Sabtu, 18 April 2026
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 105:43
Tuhan mengantar umat-Nya dalam kegembiraan, dan para pilihan-Nya dengan sukacita.
PENGANTAR:
“Kami tak mungkin tinggal diam tentang apa yang kami lihat dan kami dengar,” kata para rasul kepada Sanhedrin. Mereka setia akan pesan Yesus, “Pergilah ke seluruh dunia dan warta kanlah Injil kepada segala makhluk!” Marilah kita bebaskan sesama kita dan kita bangun dunia baru yang penuh kedamaian dan kebebasan demi nama Yesus.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa penyelamat para bangsa, Engkau telah melimpahkan rahmat-Mu kepada bangsa bangsa yang percaya kepada-Mu. Pandanglah umat pilihan-Mu yang telah dilahirkan kembali dalam pembaptisan. Semoga kami Kauperkenankan memperoleh kebahagiaan abadi. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur atas ciptaan yang amat mengagumkan, ialah Yesus, Adam Baru. Perkenankanlah Dia membukakan kami pintu gerbang kerajaan-Mu, tempat kedamaian dan kehidupan. Sebab Dialah Putra-Mu,...
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 6:1-7
“Mereka memilih tujuh orang yang penuh Roh Kudus.”
Di kalangan jemaat di Yerusalem, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena dalam pelayanan sehari-hari pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan. Berhubung dengan itu kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, yang penuh Roh Kudus dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan firman. Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat. Lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada para rasul; lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 33:1-2.4-5.18-19
Ref. Kita memuji Allah kar’na besar cinta-Nya.
Atau Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berhadap kepada-Mu.
- Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuj-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
- Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
- Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa-jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 10:6) Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:16-21
“Para murid melihat Yesus berjalan di atas air.”
Setelah mempergandakan roti dan memberi makan lima ribu orang, Yesus mengundurkan diri ke gunung. Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Ini Aku, jangan takut!” Mereka lalu mempersilahkan Yesus naik ke perahu, dan seketika itu juga perahu mereka sampai ke pantai yang mereka tuju.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus
RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur Indonesia, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Sabtu, 18 April 2026, Hari Biasa Pekan III Paskah. Tema Resi kita kali ini adalah: “Percaya pada Tuhan di Tengah Badai Kehidupan” Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
Para Sahabat, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam bacaan injil hari ini dikisahkan bahwa para murid Tuhan Yesus menyeberangi Danau Galilea pada malam hari setelah peristiwa penggandaan roti. Mereka berlayar tanpa Tuhan Yesus, dan tiba-tiba angin kencang datang, membuat perahu mereka terombang-ambing di tengah gelap dan badai. Dalam ketakutan dan kelelahan, mereka melihat Tuhan Yesus berjalan di atas air mendekati perahu. Mereka sempat takut, tetapi Tuhan Yesus berkata, “Aku ini, jangan takut!” Ketika mereka menerima Yesus naik ke dalam perahu, seketika itu juga mereka sampai di tempat tujuan. Peristiwa ini terjadi dalam situasi ketidakpastian, di mana para murid belajar bahwa kehadiran Yesus tidak selalu menghilangkan badai, tetapi memberi kekuatan untuk melewatinya. Lalu apa yang bisa kita refleksikan? Saya menawarkan 3 hal saja, yaitu:
- Hidup Tidak Selalu Tenang, tetapi Tuhan Selalu Hadir: Para murid mengalami badai bukan karena mereka salah arah, melainkan justru saat mereka sedang menjalankan tugas. Kadang dalam hidup, kita juga mengalami kesulitan, kelelahan, atau kebingungan, meskipun kita sudah berusaha setia. Kita diundang untuk tetap percaya bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita, bahkan ketika hidup terasa berat dan gelap. Yang menjadi pertanyaan bagi kita: “Saat menghadapi kesulitan atau tekanan hidup, apakah saya masih percaya bahwa Tuhan tetap hadir bersama saya?”
- Ketakutan Bisa Membuat Kita Sulit Mengenali Tuhan: Para murid awalnya takut karena tidak langsung mengenali Tuhan Yesus. Rasa takut sering membuat hati menjadi gelisah dan pikiran menjadi kabur. Kita bisa menjadi mudah curiga, cemas berlebihan, atau merasa sendirian. Namun Tuhan Yesus hadir dengan kata-kata yang sederhana tetapi menenangkan: “Aku ini, jangan takut.” Kata-kata ini bukan sekadar penghiburan, tetapi undangan untuk mempercayakan diri. Pertanyaan refleksi bagi kita: “Apa ketakutan terbesar yang sedang saya alami saat ini, dan sudahkah saya membawa ketakutan itu kepada Tuhan dalam doa?”
- Menerima Kehadiran Yesus Membawa Kita pada Tujuan: Ketika para murid menerima Tuhan Yesus ke dalam perahu, perjalanan mereka menjadi jelas dan sampai pada tujuan. Ini gambaran indah tentang hidup rohani: ketika kita membuka hati kepada Tuhan, arah hidup menjadi lebih terang, meskipun situasi belum sepenuhnya berubah. Kita semua dipanggil untuk tetap melangkah bersama Tuhan, bahkan dalam badai kehidupan. Lalu yang bisa kita refleksikan adalah: ”Apakah saya sungguh memberi ruang bagi Tuhan untuk hadir dan memimpin perjalanan hidup saya setiap hari?”
Nah saudari-saudaraku, para sahabat yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Peristiwa Injil hari ini mengingatkan kita bahwa badai hidup adalah bagian dari perjalanan iman, bukan tanda bahwa Tuhan jauh dari kita. Justru di tengah ketakutan dan ketidakpastian, Tuhan Yesus datang mendekat, menyapa, dan meneguhkan hati kita. Ia tidak selalu menghilangkan badai, tetapi Ia selalu menyertai perjalanan kita sampai tujuan.
Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita berani percaya, tetap setia, dan melangkah dengan penuh harapan meskipun badai kehidupan masih bergelora. Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Amin. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa Yang Mahamulia, kami bergembira atas misteri Paskah yang kami rayakan bersama ini. Semoga karya penyelamatan yang dilaksanakan Kristus, menjadi sumber sukacita abadi bagi kami. Sebab Dialah…
ATAU:
Allah Bapa maha penyayang, di mana orang berkumpul atas nama-Mu, di situ Engkau datang dan hadir. Kami mohon, datang dan curahkanlah Roh-Mu, harapan dan daya hidup kami. Demi Kristus,…
ANTIFON KOMUNI – Galatia 3:27
Kita sekalian yang telah dibaptis dalam Kristus sudah dipersatukan dengan Kristus. Aleluya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, berkenanlah memperhatikan umat-Mu. Engkau telah sudi membarui kami dengan karya yang berdampak kekal. Semoga kelak kami bangkit dengan tubuh mulia yang takkan binasa. Demi Kristus, ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, kami mohon, utuslah kami mewartakan kepada setiap orang, bahwa Engkau setia memenuhi janji-Mu; bahwa Engkaulah Allah orang-orang yang hidup dan bahwa Engkaulah yang menjaga dan melestarikan hidup kami. Demi Kristus, ….
Sumber https://resi.dehonian.or.id/2026/04/15/sabtu-18-april-2026-hari-biasa-pekan-ii-paskah/
Podcast: Play in new window | Download