Selasa, 21 April 2026
Sabda Kehidupan
Selasa 21 April 2026
Yohanes 6:34-35 (Yoh 6:30-35)
Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”
Tidak Lapar Dan Haus Lagi
Kita butuh makan dan minum. Tapi bukan hanya bagi raga tapi juga bagi jiwa dan roh kita. Namun tak ada makanan di dunia ini yang dapat membuat jiwa kita dikenyangkan dan roh kita dipuaskan.
Betapa berita Injil hari ini menjadi kabar sukacita bagi kita sebab Yesus sendiri menjadi pemuas lapar dan dahaga kita akan kasih Allah. Kita dikenyangkan oleh luapan kasih Allah yang tak bertepi dengan menyantap tubuh dan darah Kristus Tuhan kita.
Oleh Kristus kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah dan menerima anugerah hidup ilahi. Untuk dapat hidup sepenuhnya sebagai anak Allah, Yesus memberikan tubuh dan darahNya sebagai santapan ilahi, sumber energi kehidupan yang kita dambakan.
Oleh santapan jiwa ini, kita selalu dipersatukan dengan Yesus dan tinggal selalu di dalam Dia dan Dia di dalam kita.
Kesatuan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk berjalan menapaki lorong-lorong kehidupan dunia ini, untuk selanjutnya melewati pintu kematian hingga masuk ke hidup yang kekal.
Tumbuhkanlah selalu dalam hati, kerinduan untuk selalu datang pada Yesus, bersatu denganNya menyantap tubuh dan darahNya.
Jadikanlah Firman Allah santapan harian kita, dan Yesus menjadi pemuas segala kerinduan hati kita akan cinta Allah.
“Terimakasih ya Yesus. Betapa Engkau mencintai kami dengan menjadi santapan pemuas lapar dan haus jiwa kami yang selalu merindukan Engkau. Terpujilah Engkau sepanjang segala masa. Haleluya! Amin.”
Selamat memulai hari baru dengan santapan firman Allah.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 21 Apr 2026
Selasa Paskah III
PF S. Anselmus, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:35
Bacaan Injil: Yoh 6:30-35
************
Bait Pengantar Injil
Yoh 6:35
Akulah roti hidup, sabda Tuhan;
barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.
Bacaan Injil
Yoh 6:30-35
Bukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga,
melainkan Bapa-Kulah yang memberi kamu roti yang benar dari Surga.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Di rumah ibadat di Kapernaum
orang banyak berkata kepada Yesus,
“Tanda apakah yang Engkau perbuat,
supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?
Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun,
seperti ada tertulis:
Mereka diberi-Nya makan roti dari Surga.”
Maka kata Yesus kepada mereka,
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga,
melainkan Bapa-Kulah yang memberikan kamu
roti yang benar dari Surga.
Karena roti yang dari Allah ialah
roti yang turun dari Surga dan yang memberi hidup kepada dunia.”
Maka kata mereka kepada-Nya,
“Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”
Kata Yesus kepada mereka,
“Akulah roti hidup!
Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,
dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”
Demikanlah sabda Tuhan.
************
Dalam Injil hari ini, kerumunan orang yang baru saja menyaksikan mukjizat pemberian makan lima ribu orang, mereka mendekati Yesus menuntut lebih banyak tanda untuk memenuhi kebutuhan duniawi mereka. “Tanda apakah yang akan Engkau berikan supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepada-Mu?” (ayat 30).
Kemudian, Ia membuat pernyataan yg sangat menggugah:
“Akulah roti hidup. Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (ayat 35)
Yesus menyatakan Diri-Nya bukan hanya sebagai pemberi roti, tetapi sebagai Roti itu sendiri di mana Dia adalah penopang utama kita bagi kehidupan rohani kita. Datang kepada-Nya berarti diberi makan dengan kasih karunia. Percaya kepada-Nya berarti minum sepuasnya dari sumur kasih ilahi.
Injil ini mengajak kita untuk mengalihkan fokus kita dari hal-hal duniawi kpd yg kekal. Yesus tidak hanya atasi rasa lapar untuk sehari. Ia atasi rasa lapar jiwa kita. Orang banyak menginginkan mukjizat namun Yesus menawarkan Diri-Nya sendiri sbg mukjizat yang akan mengubah hdp kekal mereka.
“Barang siapa datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi.” Di dalam Kristus, tidak ada yg kurang. Ada kedamaian di tengah badai, ada harapan di tengah keputusasaan, dan ada sukacita yang melampaui situasi kita sekarang.
Dia tidak hanya memberi hidup tp Dia adalah hidup. Datanglah kepada-Nya. Rasakan dan lihatlah bahwa Tuhan itu baik. Biarkan Dia memenuhi kita dengan kasih yang tak akan pernah habis.
RP. PAUL KERANS, SVD