Selasa, 26 Mei 2026
Sabda Kehidupan
Selasa 26 Mei 2026
Peringatan St Filipus Neri
Markus 10:28-30a (Mrk 10:28-31)
Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau! Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat…”
Apakah Upah Kita Mengikuti Yesus?
Setelah sekian lama mengikuti Yesus dan meninggalkan segala sesuatunya, Petrus mewakili para murid lainnya mempertanyakan mengenai upah yang akan mereka terima. Selama ini mereka tidak mempunyai rumah yang tetap, pekerjaan mereka hanyalah berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain. Mereka bukan lagi nelayan. Uang kas yang ada hanya tergantung pemberian orang. Petrus mulai mempertanyakan masa depan mereka yang tidak pasti.
Yesus berjanji bahwa mereka akan menerima upah 100x lipat. Tentu Petrus dan murid-murid lain sangat bahagia. Mereka membayangkan akan punya banyak uang, rumah besar, harta melimpah dan banyak saudara.
Tapi sayang, impian mereka sirna karena Yesus ditangkap dan mati terbunuh. Mereka pulang kampung dengan kecewa!
Apakah Petrus dan para rasul lainnya merasa sia-sia mengikuti Yesus?
Mari kita lihat perbedaan besar yang terjadi dengan impian dan harapan para rasul sebelum dan sesudah Yesus bangkit.
Petrus yang berharap mendapat upah melimpah saat Yesus masih bersama mereka, bahkan sudah membayangkan menjadi pejabat tinggi bila Yesus jadi raja, sesudah Yesus bangkit sungguh menyadari bahwa bukan emas dan perak yang dijanjikan Yesus melainkan hidup Yesus sendiri. Upah ilahi ini tak ada bandingannya dengan harta dunia.
Simak kata-kata Petrus yang begitu meyakinkan ini: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (Kis 3:6).
Bagi Petrus bukan lagi soal apa yang akan ia terima sebagai upah atau pahala, tapi hidup dalam Yesus dan semua kepenuhan rahmat dan anugerah dalam namaNya, krunia Roh Kudus Allah, telah membuat murid-murid Yesus berkelimpahan dalam segala hal yang dicari semua orang.
Itulah kasih, sukacita, damai sejahtera dan jaminan hidup kekal. Sekalipun dalam situasi susah dan derita, aniaya maupun dalam kematian. Tak ada upah yang lebih berharga selain damai sejahtera memiliki Yesus yang adalah segalanya bagi mereka dan bagi kita semua.
Katakanlah dengan penuh iman, “Tuhanlah Gembalaku, aku takkan berkekurangan. Segala sesuatu pasti Tuhan tambahkan.”
Selamat berkarya di hari baru. Jangan lupa bersyukur dan bahagia.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 26 Mei 2026
Selasa Pekan Biasa VIII
PW S. Filipus Neri, Imam
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25
Bacaan Injil: Mrk 10:28-31
***********
Bait Pengantar Injil
Mat 11:25
Terpujilah Engkau Bapa, Tuhan langit dan bumi,
sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
Bacaan Injil
Mrk 10:28-31
Sekalipun disertai penganiayaan,
pada masa ini juga kalian akan menerima kembali seratus kali lipat,
dan dimasa datang menerima hidup yang kekal.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Setelah Yesus berkata
betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah,
berkatalah Petrus kepada Yesus,
“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu
dan mengikuti Engkau.”
Maka Yesus menjawab,
“Sesungguhnya Aku berkata kepadamu,
barangsiapa meninggalkan rumah,
saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya,
pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat:
rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu,
anak dan ladang,
sekalipun disertai berbagai penganiayaan;
dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal.
Tetapi banyak orang yang terdahulu
akan menjadi yang terakhir,
dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
ℍ
Perikope Injil hari ini adalah kelanjutan kisah tentang seorang muda yang kaya yang mendekati Yesus dan bertanya bagaimana caranya memperoleh hidup yang kekal. Yesus menantang pemuda itu untuk menjual segala miliknya dan membagikan hasilnya kepada orang miskin, lalu mengikuti Dia. Tetapi orang muda kaya itu menolak tantangan itu dan pergi. Melihat hal ini Petrus mengatakan bahwa ia dan para murid lainnya telah meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Yesus. Apa yang akan menjadi ganjarannya?
Injil mengingatkan kita bahwa mengikut Yesus membutuhkan pilihan setiap hari, kesediaan untuk melepaskan keterikatan duniawi dan mencari hidup yang kekal. Ketika Petrus berkata kepada Yesus, “Kami telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Engkau,” Yesus menjawab dengan sebuah janji: mereka yang meninggalkan rumah, keluarga, dan harta benda demi Dia akan menerima lebih banyak lagi sebagai balasannya – baik dalam kehidupan sekarang ini maupun kehidupan kekal.
Apa yang dikatakan Injil ini berlaku bagi kita semua, bukan hanya bagi mereka yang menjalani hidup sebagai imam atau religius. Setiap orang Kristen dipanggil untuk membuat pilihan-pilihan sesuai dengan kehendak Tuhan. Memilih untuk menghadiri Ekaristi daripada memprioritaskan hiburan, mendedikasikan waktu untuk berdoa daripada rekreasi, memilih untuk bekerja dengan jujur daripada mengikuti godaan korupsi, memilih untuk mengabdikan diri bagi kebaikan banyak orang ketimbang mementingkan kepentingan sendiri, atau menghidupi panggilan kita dengan Kristus sebagai pusatnya – ini adalah keputusan sehari-hari yang menentukan iman kita.
Mengikuti Yesus juga berarti mengizinkan Dia memasuki panggilan hidup kita sepenuhnya. Jika Anda sudah menikah, undanglah Kristus ke dalam pernikahan Anda. Jika Anda seorang imam atau religius, biarkan Kristus menjadi pusat pelayanan Anda. Tanpa Dia, pelayanan kita dapat menjadi rutinitas, dan kita berisiko menjadi aktor dalam sebuah peran dan bukannya menjadi murid yang sejati.
Pada akhirnya, Yesus mengingatkan kita bahwa tujuan kita adalah kehidupan kekal. Dia tidak meminta kita untuk meninggalkan segala sesuatu dengan cuma-cuma – melainkan, meninggalkan yang lebih kecil untuk memperoleh yang lebih besar. Apa yang kita pegang teguh hari ini yang menghalangi kita untuk sepenuhnya memeluk-Nya? Apakah kita mencari kekekalan, atau apakah kita puas dengan apa yang bersifat sementara?
Kiranya Tuhan memberi kita keberanian untuk berjalan di jalan-Nya, percaya bahwa dengan meninggalkan segala sesuatu bagi-Nya, kita menerima segala sesuatu yang benar-benar penting: kasih-Nya, damai sejahtera-Nya, dan kehidupan kekal.
Tuhan, semoga kami mampu menjadikan Engkau yang utama dalam hidup kami. Amin.
Selamat beraktivitas. Jadikan Dia yang utama. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
RP Joni Astanto MSC