Minggu, 03 Mei 2026
Sabda Kehidupan
Minggu 03 Mei 2026
Hari Minggu Paskah V
Yoh 14:8-9 (Yoh 14:1-12)
Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.”
Allah Bapa Dalam Yesus, Yesus Dalam Kita
Pertanyaan Filipus kepada Yesus mewakili kita semua yang ingin melihat Allah yang Maha Mulia, Maha Agung dan Maha Kuasa. Allah yang dikisahkan turun temurun melalui Perjanjian Lama. Ternyata jawaban atas kerinduan hati kita ada pada Yesus!
Kata Yesus, “Barangsiapa telah melihat Aku, Ia telah melihat Bapa!”
Dalam Perjanjian Lama, Allah digambarkan begitu jauh, ada di tempat yang mahatinggi. Allah begitu menakutkan dan membuat bumi dan seluruh isinya bergetar. Namun dalam Yesus, Allah hadir sebagai Tuhan yang mahatinggi dan serentak sebagai Saudara. Di satu pihak Ia begitu agung dan mulia, di pihak lain Ia sangat manusiawi dan penuh kasih sayang.
Dalam Yesus kita mengenal Allah yang mau makan semeja dalam perjamuan, bersusah derita di jalan salib demi menebus kita.
Dalam perumpamaan tentang anak yang hilang, Yesus menunjukkan kepada kita Allah sebagai Bapa yang sangat baik hti, yang selalu mengampuni anak-anakNya yang telah melukai hatiNya.
Betapa hati kita penuh syukur dan sukacita, Allah yang Mahabesar dan Maharahim mau tinggal di hati kita dalam Yesus PutraNya dan menjadikan diri kita Bait kediaman Roh KudusNya.
Biarlah damai sejahtera dan sukacita surgawi melimpah dalam hidup dan karya kita, oleh persatuan mesra kita dengan Allah Tritunggal Mahakudus.
”Terimakasih ya Yesus, Engkau telah menunjukkan wajah Bapa surgawi kepada kami melalui hadirMu di tengah kami. Engkaulah jalan-kebenaran-dan hidup kami. Engkaulah Tuhan dan Allah kami. Engkaulah Raja dan Sahabat kami sepanjang masa. PadaMu kami menyembah, dalam tanganMu kami berserah. Tuntunlah kami menuju rumah Bapa di surga. Amin.
Selamat Hari Minggu. Diberkatilah kita semua dalam nama Yesus.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 03 Mei 2026
Minggu Paskah V
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Kis 6:1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2.4-5.18-19
Bacaan II: 1Ptr 2:4-9
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6
Bacaan Injil: Yoh 14:1-12
************
Bait Pengantar Injil
Yoh 14:6
Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan.
Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa
kalau tidak melalui Aku.
Bacaan Injil
Yoh 14:1-12
Akulah jalan, kebenaran dan hidup.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Janganlah gelisah hatimu;
percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.
Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.
Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila Aku telah pergi ke sana
dan telah menyediakan tempat bagimu,
Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,
supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada.
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.”
Kata Tomas kepada-Nya,
“Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi;
jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?”
Kata Yesus kepadanya,
“Akulah jalan, kebenaran dan hidup.
Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku.
Sekiranya kamu mengenal Aku,
pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.
Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
Kata Filipus kepada-Nya,
“Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,
dan itu sudah cukup bagi kami.”
Kata Yesus kepadanya,
“Telah sekian lama Aku bersama-sama engkau, Filipus,
namun engkau tidak mengenal Aku?
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;
bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami.
Tidak percayakah engkau
bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?
Apa yang Aku katakan kepadamu,
tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,
tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku,
Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
Percayalah kepada-Ku
bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;
atau setidak-tidaknya
percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku,
ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,
bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.
Sebab Aku pergi kepada Bapa.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
Bacaan I Hari Minggu Paskah V hari ini, Kisah Para Rasul 6, menggambarkan bagaimana perbedaan dan perselisihan diselesaikan pada masa-masa awal gereja. Kaum Helenis (orang-orang yang baru bertobat dan berbahasa Yunani) mengeluh bahwa para janda di kalangan mereka tidak mendapatkan bagian yang adil dari pelayanan sosial gereja. Solusi yang diberikan para rasul terhadap masalah ini menunjukkan bahwa perubahan dalam praktik tidak hanya mungkin, tetapi juga diperlukan demi kesehatan gereja.
Solusi tersebut menunjukkan dua dimensi penting dalam kehidupan gereja: doa dan pelayanan; serta bahwa dalam menjalani panggilan Kristiani, kita memerlukan keseimbangan antara keduanya. Setiap dari kita dipanggil secara pribadi untuk berdoa, untuk beribadah, kepada Allah; dan kita juga dipanggil untuk melayani. Apa pun yang kita lakukan dalam hidup, pekerjaan kita memengaruhi orang lain atas cara tertentu. Kita harus melayani sesama; bahkan melalui hal paling sederhana dalam penghargaan kita kepada sesama, tidak ada yang dianggap remeh. Doa dan pemberitaan firman merupakan hal yang paling penting bagi para rasul; namun pelayanan kepada janda-janda dan orang-orang miskin di komunitas juga sangat vital, karena itu mereka menunjuk tujuh orang yang dipercaya untuk mengurusnya, dan mengukuhkan mereka melalui upacara yang penuh makna.
Akibatnya, jumlah murid di Yerusalem bertambah. Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana pertumbuhan semacam ini dalam Gereja dapat dihidupkan kembali di zaman kita. Apakah firman Tuhan masih tersebar atau jumlah murid bertambah? Dalam surat St. Petrus, Gereja digambarkan sebagai rumah rohani, dengan kita sebagai batu hidup yang membentuk rumah Allah yang hidup. Setiap kali kita mengucapkan Doa Bapa Kami, kita berkata, “Datanglah Kerajaan-Mu.” Hal ini menyiratkan bahwa kita harus mengambil tanggung jawab untuk menyebarkan firman dan melakukan sesuatu untuk membangun Gereja. Kita dapat bekerja untuk Kerajaan Allah melalui perilaku dan sikap kita sehari-hari.
Batu penjuru Gereja adalah Kristus sendiri, dan Ia memberikan kita penghiburan bahkan hingga hari ini. Jika Ia pergi, itu untuk mempersiapkan tempat bagi kita di rumah Bapa-Nya, yang memiliki banyak tempat. Jadi, ada tempat bagi kita semua dalam Kerajaan-Nya. Setiap orang memiliki karunia dan anugerah, setiap orang seharusnya memiliki peran dalam kehidupan Gereja, sebagaimana dicontohkan oleh para rasul dalam bacaan pertama.
Banyak orang saat ini menganggap iman tidak relevan karena pemahaman mereka tentang Allah keliru atau terdistorsi. Untuk gambaran yang autentik tentang bagaimana Allah itu, kita harus melihat kepada Yesus yang berkata, “Aku ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Aku.” Dalam Diri-Nya Ia menunjukkan bagaimana Bapa yang tak terlihat itu: peduli pada semua, tertarik pada semua, menghormati semua orang, dan memanggil para pendosa kembali ke rumah. Allah yang ramah inilah yang disembah oleh Gereja kita, dan kita memperbarui kepercayaan kita kepada-Nya. Dapatkah kita juga menjadi gambaran yang terlihat dari Allah yang sama?
Ya Tuhan, bantulah kami menjadi batu-batu yang hidup untuk membangun Gereja-Mu. Jadikan kami tanda dan sarana kehadiran-Mu. Amin.
Selamat Hari Minggu. Jadilah tanda dan sarana kehadiran Bapa yang Mahabaik. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
RP Joni Astanto MSC