Jumat, 15 Mei 2026
Sabda Kehidupan
Jumat 15 Mei 2026
Novena Pentakosta Hari 1
Yohanes 16:21-22 (Yoh 16:20-23a)
(Kata Yesus), “Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.”
Tak Seorangpun Dapat Merampas Kebahagiaan Kita
Dengan begitu indah Yesus menggambarkan sukacita di balik dukacita saat seorang ibu melahirkan anaknya. Yesus tahu persis karena Ia juga terlahir seperti kita. Apalagi Ia terlahir di kandang yang hina. Derita Bunda Maria dan kehinaan kandang Betlehem, tidak mampu menyingkirkan sukacita dan kebahagiaan lahirnya Juruselamat yang menjelma menjadi manusia.
Demikianlah juga, Yesus ingin agar kita bahagia dan penuh sukacita apapun yang terjadi. Tidak ada satu apapun yang dapat merampas sukacita kita bila kita tinggal dalam kasih Yesus.
Ia telah berjanji, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” (Yoh 15:9,11).
Jangan biarkan fitnah, dusta, kebencian, penolakan, pengkhianatan serta berbagai peristiwa sedih dan duka merampas sukacita kita. Bila kita terpengaruh dengan semuanya itu dan menjadi marah, sedih, kecewa, frustrasi dan patah semangat, itu berarti kita lupa bahwa kita ada dalam pelukan kasih Yesus yang tak pernah beranjak dari hidup kita. Yakinlah apa yang dikatakan Yesus, “Tak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu.”
Luka dan derita oleh penolakan, kebencian dan iri hati akan terus ada, tapi semua itu tak dapat mengambil kebahagiaan kita karena Yesus ada beserta kita. Ia menjadi milik kita dan kita menjadi milikNya. Ia tinggal di hati kita dan tak henti mencintai kita. Roh KudusNya, Sang Penghibur dan Penolong setia menemani kita. Itulah sukacita kita yang abadi.
”Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu, dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.”
Selamat mengawali Novena Pentakosta. Roh Kudus mengangkat hati kita untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Jangan lupa berbahagia.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 15 Mei 2026
Jumat Paskah VI
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Luk 24:46.26
Bacaan Injil: Yoh 16:20-23a
*************
Bait Pengantar Injil
Luk 24:46.26
Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
Bacaan Injil
Yoh 16:20-23a
Tidak ada seorang pun
yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap,
tetapi dunia akan bergembira;
kamu akan berdukacita,
tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan,
tetapi sesudah ia melahirkan anaknya,
ia tidak ingat lagi akan penderitaannya,
karena kegembiraan bahwa
seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita,
tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira,
dan tidak ada seorang pun
yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
Perikope Bacaan Injil hari ini sangat menghibur untuk direnungkan. Nampak di sini, Yesus sedang mempersiapkan para murid-Nya untuk menghadapi masa-masa sulit yang akan datang dalam hidup dan pelayanan mereka. Persiapan ini sangat diperlukan agar mereka dapat tetap teguh di tengah masa-masa penganiayaan.
Yesus tidak hanya memberikan kata-kata penghiburan dan janji-janji kosong. Tidak seperti yang sering dilakukan oleh para politisi zaman sekarang. Sepanjang waktu pemilihan umum, kita mendengar banjir janji dan jaminan dari para politisi. Begitu mereka berkuasa, mereka dengan mudah melupakan semua jaminan dan janji itu hingga pemilu berikutnya. Mereka tahu bahwa ingatan kolektif masyarakat sangat lemah, sehingga mudah untuk memanipulasinya. Yesus bukanlah politisi murahan. Jika Ia berkata sesuatu, Ia sungguh-sungguh mengatakannya. Jaminan-Nya abadi.
Bersama dengan jaminan-Nya, Yesus menjanjikan perantaraan-Nya di hadapan Bapa. Yesus tahu betul bahwa para murid akan jatuh di tengah jalan jika mereka hanya mengandalkan kemampuan mereka sendiri. Untuk ketekunan dalam iman, kita, para murid membutuhkan perantaraan yang kuat dari Yesus di hadapan Bapa. Itulah mengapa Ia menginstruksikan para murid untuk berdoa dalam nama-Nya agar mereka menerima dengan melimpah. Namun, kita harus ingat bahwa berdoa dalam nama Yesus bukanlah rumus ajaib, mantra, atau sekadar ritual.
Hal lain yang perlu kita perhatikan di sini adalah bahwa kita harus berdoa sesuai dengan kebutuhan Kerajaan Allah. Permohonan kita dalam doa bukan hanya untuk kesejahteraan dan pertumbuhan materi kita. Prioritas bagi Kerajaan Allah harus ada dalam doa-doa kita. Bapa di surga tidak boleh dipandang sebagai Sinterklas yang memenuhi keinginan dan kebutuhan kita. Saat berdoa, kita tidak boleh meminta sesuai dengan keinginan dan kehendak kita sendiri. Kita harus membiarkan Roh yang tinggal di dalam diri kita yang berdoa, sehingga kita dapat berdoa sesuai dengan kehendak Bapa. St. Paulus berkata kepada kita: “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus,” [Rom 8: 26 – 27].
Kita memiliki jaminan dari Yesus bahwa jika kita memohon sesuatu kepada Bapa dalam nama-Nya, Ia akan mengabulkannya. Seandainya kita memiliki iman yang cukup, kita tidak akan pernah ragu atau cemas.
Ya Bapa, tolonglah kami agar dapat memandang segala sesuatu sebagaimana Engkau memandangnya. Berikanlah kami rahmat untuk bertekun dan bertumbuh, sekalipun hidup ini penuh tantangan. Mungkin Engkau tidak memberikan tepat seperti apa yang kami minta, tetapi kami tahu Engkau tidak akan pernah gagal memberikan apa yang kami butuhkan. Amin.
Selamat beraktivitas. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
RP Joni Astanto MSC