Minggu, 26 April 2026
Sabda Kehidupan
Minggu 26 April 2026
Hari Minggu Paskah IV
Hari Minggu Panggilan
Yohanes 10:10b (Yoh 10:1-10)
”Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Hidup Yang Berkelimpahan Dalam Yesus
Hidup dalam Yesus itulah hidup yang berkelimpahan.
Dengan indahnya Yesus menyampaikan gambaran hidup berkelimpahan di dalam Dia, dalam perumpamaan mengenai pokok anggur. Kata Yesus, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.” (Yoh 15:5).
Rasul Paulus dalam Galatia 5:22 menyebutkan buah-buah itu yang berkelimpahan itu, sebagai buah-buah Roh. Inilah buah-buah itu, “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.”
Kita tahu bahwa anugerah terbesar yang Yesus berikan pada kita adalah RohNya sendiri agar Ia hidup di dalam kita dan kita hidup di dalam Dia, seperti halnya kita menyatu dengan Sang Pokok Anggur.
Jadi, bila Yesus yang adalah sumber segala sumber rahmat ilahi, hidup dalam kita, maka mengalirlah dari dalam diri kita sumber-sumber rahmat ilahi yang melimpah dan tak berkesudahan.
Bahagianya hidup yang melimpah dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.
Bukankah ini semua yang kita dambakan? Apalah artinya orang berkelimpahan materi, bahkan memiliki seluruh dunia tapi tak ada kasih, sukacita dan damai sejahtera dalam hidupnya.
Di pihak lain, kita tahu bahwa pohon tak pernah menahan buahnya untuk dirinya sendiri. Pohon selalu merelakan buahnya untuk diambil orang.
Demikian juga kiranya hidup kita yang berkelimpahan dalam Tuhan adalah hidup yang memberi dan menjadi saluran berkat Tuhan.
”Trimakasih ya Yesus, kasihMu melimpah dalam hidupku, jadikanlah aku saluran kasihMu.”
Selamat Hari Minggu. Tuhanlah Gembala kita, kita tak akan berkekurangan.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 26 Apr 2026
Minggu Paskah IV
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:14
Bacaan Injil: Yoh 10:1-10
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan.
Aku mengenal domba-domba-Ku,
dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
Bacaan Injil
Yoh 10:1-10
Akulah pintu kepada domba-domba.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
sekali peristiwa
Yesus berkata kepada orang-orang Farisi,
“Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya, siapa yang masuk ke dalam kandang domba
dengan tidak melalui pintu tetapi dengan memanjat tembok,
ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok.
Tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
Untuk dia penjaga membuka pintu,
dan domba-domba mendengarkan suaranya;
ia memanggil dombanya masing-masing menurut namanya,
dan menuntunnya ke luar.
Jika semua domba telah dibawanya ke luar,
ia berjalan di depan mereka,
dan domba-domba itu mengikuti dia,
karena mereka mengenal suaranya.
Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti,
malah mereka lari dari padanya,
karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”
Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka,
tetapi mereka tidak mengerti
apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
Maka kata Yesus sekali lagi,
“Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu.
Semua orang yang datang sebelum Aku,
adalah pencuri dan perampok,
dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
Akulah pintu;
barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat;
ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput.
Pencuri datang hanya untuk mencuri,
membunuh dan membinasakan;
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
Dalam Injil, Yesus menggambarkan perbedaan yang mencolok antara gembala yang baik dan pekerja upahan. Keduanya memiliki peran yang sama, yaitu menjaga dan merawat domba-domba. Namun, bagi pekerja upahan, peran itu hanyalah pekerjaan; itu adalah sarana untuk mencapai tujuan, tujuan itu adalah upah yang akan didapatnya sebagai imbalan. Ia mengambil peran itu untuk mendapatkan sesuatu. Dan jika apa yang diberi lebih besar daripada apa yang didapat, maka ia akan meninggalkan peran itu. Jika, pada suatu saat, peran itu menjadi terlalu menuntut, ia akan berpaling darinya.
Namun, bagi gembala yang baik, peran itu bukan hanya pekerjaan namun itu adalah sebuah komitmen yang penuh kasih. Gembala yang baik mengambil peran itu bukan terutama untuk mendapatkan sesuatu darinya, tetapi untuk memberikan sesuatu kepadanya. Sesungguhnya, Yesus menggambarkan gembala yang baik sebagai seseorang yang siap memberikan segalanya, bahkan nyawanya sendiri. Yesus adalah gembala yang baik dalam pengertian itu. Yesus telah mendekati kita, telah menjalin hubungan dengan kita, bukan untuk mendapatkan sesuatu dari kita, tetapi untuk memberikan segalanya kepada kita.
Allah memberikan segalanya kepada kita dengan memberikan kita Kristus sebagai gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya bagi kita. Santo Paulus mengungkapkannya dalam suratnya kepada orang Roma, ‘Allah yang tidak menahan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan Dia untuk kita semua agar Dia memberikan segalanya utk kita.”
Oleh karena itu, marilah kita mendengarkan suara gembala, mengikuti tuntunan-Nya, dan masuk melalui Dia, menemukan keselamatan, kebenaran, dan kehidupan yang berkelimpahan. Di dalam Dia, kita menemukan bukan hanya kelangsungan hidup, tetapi kehidupan yang dijalani dengan penuh semangat dan utuh.
RP. PAUL KERANS, SVD