Minggu, 26 April 2026
ANTIFON PEMBUKA – Mzm. 33:5-6
Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, dan langit dijadikan oleh sabda-Nya. Alleluya.
PENGANTAR:
Gambaran kita mengenai gembala barangkali agak berbeda dengan apa yang digambarkan dalam Injil. Jarang kita menjumpai seorang gembala dengan jumlah besar domba. Yang sering kita lihat adalah gembala dengan hanya beberapa ekor domba. Namun, hal yang bisa terjadi adalah bahwa antara domba dan gembala saling mengenal. Gembala mengenal dombanya dan begitu sebaliknya. Begitulah relasi yang akrab dan dekat diungkapkan oleh penginjil Yohanes ketika digambarkan Yesus sebagai Gembala yang baik. Semoga kita sebagai domba-domba-Nya semakin mengenal Kristus sebagai Gembala utama kita, lebih-lebih melalui pengalaman Paskah yang kita rayakan dalam Ekaristi hari ini. Mari kita siapkan hati kita untuk memulai perayaan Ekaristi pada Hari Doa untuk Panggilan Sedunia ke-57 ini, dengan mohon ampun kepada Allah.
SERUAN TOBAT:
I: Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Gembala baik, yang mengenal kami domba-domba-mu dengan segala kelemahan kami. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
I : Engkaulah Gembala baik, yang mempertaruhkan hidup-Mu demi keselamatan kami. Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
I : Engkaulah Gembala baik, yang menghidupi kami dengan hidup ilahi-Mu sendiri. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
DOA KOLEKTA:
Marilah kita berdoa (hening sejenak): Allah Yang Mahakuasa dan kekal, antarlah kami kepada persekutuan sukacita surgawi supaya kawanan yang lemah ini sampai ke tempat, yang sudah dicapai oleh Gembala kami dengan langkah yang gagah. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 2:14a.36-41
“Allah telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus.”
Pada hari Pentakosta bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apakah yang harus kami perbuat, Saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” Dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!” Orang-orang yang menerima perkataan Petrus itu memberi diri dibaptis, dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6
Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
- Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.
BACAAN KEDUA: Bacaan dan Surat Pertama Rasul Petrus 2:20b-25
“Kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.”
Saudara-saudara terkasih, jika kamu berbuat baik dan karena itu harus menderita, itu adalah kasih karunia Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu muslihat pun tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki. Ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah disembuhkan. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S: (Yoh: 10:14) Akulah gembala yang baik! Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 10:1-10
“Akulah pintu kepada domba-domba.”
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya; ia memanggil dombanya, masing-masing menurut namanya, dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-dombanya itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ
Vivat Cor Jesu, Per Cor Marie… Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria…
Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ Toronto Kanada, di dalam Resi: renungan singkat Dehonian edisi hari Minggu keempat Masa Paska. Mari kita baca bersama perikopa pada hari ini yang diambil dari Injil Yohanes 10:1-10.
Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, perikopa Injil hari ini berbicara tentang Yesus sebagai Gembala yang baik. Yesus disebut sebagai Gembala yang baik, karena Ia tidak hanya seorang pemimpin, tetapi sahabat sejati yang mengenal kita, memanggil kita dengan nama, dan rela menyerahkan nyawa-Nya demi kita. Hari ini, kita diajak bukan hanya untuk mengenal Dia, tetapi juga untuk mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya.
Di dalam perikopa yang kita baca pada hari ini Yesus antara lain berkata: “Akulah pintu bagi domba-domba.” Dari sabda ini, kita diajak merenungkan tiga pesan yang menghidupkan dan mengubah cara kita melihat hidup. Pertama: Yesus Mengenal dan Mengasihi Kita Secara Pribadi – Di tengah dunia yang serba cepat, kita sering merasa seperti angka di tengah keramaian. Kita mungkin dikenal karena pekerjaan, jabatan, atau penampilan, tetapi jarang ada yang benar-benar mengenal hati kita. Yesus berbeda. Ia mengenal kita lebih dalam daripada kita mengenal diri sendiri. Ia tahu setiap luka yang kita sembunyikan, setiap air mata yang kita hapus diam-diam, dan setiap impian yang kita simpan di hati. Ia memanggil kita dengan nama, bukan dengan label atau status. Pertanyaannya: Apakah kita berani membuka hati, membiarkan Dia masuk, dan membiarkan kasih-Nya menyembuhkan bagian-bagian hidup kita yang rapuh? Kedua: Yesus Memberi Hidup yang Penuh Sukacita dan Makna – Yesus berkata, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Hidup berkelimpahan bukan berarti tanpa masalah, tetapi hidup yang penuh damai, harapan, dan tujuan. Hidup berkelimpahan berarti kita bisa bersyukur meski dalam kekurangan, tetap berharap meski dalam penderitaan, dan tetap mengasihi meski disakiti. Dunia menawarkan banyak “pintu” menuju kebahagiaan: harta, popularitas, kekuasaan. Namun, pintu-pintu itu sering membawa kita pada kekosongan batin. Yesus adalah satu-satunya pintu yang membawa kita pada hidup sejati — hidup yang memuaskan jiwa, bahkan di tengah badai. Ketiga: Kita Dipanggil Menjadi Gembala bagi Sesama – Menjadi pengikut Jesus berarti meneladani Gembala yang Baik. Kita dipanggil untuk menjadi gembala kecil bagi orang-orang di sekitar kita. Dalam keluarga, kita bisa menjadi gembala yang menguatkan anak-anak, pasangan, atau orang tua kita. Di tempat kerja, kita bisa menjadi gembala yang memberi semangat kepada rekan yang sedang lemah. Di komunitas, kita bisa menjadi gembala yang merangkul mereka yang tersisih atau terlupakan. Menjadi gembala berarti hadir, peduli, dan membimbing — bahkan ketika itu menuntut pengorbanan.
Para pendengar Resi yang budiman, untuk menutup peremenungan hari ini baiklah kalau kita bertanya pada diri kita sendiri: Apakah saya masih peka mendengar suara Gembala di tengah hiruk pikuk dunia? Apakah saya siap menjadi saluran kasih-Nya bagi orang lain, bahkan ketika itu menuntut pengorbanan? Apakah saya berani melangkah keluar dari zona nyaman demi membawa satu jiwa kembali kepada-Nya?
Akhir kata, semoga perjalanan hidup kita di sepanjang hari ini diberkati dan dilindungi oleh Gembala kita yang baik dan yang sungguh mengasihi kita. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin
DOA UMAT:
I : Yesus bersabda, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat.” Marilah berdoa dengan percaya sepenuhnya kepada Allah Bapa di surga dengan pengantaraan Yesus.
L : Bagi para gembala Gereja: Semoga para gembala Gereja memiliki semangat pengabdian yang sejati, dapat menuntun Umat Allah seturut taladan Yesus dengan keberanian menuju Kerajaan Bapa yang melimpahkan keadilan dan cinta kasih. Marilah kita mohon …
U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.
L : Bapa para pemimpin bangsa-bangsa: Semoga para pemimpin bangsa-bangsa menjunjung tinggi kebebasan dan martabat semua bangsa, memperjuangkan hak-hak orang yang tak mampu bersuara, serta menempatkan keadilan dan kebenaran di atas kekayaan serta kekuasaan, sehingga mereka mampu memberikan kesaksian yang benar sesuai kehendak-Mu. Marilah kita mohon …
U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.
L : Bagi para calon imam, biarawan-biarawati Semoga para calon imam, biarawan, dan biarawati, semakin berani mengikuti-Mu. Bantulah, dan tuntunlah mereka, berilah kekuatan dan ketabahan dalam berbagai tantangan yang mereka hadapi, dan berilah sukacita dalam mengikuti-Mu. Marilah kita mohon …
U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.
L : Bagi mereka yang menderita dan tak terhitung di masyarakat: Semoga Allah Bapa melimpahkan semangat berkorban Kristus kepada orang-orang yang menderita, lemah, miskin, dan tersingkir di masyarakat agar mereka mampu mempersatukan penderitaan mereka dengan penderitaan dan pengorbanan Kristus sendiri bagi keselamatan semua orang. Marilah kita mohon …
U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.
L : Bagi semua orang kristiani di mana saja: Semoga semua orang kristiani menjadi satu kawanan, satu jemaat Allah yang kudus. Dan, berkat cara hidup kita yang konsekuen dan setia kepada Kristus, semoga saudarasaudari yang kehilangan imannya tertarik untuk kembali kepada Kristus. Marilah kita mohon …
U : Tuhan, tuntunlah kami di jalan yang benar.
I : Allah Bapa kami, semua keprihatinan ini kami percayakan kepada-Mu. Janganlah melupakan kami sebab kami percaya kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Ya Allah, dalam perayaan misteri Paskah ini, kami bersyukur kepada-Mu. Sudilah Engkau terus-menerus membarui hidup kami supaya kami dapat mengenyam sukacita abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
ANTIFON KOMUNI:
Telah bangkit Gembala Baik yang menyerahkan nyawa untuk domba-domba-Nya dan rela mati untuk kawanan-Nya. Alleluya
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau menuntun kami, menyapa nama kami masing-masing dan memberikan makanan kami secukupnya. Kami mohon janganlah biarkan kami tersesat tetapi semoga kami setia mengikuti Putra-Mu menuju kehidupan abadi. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Resi-Minggu 26 April 2026 oleh Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada
Pesan Bapa Suci Paus Leo XIV di Hari Minggu Panggilan ke-63
“Penemuan Batiniah akan Karunia Allah”
Pesan Bapa Suci pada Hari Minggu Panggilan tahun ini mengingatkan kita bahwa panggilan bukanlah sesuatu yang datang dari luar semata, melainkan sebuah karunia dari Tuhan yang tumbuh di dalam hati kita. Panggilan adalah anugerah yang diberikan dengan cuma-cuma, yang perlahan-lahan berkembang ketika kita mau mendekat kepada Tuhan dan membuka diri terhadap kehendak-Nya.
Bapa Suci mengajak kita untuk melihat Yesus sebagai Gembala yang baik, yang menuntun kita pada jalan hidup yang indah. Hidup menjadi indah bukan karena semuanya mudah, tetapi karena kita berjalan bersama Tuhan. Ketika seseorang mengikuti Yesus, hatinya dibentuk, hidupnya diarahkan, dan perlahan-lahan ia menemukan makna dari keberadaannya.
Untuk menemukan panggilan itu, kita perlu belajar berhenti sejenak, mendengarkan, dan memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara di dalam hati kita. Panggilan tidak lahir dari keramaian atau ambisi, tetapi dari keheningan, doa, dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Di dalam keheningan itulah kita menyadari bahwa Tuhan mengenal kita secara mendalam dan telah menyiapkan jalan hidup yang unik bagi setiap orang.
Namun panggilan tidak selalu mudah untuk dijalani. Kadang rencana Tuhan berbeda dari rencana kita sendiri. Karena itu, panggilan membutuhkan kepercayaan, seperti yang ditunjukkan oleh Santo Yosef. Ia tetap percaya kepada Tuhan meskipun situasi hidupnya penuh ketidakpastian. Bapa Suci mengingatkan bahwa hidup adalah perjalanan untuk terus percaya kepada Tuhan dan menyerahkan diri kepada-Nya, bahkan ketika kita tidak sepenuhnya memahami arah yang sedang kita jalani.
Lebih jauh lagi, Bapa Suci menegaskan bahwa panggilan bukanlah sesuatu yang selesai dalam satu waktu, melainkan sebuah proses pertumbuhan yang berlangsung sepanjang hidup. Panggilan perlu dirawat, dipelihara, dan dikembangkan melalui relasi yang setia dengan Tuhan setiap hari. Seperti ranting yang melekat pada pokok anggur, hidup kita akan berbuah ketika kita tetap tinggal dalam kasih Tuhan.
Akhirnya, Bapa Suci mengajak kita semua khususnya kaum muda agar berani mendengarkan suara Tuhan dan menanggapi panggilan-Nya dengan penuh sukacita. Tuhan tidak memanggil orang yang sempurna, tetapi orang yang mau membuka hati dan percaya kepada-Nya. Ketika kita berani berjalan bersama Tuhan, panggilan kita akan bertumbuh dan menghasilkan buah, tidak hanya bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi Gereja dan dunia.
Podcast: Play in new window | Download