Senin, 27 April 2026
Sabda Kehidupan
Senin 27 April 2026
Yohanes 10:11 (Yoh 10:11-18)
”Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
Tuhan Adalah Gembalaku, Aku Tak Akan Berkekurangan
Betapa hidup kita melimpah dengan syukur karena Yesus datang sebagai Gembala kita dan kita adalah domba gembalaanNya.
Sejak lama umat Israel mengimani Allah sebagai Gembala agung mereka. Dengan sangat indah Daud menggambarkan kasih Sang Gembala dalam Mazmur 23: “Tuhan adalah Gembalaku takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku…”
Kini Yesus sendiri yang menjadi Gembala kita. Ia menghadirkan secara nyata semua gambaran Pemazmur tentang Tuhan sebagai gembala.
Damainya hati saat percaya bahwa sebagai domba, kita ada dalam gembalaan Yesus, yang mengenal kita domba-dombaNya pribadi lepas pribadi.
Ia berdiri di depan menuntun kita. Ia ada di samping menemani dan menjaga kita. Ia ada di belakang untuk mendorong dan menyemangati kita.
Lebih dari itu Ia ada di hati untuk menjadi sumber kasih di hati kita.
Yesus juga memanggil kita untuk punya hati sebagai gembala bagi sesama. Peduli dan rela berkorban bagi yang lemah dan rentan. Mereka yang butuh kasih sayang dan perhatian. Biarlah kasih kegembalaan Allah nyata dalam hati kegembalaan kita.
Mari kita doakan semua pelayan Tuhan yang diberikan tongkat kegembalaan untuk sungguh menjadi gembala yang baik.
Selamat Hari Senin. Tuhanlah Gembala kita, kita tak akan berkekurangan.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 27 Apr 2026
Senin Paskah IV
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:14
Bacaan Injil: Yoh 10:11-18
************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan,
Aku mengenal domba-domba-Ku
dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
Bacaan Injil
Yoh 10:11-18
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang Farisi,
“Akulah gembala yang baik.
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
sedangkan orang upahan yang bukan gembala,
dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri,
ketika melihat serigala datang,
meninggalkan domba-domba itu lalu lari,
sehingga serigala itu menerkam
dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
Ia lari karena ia seorang upahan,
dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
Akulah gembala yang baik.
Aku mengenal domba-domba-Ku,
dan domba-domba-Ku mengenal Aku
sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa,
dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain,
yang bukan dari kandang ini;
domba-domba itu harus Kutuntun juga;
mereka akan mendengarkan suara-Ku
dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku
untuk menerimanya kembali.
Tidak seorang pun mengambilnya daripada-Ku,
melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.
Aku berkuasa memberikannya
dan berkuasa mengambilnya kembali.
Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********
BERKORBAN KARENA DAN DEMI CINTA
Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini:“Betapa berartinya kita ketika demi dan karena cinta maka Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya agar kita selamat dan menemukan kembali jalan kepada Bapa.”
Firman penguat:”Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” ( ayat 11 )
Pesan dan pertanyaan refleksif bagi kita di pagi ini:
1) Sejauh manakah Anda merasakan tuntunan dan penyertaan Yesus dalam hidupmu sampai saat ini?
2) Serahkanlah dirimu kepada Yesus maka engkau akan merasakan cinta dan penyertaan-Nya yang sempurna dalam hidupmu;
3) Sejauh manakah Anda telah belajar dari Yesus dan rela berkorban demi orang-orang yang Anda cintai atau mencintaimu?
Pengorbanan adalah wujud terbesar dari cinta sejati. Maka jika sampai saat ini engkau enggan untuk berkorban maka engkau sesungguhnya bukan seorang pencinta sejati.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )