Rabu, 20 Mei 2026
Sabda Kehidupan
Rabu 20 Mei 2026
Novena Pentakosta hari ke 6
Yohanes 17:17 (Yoh 17:11b-19)
”Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”
Hiduplah Dalam Kekudusan
Dalam doaNya bagi murid-muridNya saat perjamuan malam terakhir, Yesus berdoa kepada BapaNya agar semua muridNya senantiasa dikuduskan oleh Firman Allah.
Jangan sampai di dalam keterbatasan dan kelemahan manusiawinya, kita lupa bahwa kita adalah ciptaan Allah yang telah lahir baru dalam pembaptisan dan diurapi dengan Roh Kudus Allah.
Air pembaptisan telah menguduskan kita. Oleh darah Yesus kita telah dibersihkan dari dosa, dan jiwa kita dimurnikan dalam api Roh KudusNya.
Hidup dalam kekudusan berarti hidup sepenuhnya dalam cinta akan Allah, dan dituntun selalu oleh Firman Allah. Kita menjadi persembahan yang kudus bagi Allah, sekalipun kita tetap diliputi kelemahan dan keterbatasan kita. Oleh karena itu, sakramen-sakramenNya dianugerahkan bagi kita agar kita tetap kudus dan tak bercela di hadapan Tuhan.
Dosa akan terus menghampiri kita, tapi kasih Kristus jauh lebih kuat dari dosa. Tuntunan Roh KudusNya selalu membawa kita pada penyesalan dan pertobatan agar kita selalu diperdamaikan dengan Allah.
Cinta kita padaNya dibaharui, hati dan jiwa kita dikuduskan kembali, dan kita hidup dalam kekudusan.
Yesus telah memberikan tubuh dan darahNya menjadi santapan jiwa kita, agar Firman Allah yang telah menjadi manusia terus tinggal dalam diri kita.
”Ya Yesus kuduskanlah kami dalam kebenaran firmanMu. Biarlah cinta kami kepadaMu terus berkobar, agar kami mampu mengatasi kelemahan-kelemahan kami. Tanpa Engkau kami tak dapat berbuat apa-apa. Angkat kami bila kami jatuh, sucikan hati kami agar mampu mengenali kehadiranMu di tengah hidup kami yang tercemar oleh dosa. Amin.”
”Datanglah ya Roh Kudus. Penuhilah hati umatMu dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.”
Selamat hari baru. Doa Yesus menguatkan kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 20 Mei 2026
Rabu Paskah VII
PF S. Bernardinus dari Siena, Imam
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a
Bacaan Injil: Yoh 17:11b-19
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 17:17b.a
Firman-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran.
Kuduskanlah kami dalam kebenaran.
Bacaan Injil
Yoh 17:11b-19
Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Dalam perjamuan malam terakhir
Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya,
“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu,
yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku,
supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
Selama Aku bersama mereka,
Aku memelihara mereka dalam nama-Mu,
yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku.
Aku telah menjaga mereka,
dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa
selain dia yang telah ditentukan untuk binasa,
supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu.
Aku mengatakan semuanya ini
sementara Aku masih ada di dalam dunia,
supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka,
dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia,
sama seperti Aku bukan dari dunia.
Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia,
tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran;
firman-Mu adalah kebenaran.
Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia,
demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.
Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka,
supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
Bacaan Injil hari ini merupakan bagian dari doa Yesus sebagai Imam Agung. Dalam doa-Nya, Yesus berkata bahwa para murid bukan dari dunia, tetapi Ia mengutus mereka ke dalam dunia.
DALAM DUNIA tetapi BUKAN DARI DUNIA. Suatu gambaran yang bagus tentang hidup kristiani!
Kita perlu membedakan dengan hati-hati antara DALAM DUNIA tetapi BUKAN DARI DUNIA. Suatu perbedaan antara DI MANA KITA BERADA dan SIAPA DIRI KITA; antara yang BERGUNA bagi dunia dan apa yang PERLU bagi keselamatan; antara ilah-ilah masa kini dan satu-satunya Allah yang benar, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.
Ketika Yesus berdoa kepada Bapa, agar Bapa memelihara para murid, Ia tidak meminta agar memindahkan para murid dari dunia, atau memisahkan mereka ke suatu tempat yang khusus bagi orang-orang yang dibaptis. Sebab mereka harus menjadi garam dunia dan terang dunia (Mat 5: 13 – 14). Dan begitulah, kita ada dalam dunia agar menggaraminya dan meneranginya. Kita ada di dalam dunia, dalam masyarakat, di tempat kerja kita, di sekolah, di komunitas, di rumah, di kelas, dalam persahabatan, dalam keluarga. DALAM DUNIA. Apa jadinya dunia ini jika kita tidak ada di dalamnya?
Tetapi “dalam dunia” tidak berarti “dari dunia”. “Dari dunia” berarti berpikir dan bertindak melawan kehendak Allah. Ketika Paulus menulis kepada umat di Efesus mengingatkan: “Kini kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya,” (Ef 2: 10).
Semoga kita senantiasa ingat SIAPA DIRI KITA. “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rom 8: 1).
Roh Kudus, bukalah pikiran dan hatiku untuk sepenuhnya menerima kebenaran tentang hidup dan keberadaanku, dan tolonglah aku untuk menyambutnya dan menjalaninya setiap hari. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. Selamat menggarami dan menerangi dunia. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
RP Joni Astanto MSC