kami harap
Engkau mengabulkan suatu permohonan kami.”
Jawab Yesus, “Apakah yang kalian ingin Kuperbuat bagimu?”
Mereka menjawab,
“Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak,
seorang lagi di sebelah kanan, dan seorang di sebelah kiri-Mu.”
Tetapi kata Yesus kepada mereka,
“Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.
Sanggupkah kalian meminum piala yang harus Kuminum?
Dan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?”
Mereka menjawab, “Kami sanggup.”
Yesus lalu berkata kepada mereka,
“Memang, kamu akan meminum piala yang harus Kuminum,
dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
Tetapi hal duduk di sebelah kanan atau di kiri-Ku,
Aku tidak berhak memberikannya.
Itu akan diberikan kepada orang-orang
yang baginya telah disediakan.”
Mendengar itu,
kesepuluh murid yang lain menjadi marah
kepada Yakobus dan Yohanes.
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,
“Kalian tahu, bahwa
orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa
memerintah rakyatnya dengan tangan besi,
dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Tetapi janganlah demikian di antara kalian!
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kalian,
hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kalian,
hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
Sebab Anak Manusia pun datang
bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani
dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan
bagi banyak orang.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
Kita hidup dalam dunia di mana kita ingin menonjol di atas orang lain dan lebih memilih untuk berada di tempat yang penuh kehormatan dan pengakuan. Dalam Injil hari ini Yakobus dan Yohanes meminta Tuhan agar mempertimbangkan mereka untuk menduduki posisi teratas ketika Tuhan mendirikan Kerajaan-Nya. Yesus memberi mereka sebuah pengajaran yang indah: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang tekemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.”
Untungnya, di antara kita ada orang-orang hebat seperti yang Yesus kehendaki. Mereka tidak pernah muncul di media, tidak ada yang memberikan pengakuan kepada mereka. Mereka mungkin tidak memiliki kualifikasi akademis mentereng dan juga tidak memiliki banyak harta, tetapi mereka memiliki sesuatu yang lebih berharga daripada harta benda: kebaikan, kelembutan, dan belas kasih kepada mereka yang membutuhkan. Mereka adalah orang-orang sederhana dan biasa tetapi yang ditemukan pada saat yang tepat ketika Anda membutuhkan kata penyemangat, tatapan ramah, senyum bahagia, serta bantuan…
Di padang gurun dunia ini, di mana hanya persaingan dan konfrontasi yang tampaknya tumbuh, mereka adalah oasis kecil di mana persahabatan, kepercayaan, dan saling membantu tumbuh. Mereka mungkin tidak pernah menerima penghargaan atau bahkan ucapan terima kasih, tetapi mereka ini adalah orang-orang hebat karena mereka menjadi manusia seutuhnya dengan menghidupkan sesama, bahkan melalui hal-hal kecil dan biasa.
Mereka adalah orang-orang yang membuat hidup lebih membahagiakan dan dunia lebih layak untuk dihuni. Mereka adalah orang-orang “hebat” karena mereka hidup untuk melayani orang lain dan membantu mereka untuk hidup dengan harapan dan sukacita. Andakah salah satunya?
Allah Tuhan kami, Putera-Mu Yesus, yang setara dengan-Mu, namun Ia menjadikan diri-Nya sebagai saudara dan hamba kami. Semoga Roh-Nya hidup di dalam diri kami dan membuat kami menjadi serupa dengan-Nya, tak berdaya dan rentan, sehingga kami dapat melayani satu sama lain, terutama saudara-saudari kita yang paling lemah. Amin.
Selamat beraktivitas. Jadilah orang-orang hebat karena melayani. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
RP Joni Astanto MSC