Rabu, 15 April 2026
ANTIFON PEMBUKA – Matius 25:43
Marilah, hai kamu yang diberkati Bapa-Ku. Terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
PENGANTAR:
Kita mempunyai persamaan dengan para murid yang pada Paskah malam dengan rasa kecewa pulang ke Emaus. Kita meng alami kedamaian yang tak kunjung tiba, satu sama lain seperti orang asing saja, dan wajah Gereja tidak selalu cerah. Padahal. Tuhan beserta kita. Dialah sukacita kita. Keprihatinan dan ke sedihan serta wajah suram sering menghambat kita untuk me ngenali Dia. Padahal, Dia di tengah-tengah kita, juga sekarang, bila kita membagi-bagi roti, mendengarkan Kitab Suci dan berdoa, “Ya Tuhan, tinggallah bersama kami.”
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber sukacita kami, setiap tahun Engkau menggembirakan kami dengan perayaan kebangkitan Kristus. Semoga perayaan yang kami langsungkan ini membimbing kami menuju sukacita abadi. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan, kami telah Kauanugerahi daya hidup baru berkat kebangkitan Yesus Putra-Mu. Kami mohon, ciptakanlah baru dunia ini seturut semangat hidup-Nya. Sebab Dialah Putra-Mu….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 5:17-26
“Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.”
Imam Besar Yahudi dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki di Yerusalem mulai bertindak terhadap jemaat, sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. Tetapi waktu malam, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar. Kata malaikat itu, “Pergilah, berdirilah di Bait Allah, dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Mereka menaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. Tetapi ketika para petugas datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya, dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu. Tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun yang kami temukan di dalamnya.” Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar, “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.” Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah; lalu mengambil rasul-rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut kalau-kalau orang banyak melempari mereka dengan batu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:2-3.4-5.6-7.8-9
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan selama-lamanya
atau Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan.
- Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
- Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
- Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
- Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 3:16) Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 3:16-21
“Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.”
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus
RESI DIBAWAKAN OLEH: Rm Paulus Dito Rahmadi SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Maria – Hiduplah hati Yesus melalui Hati Bunda Maria
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Rm. Paulus Dito Rahmadi SCJ dari Komunitas SCJ Bangko, Merangin, Jambi, Indonesia, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Rabu, 15 April 2026. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin.
Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenungan kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Bapak Ibu saudara-saudari yang terkasih selamat berjumpa kembali. Konteks Injil hari ini merupakan akhir dari percakapan antara Yesus dengan Nikodemus. Yesus ingin meyakinkan Nikodemus tentang siapa Allah dan juga siapa diri-Nya supaya Nikodemus mau membuka hatinya dan mengimani Yesus sebagai Putra Allah yang diutus untuk menyelamatkan manusia. Siapa Nikodemus? Nikodemus adalah seorang Farisi, seorang pemimpin Agama Yahudi. Dalam perbincangan mereka, Yesus langsung menghadapkan Nikodemus dengan kebenaran bahwa ia harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:3). Ketika Nikodemus meragukan perintah itu, Yesus menegurnya dengan halus bahwa, karena ia merupakan pimpinan orang Yahudi, seharusnya ia sudah mengetahui hal itu (Yohanes 3:10). Yesus kemudian melanjutkan penjelasan tentang kelahiran baru, dan dalam konteks inilah kita menemui ayat Yohanes 3:16, yang merupakan ayat yang paling dikenal dalam Alkitab yakni “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.
Dari percakapan antara Yesus dan Nikodemus yang pada akhirnya Nikodemus menerima dan mengimani Pribadi Yesus, saya menawarkan beberapa poin untuk direnungakan.
Pertama, Kasih. “Karena begitu besar kasih Allah”, Yesus menjelaskan dan menegaskan bahwa keselamatan adalah rencananya Allah dan pribadi-Nya sebagai penjelmaan Allah yang selalu mengasihi meskipun manusia berdosa. Kasih Allah tampak dalam inisiatifNya mengutus PuteraNya untuk menyelamatkan dan kasih itu tidak pernah surut ketika berhadapan dengan kelemahan dan kekurangan manusia. Kedua, Penghakiman. “Barangsiapa yang tidak percaya dia berada di bawah hukuman.” Yesus ingin membuat Nikodemus berpikir antara kasih dan penghakiman. Allah adalah kasih. Orang yang tidak merasakan hal yang indah dan bermakna, sesungguhnya ia telah menghakimi dirinya sendiri. Artinya ketika kita berbuat salah dan merasa berdosa, kita berada dalam penghakiman atas diri kita sendiri. Allah tidak menghakimi tapi Allah tetap menerima pertobatan dan menyelamatkan kita. Ia tetaplah baik, Ia tetap memberikan pintu pengampunan bagi si pendosa dan mau bertobat. Maka bagi si pendosa bisa ada dua kemungkinan yakni menjadi selamat atau binasah. Hal itu semua tergantung dari keputusan pribadinya. Ketiga, Terang. Yesus menjelaskan kepada Nikodemus bahwa diri-Nya sebagai terang yang menerangi jalan hidup manusia kepada Allah dan mengundangnya untuk datang ke terang tersebut. “Terang itu telah datang di dunia,” meskipun terang itu ditolak oleh banyak orang. Yohanes menekankan tanggapan iman kita, yakni mendengarkan sabda Yesus, mengimani-Nya sebagai Anak Allah, memberikan diri dibaptis dan menghidupi ajaran-Nya. “Datang kepada terang” berarti percaya kepada Allah dengan pengantaraan Yesus Kristus.
Saudara saudari, sahabat Hati Kudus Yesus, sebagai jawaban kita atas kasih yang tak bersyarat dari Yesus adalah percaya kepada-Nya sebagai satu-satunya penyelamat kita. Selain itu kita siap menerima Terang sebab Dialah Terang Dunia. Orang yang tidak percaya kepada Yesus berarti mereka menyukai kegelapan. Orang yang menyukai kegelapan, hidupnya pasti diselimuti kejahatan, dengan sendirinya akan membenci terang. Sebab itu bagi setiap pengikut Kristus, perlu semangat untuk selalu berbuat baik dan benar di hadirat Tuhan. Pengikut Kristus yang hebat akan mengalami transformasi, metanoia yang berkelanjutan dalam hidupnya.
Saudara saudariku yang dikasihi Tuhan, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita dan menerangi hati kita sehingga kita mampu mengatakan “Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu”. Amin.
Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati aktivitas dan keluarga anda masing-masing (+) Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa pencipta dan penyelamat, terimalah kurban Kristus, Penebus umat manusia, dan selamatkanlah jiwa raga kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
ATAU :
Allah Bapa sumber kehidupan, berkatilah roti anggur ini, dan jadikanlah berkat Roh-Mu lambang kedatangan dan kehadiran-Mu dalam diri Yesus, rezeki kehidupan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
ANTIFON KOMUNI – Lukas 24:35
Murid-murid mengenal Yesus kembali, ketika la membagi-bagikan roti. Aleluya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan, kami telah menyambut tubuh dan darah Putra-Mu terkasih. Semoga kami Kaulepaskan dari cara hidup manusia lama dan Kaujadikan manusia baru. Demi Kristus,.
ATAU :
Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, dampingilah kami dalam mencari kedamaian; kuatkanlah kami berkat sabda-Mu dan semoga di dalam diri kami cinta kasih tetap jaya melawan segala paksaan. Demi Kristus, ….
Sumber https://resi.dehonian.or.id/2026/04/14/rabu-15-april-2026-hari-biasa-pekan-ii-paskah/
Podcast: Play in new window | Download