Rabu, 22 April 2026
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 71:8.23
Semoga lidahku bernyanyi memuji Engkau. Semoga bibirku bersorak bermadah kepada-Mu. Aleluya.
PENGANTAR:
Bila sukacita dalam hati kurang, maka tentu ada kekurangan dalam hidup kita sebagai pengikut Kristus. Sebab pengikut Kristus itu berani dan gembira, orang yang sebagaimana warga Gereja mewartakan kabar gembira, menolong, menghibur dan memberi harapan kepada sesama. Yesus memberi rezeki ke hidupan, agar kita jangan sampai kelaparan, hari demi hari mengajak beriman, melaksanakan kehendak Bapa, dan mem bagi rezeki kepada sesama.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang berbelas kasih, kami telah Kauberi iman kepercayaan. Semoga berkat bantuan-Mu itu kami bangkit bersama Putra-Mu yang tunggal dan hidup mulia selamanya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, untuk menerima sabda-Mu semoga kami selalu terbuka dan ajarilah kami memenuhi kehendak-Mu seturut teladan Putra-Mu terkasih, yang kini sudah mulia serta duduk di sisi kanan-Mu. Sebab Dialah Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 8:1b-8
“Mereka menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil.”
Setelah Stefanus dibunuh, mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu. Ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki serta perempuan ke luar, lalu menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Mereka yang tersebar menjelajah ke seluruh negeri sambil memberitakan Injil. Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 66:1-3a.4-5.6-7a
Ref. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!
- Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah, “Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu!”
- Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, seluruh bumi memazmurkan nama-Mu. Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia.
- Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Yoh 6:40) Setiap orang yang percaya kepada Anak, beroleh hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkannya pada akhir zaman.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:35-40
“Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal.”
Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguh pun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
RESI DIBAWAKAN OLEH Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ
Vivat Cor Jesu, Per Cor Marie… Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria…
Dipuaskan oleh Roti Hidup
Sahabat Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa dengan saya Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ dari Komunitas Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian edisi Rabu, 22 April 2026.
Sahabat Resi Dehonian yang terkasih. Masih melanjutkan permenungan kita tentang Roti Hidup yaitu Yesus Kristus. Hari ini kita hendak bermenung tentang jati diri kita yang “lapar” akan Yesus Kristus dan kita akan dipuaskan dengan Roti Hidup itu sampai selama-lamanya. Saudara-saudari, manusia adalah mahluk yang selalu “lapar”. Kita bekerja keras untuk mengisi perut, mencari kenyamanan, dan mengejar pengakuan, dan segala hal yang bersifat duniawi. Namun, seringkali setelah semua didapat, hati kita tetap merasa ada yang kurang. Ada sebuah kekosongan yang tidak bisa diisi oleh benda-benda duniawi.
Dalam Injil hari ini, Yesus membuat pernyataan yang radikal: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.” Yesus tidak sedang menawarkan roti fisik yang bisa basi atau habis. Dia menawarkan Diri-Nya sendiri sebagai pemuas jiwa kita. “Datang kepada-Nya”, berarti membangun relasi personal, bukan sekadar menjalankan kewajiban agama. “Percaya kepada-Nya”, berarti menyerahkan kendali hidup kita ke dalam tangan-Nya.
Bagian yang sangat menyentuh dari perikop ini adalah penegasan Yesus bahwa Ia datang untuk melakukan kehendak Bapa. Dan apa kehendak Bapa itu? Yaitu agar “dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku, jangan ada yang hilang.” Ini adalah pesan pengharapan yang luar biasa. Di mata Tuhan, tidak ada satu pun dari kita yang terbuang atau disingkirkan. Meskipun kita merasa berdosa, merasa kecil, atau merasa ditinggalkan dunia, Yesus memegang kita dengan erat agar kita tidak hilang. Dia ingin kita semua memiliki hidup yang kekal.
Sebagai umat beriman, “makan roti hidup” berarti membiarkan nilai-nilai Kristus seperti kasih, pengampunan, dan pengorbanan, menjadi asupan utama dalam pikiran dan tindakan kita sehari-hari. Saat kita merasa lelah dan hampa, ingatlah bahwa meja perjamuan Tuhan selalu terbuka. Di dalam Ekaristi, Ia memberikan Diri-Nya secara nyata agar kita memiliki kekuatan untuk melanjutkan perjalanan hidup.
Marilah kita berdoa agar kita tidak hanya mengejar “roti yang dapat binasa”, tetapi sungguh merindukan Kristus, Sang Roti Hidup. Sebab hanya di dalam Dia, kelaparan terdalam hati kita akan terpuaskan.
Semoga Hati Kudus Yesus selalu membimbing dalam hidup kita. Tuhan Memberkati. Amin
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa sumber sukacita abadi, Engkau membahagiakan kami dengan misteri Paskah Putra-Mu. Kami mohon, semoga karya penebusan-Mu menjadi pokok sukacita abadi bagi kami. Demi Kristus, ….
ATAU:
Allah Bapa mahamulia, berkenanlah menguduskan persembahan ini dengan Roh-Mu, dan perkenankanlah kami memandang kemuliaan Putra- Mu terkasih. Dialah Tuhan dan pengantar kami….
ANTIFON KOMUNI
Tuhan telah bangkit dan menerangi kita, yang telah ditebus dengan darah-Nya. Aleluya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber sukacita abadi, dalam misteri Paskah Putra-Mu, maut diubah menjadi pangkal hidup abadi. Semoga karena pertukaran suci ini kami Kaubantu dalam kehidupan sekarang di dunia dan kelak Kauantar memasuki sukacita abadi. Demi Kristus, ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa pencipta dan penyelamat, semoga di antara mereka yang Kaupanggil hidup di dunia ini jangan sampai ada seorang pun yang hilang binasa, tetapi semoga kami Kaupenuhi dengan jaminan janji-Mu, ialah Roh Kudus, agar kami memahami dan mengalami, bahwa Engkau senantiasa mendampingi dan menyertai kami. Demi Kristus, ….
Sumber https://resi.dehonian.or.id/2026/04/21/rabu-22-april-2025-hari-biasa-pekan-iii-paskah/
Podcast: Play in new window | Download