Kamis, 30 April 2026
Sabda Kehidupan
Kamis 30 April 2026
Yohanes 13:20 (Yoh 13:16-20)
”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”
Menjadi Utusan Yesus
Setiap orang yang dibaptis membawa dalam dirinya meterai Allah Tritunggal Mahakudus. Dalam dirinya Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus diam dan menjadi satu hati. Sesungguhnya anugerah ini sungguh agung dan mulia, mengingat sebagai ciptaan, kita manusia tak bisa disepadankan dengan Allah bahkan tak layak menerima anugerah seagung ini. Namun inilah wujud totalitas cinta Allah bagi kita orang yang percaya dan dibaptis serta diangkat menjadi putra putri Allah.
Konsekwensinya, masing-masing kita menampilkan wajah Kristus. Martabat ini bukan menjadi alasan bagi kita untuk menyombongkan diri dan menganggap diri lebih dari orang lain, melainkan menjadi pegangan bagi kita untuk saling melayani, menghargai dan menghormati serta menerima satu sama lain sebagai utusan-utusan Tuhan.
Yesus pernah berkata, “barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (Mat 18:5).
Dengan demikian bila kita dapat melihat kehadiran Yesus dalam diri sesama kita bahkan yang paling kecil, ini adalah anugerah Allah yang sangat indah dan penuh makna.
Adalah Roh Kudus yang memampukan kita mengenali dan melihat wajah Yesus dalam diri sesama kita. Inilah yang disebut kontemplasi yakni kita memandang dengan mata iman jauh ke dalam lubuk hati diri sendiri dan orang lain, realitas ilahi realita hadirnya Tuhan di dalam setiap peristiwa hidup kita.
Marilah dalam keheningan batin, kita masuk ke dalam diri dan memandang setiap orang sebagai utusan Yesus yang hadir menemani kita.
Kita juga sebagai utusan Yesus, menjadi seperti Yesus, yang memandang orang lain dengan cinta.
Maka berbahagialah setiap hati yang melihat Tuhan selalu hadir menemani dan menyapa kita setiap hari.
Semoga kita-pun dapat senantiasa menampilkan wajah Yesus dan menjadi tanda kehadiranNya bagi orang di sekitar kita. Antara lain melalui uluran tangan dan perbuatan kasih kita, serta tutur kata yang menguatkan dan membesarkan hati sesama.
Selamat hari Kamis. Mari hadirkan Yesus di setiap aktivitas kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 30 Apr 2026
Kamis Paskah IV
PF S. Pius V, Paus
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Why 1:5ab
Bacaan Injil: Yoh 13:16-20
************
Bait Pengantar Injil
Why 1:5ab
Ya Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia,
yang pertama bangkit dari antara orang mati;
Engkau mengasihi kami
dan telah melepaskan kami dari dosa kami oleh darah-Mu.
Bacaan Injil
Yoh 13:16-20
Barangsiapa menerima orang yang Ku-utus, ia menerima Aku.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Dalam perjamuan malam terakhir
Yesus membasuh kaki para murid-Nya.
Sesudah itu Ia berkata, “Aku Berkata kepadamu:
Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya;
atau seorang utusan daripada dia yang mengutusnya.
Jikalau kamu tahu semua ini,
maka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya.
Bukan tentang kamu semua Aku berkata.
Aku tahu, siapa yang telah Kupilih.
Tetapi haruslah genap nas ini:
Orang yang makan roti-Ku,
telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi,
supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia.
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus,
ia menerima Aku,
dan barangsiapa menerima Aku,
ia menerima Dia yang mengutus Aku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
Kita masih dalam masa sukacita atas Kebangkitan Kristus, namun Injil hari ini membawa kita kembali ke Ruang Atas – ke momen ketika Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Ini amenjadi pengingat yang kuat bagi kita bahwa jalan menuju Kebangkitan selalu melalui Salib, dan melalui kasih yang memberi diri.
Yesus, yang sepenuhnya sadar akan pengkhianatan yang menanti-Nya, berlutut di hadapan para murid-Nya dengan kerendahan hati. Dia bahkan membasuh kaki Yudas dan berbagi roti dengannya – sebuah tanda persahabatan yang mendalam. Namun, Yesus tidak membela diri-Nya dari rasa sakit hati. Sebaliknya, Dia menghadapi pengkhianatan bukan dengan kemarahan atau dengan mengambil jarak, tetapi dengan kasih. Dengan demikian, Dia menyatakan hati Allah: penuh belas kasih, sabar dan mengampuni.
Ini bukanlah kasih yang mudah. Dengan itu Yesus menunjukkan dengan nyata perintah-Nya: “Kasihilah seorang akan yang lain seperti Aku telah mengasihi kamu.” Ini adalah kasih yang memberikan diri sepenuhnya, bahkan kepada mereka yang tidak layak untuk dikasihi. Kasih ini memanggil kita untuk mengampuni, melayani, dan tetap setia bahkan ketika orang lain mengecewakan kita.
Masa Paskah bukan hanya sebuah perayaan kemenangan atas kematian, tetapi juga sebuah tantangan untuk hidup sebagai umat Paskah. Dalam terang Kristus yang telah bangkit, kita dipanggil untuk memikul salib kita dengan penuh pengharapan, mengampuni dengan penuh keberanian, dan mengasihi dengan penuh kerendahan hati.
Hari ini, marilah kita renungkan: ketika kita disakiti atau dikhianati, apakah kita memilih untuk membalas atau mengasihi? Dapatkah kita, seperti Yesus, membasuh kaki orang-orang yang mengecewakan kita?
Saat kita berjalan dalam sukacita Kebangkitan, kiranya kita mengikuti teladan Tuhan kita yang telah Bangkit, yang mengajarkan kepada kita bahwa kemuliaan sejati datang melalui kasih yang rendah hati.
Tuhan, mampukan kami mengasihi seperti Engkau. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
RP Joni Astanto MSC