Kamis, 23 April 2026
Sabda Kehidupan
Kamis 23 April 2026
Yohanes 6:51 (Yoh 6:44-51)
”Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Roti Kehidupan Dan Sabda Kehidupan
Yesus sungguh mengerti bahwa kebutuhan utama manusia adalah makan. Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus, Ia mengajak kita untuk selalu berdoa meminta kepada Bapa di surga, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” (Mat 6:11).
Permintaan ini tak mungkin tidak terkabul karena Yesus bukan hanya memberi kita makan, tapi Ia sendiri menjadi santapan jiwa dan raga kita.
Ada 2 jenis makanan yang diberikan Kristus kepada kita. Yang pertama adalah Roti Kehidupan yang adalah tubuhNya sendiri dan ke dua, Sabda Kehidupan yang setiap saat keluar dari mulut Allah.
Yesus pernah berkata, “manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Mat 4:4).
Berbeda dengan hewan yang cukup makan dan minum untuk hidup, manusia selain makan roti, perlu disemangati dan dihidupkan dengan kata-kata cinta. Kita perlu sapaan yang memberikan energi hidup agar tidak loyo dan patah semangat dalam menjalani hidup.
Kata-kata cinta itu datang dari mulut Allah yang menciptakan kita. Dengarlah kata-kata cinta Allah melalui mulut Yesus: “Engkau adalah anak yang Kukasihi… Jangan takut, Aku ada bersamamu…. Bangunlah dan berjalanlah!”
Semua Sabda yang menghidupkan ini dapat kita santap setiap saat dari Kitab Suci.
Orang sering berkata, “membaca buku itulah santapan hariannya.” “Bekerja keras itu sudah menjadi makanannya sehari-hari.”
Demikian juga Sabda Kehidupan menjadi santapan harian kita. Semoga kita selalu dikuatkan oleh santapan ilahi yang keluar dari mulut Allah, Firman yang menjadi manusia dan tinggal bersama kita, serta roti Ekaristi yang setiap hari Tuhan sediakan bagi kita.
Selamat menjalani hari baru, dikuatkan selalu oleh Firman Tuhan dan Roti kehidupan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 23 Apr 2026
Kamis Paskah III
PF S. Georgius, Martir
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:51
Bacaan Injil: Yoh 6:44-51
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 6:51
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan.
Barangsiapa makan dari roti ini,
ia akan hidup selama-lamanya.
Bacaan Injil
Yoh 6:44-51
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Di rumah ibadat di Kapernaum
Yesus berkata kepada orang banyak,
“Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku,
jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku;
dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi:
Dan mereka semua akan diajar oleh Allah.
Dan setiap orang,
yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa,
datang kepada-Ku.
Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa!
Hanya Dia yang datang dari Allah,
Dialah yang telah melihat Bapa!
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa percaya,
ia mempunyai hidup yang kekal.
Akulah roti hidup.
Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun
dan mereka telah mati.
Inilah roti yang turun dari surga:
Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.
Jikalau seorang makan dari roti ini,
ia akan hidup selama-lamanya.
Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku,
yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
ℍ
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata dengan tegas: “Akulah roti hidup”. Ia mengingatkan akan manna yang diberikan Allah di padang gurun, namun menawarkan sesuatu yang jauh lebih besar—diri-Nya sendiri. Sama seperti makanan yang menopang tubuh kita, hanya Yesus yang memberi makan jiwa kita. Ia bukanlah hidangan pendamping untuk keadaan darurat dalam hidup, melainkan hidangan utama untuk setiap hari.
Mendiang Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa hanya Yesus yang dapat mengisi rasa lapar terdalam di hati kita. “Hanya Dia yang mengampuni kita, menguatkan kita untuk mencintai dan mengampuni, serta membantu kita merasa dicintai—bahkan ketika orang lain mengecewakan kita.” Ketika kita mencoba menghadapi hidup dengan kekuatan sendiri dan hanya ingat Yesus saat krisis, kita memperlakukan-Nya sebagai sesuatu yang opsional. Namun, Roti Hidup itu esensial.
Terkadang kita lebih suka Tuhan yang jauh, yang tidak “campur tangan.” Namun, Kristus menjadi manusia untuk dekat dengan kita—untuk berjalan bersama kita, memberi makan kita dengan Firman-Nya dan Tubuh-Nya sendiri. Ia ingin hadir tidak hanya di gereja, tetapi di meja makan kita, dalam perjuangan sehari-hari kita, dan dalam kehidupan keluarga kita.
Bayangkan jika setiap hari, sebelum kita makan, kita mengundang Yesus untuk bergabung dengan kita. Doa sederhana saat makan dapat menyambut kehadiran-Nya ke dalam rumah dan hati kita. Ia menjadi kekuatan kita, damai kita, sukacita kita.
Ekaristi lebih dari sekadar ritual—itu adalah undangan untuk menjadi seperti Kristus. “Memakan daging-Nya” berarti hidup dalam persahabatan yang begitu erat dengan Yesus sehingga hidup kita mulai mencerminkan kasih-Nya, belas kasihan-Nya, dan cara-Nya.
Semoga Maria, yang mengandung Sang Sabda yang menjadi daging, membantu kita menjadikan Yesus pusat hidup kita. Marilah kita menjadikan-Nya roti harian kita—bukan sekadar tambahan atau sampingan, tetapi sumber dari segala yang kita lakukan.
Tuhan, semoga Ekaristi menghidupkan komunitas-komunitas kami dalam semangat pelayanan dan keadilan. Amin.
Selamat beraktivitas. Jadikan Yesus pusat hidupmu. ! ❤️
RP Joni Astanto MSC